Berita Terkini

Memahami Makna Lagu Bulan Yang Baik Sal Priadi: Pesan Harapan Baru bagi ASN

Wamena – Lagu Bulan Yang Baik karya dari Sal Priadi kembali mengingatkan kenangan di masa virus Corona. Lirik yang memotret rasa pengharapan dan kerinduan di tengah kondisi karantina. Pesan lagu yang relevan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) ketika menjalankan tugas publik di masa karantina maupun setelah masa karantina. Relevansi Emosional Lagu ASN memiliki pekerjaan dalam melayani kepentingan publik menghadapi beragam beban kerja, perubahan regulasi, dan dinamika pelayanan publik. Semangat dari lagu yang dapat menjadi pemacu ASN bahwa proses panjang selalu membutuhkan harapan. Penggalan lirik “Lari ke hadapan orang yang kusayang” menggambarkan kebutuhan manusia untuk menemukan tempat pulang dan rasa aman. Dukungan keluarga dan orang tersayang merupakan sumber energi positif untuk ASN tetap produktif. Lagu yang merefleksikan bahwa ASN memerlukan kebutuhan rasa dicintai dan disayangi di tengah tuntutan pelayanan publik. Ruang Kontemplasi di Tengah Rutinitas “Tuhan, bolehkah? Ini yang aku perjuangkan Ingin kubenamkan wajahku penuh Di telapak tanganmu yang wangi,” merupakan salah satu penggalan lirik sebagai doa kepada Tuhan untuk orang yang tersayang. Kalimat yang menandakan bahwa kebutuhan dasar untuk aman, tenang, dan diterima. Lagu yang menyampaikan pesan universal bahwa setiap ASN membutuhkan ruang untuk diterima secara emosional setelah perjuangan tuntutan pekerjaan. Pikiran Positif untuk Energi Positif Lirik dari “Dengan kekuatan bulan yang paling baik Harapanku besar, dunia kembali asyik,” menggambarkan bahwa setiap bulan memiliki harapan yang baik terhadap dunia yang baik-baik saja. Pesan dari lagu Sal Priadi untuk ASN tentang keyakinan bahwa hari yang baik selalu datang pada waktuNya. Lagu yang mengirimkan pesan positif dalam berjuang menjaga profesionalisme di tengah tantangan sosial dan pekerjaan. (STE) Baca juga: Memahami Makna Lagu Kita Usahakan Rumah Itu oleh Sal Priadi: Pesan Hangat untuk ASN tentang Keluarga, Kesibukan, dan Tempat Kembali

Asas Kewarganegaraan Fondasi Identitas dan Perlindungan Warga Negara

Wamena - Di tengah dinamika global yang terus berubah, asas kewarganegaraan menjadi landasan penting untuk menentukan siapa saja yang secara sah diakui sebagai anggota suatu bangsa. Bagi Indonesia, asas ini bukan hanya urusan administrasi, tetapi juga bagian dari menjaga jati diri dan keberlanjutan negara. Dua Asas Utama Ius Sanguinis dan Ius Soli Indonesia menganut dua prinsip utama dalam penentuan kewarganegaraan,  Asas ius sanguinis kewarganegaraan diikuti berdasarkan keturunan. Asas ius soli pemberian kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir dengan batasan tertentu. Kedua asas ini memastikan bahwa pembentukan status warga negara dilakukan secara adil dan terukur. Dimensi Humanis dalam Kewarganegaraan Asas kewarganegaraan tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga nilai kemanusiaan. Melalui asas ini, negara menjamin, Pengakuan identitas setiap individu Perlindungan dari risiko tanpa kewarganegaraan (statelessness) Kesetaraan dalam proses memperoleh status warga negara. Asas kewarganegaraan pada dasarnya ingin memastikan setiap manusia memiliki tempat, hak, dan masa depan. Baca juga: Norma Kesusilaan, Penjaga Sunyi dalam Kehidupan Sosial Peran Kewarganegaraan dalam Kehidupan Berbangsa Kewarganegaraan menjadi jembatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan bangsa. Hak-hak politik, perlindungan hukum, hingga tanggung jawab sosial semuanya berawal dari status kewarganegaraan yang jelas. Penutup Menjaga Keadilan dan Identitas Bangsa Asas kewarganegaraan bukan sekadar aturan hukum, tetapi pijakan moral untuk membangun negara yang inklusif dan berkeadilan. Dengan memahami asas ini, setiap warga dapat meresapi arti menjadi bagian dari Indonesia, sekaligus menguatkan rasa kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(AAZ) Baca juga: Ketika Kedaulatan Ke Luar Menjadi Penjaga Harga Diri Indonesia di Panggung Global

Wewenang, Tugas, dan Tanggung Jawab dan Mengapa Penting dalam Demokrasi? Panduan Lengkap untuk Memahami Peran Lembaga dan Pejabat Publik

Wamena - Dalam sistem demokrasi, kekuasaan tidak berada pada satu individu atau kelompok, tetapi dibagi dan dikendalikan melalui prinsip checks and balances. Karena itulah konsep wewenang, tugas, dan tanggung jawab menjadi sangat penting. Ketiganya memastikan bahwa pejabat publik, lembaga negara, maupun masyarakat memahami perannya dalam menjaga jalannya pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.   Pengertian Wewenang Wewenang adalah hak atau kekuasaan yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan kepada individu atau lembaga untuk membuat keputusan, mengambil tindakan, atau menjalankan fungsi tertentu dalam pemerintahan.   Baca Juga: Hari Antikorupsi Sedunia: Refleksi ASN untuk Setop Normalisasi Korupsi di Indonesia   Sumber Wewenang ·   Undang-undang ·   Peraturan pemerintah ·   Peraturan daerah ·   Mandat dari atasan ·   Delegasi kewenangan   Contoh Wewenang dalam Demokrasi ·   Presiden memiliki wewenang mengangkat Menteri ·   DPR memiliki wewenang membuat undang-undang ·   Polri memiliki wewenang menjaga ketertiban dan penegakan hukum ·   Pemerintah daerah memiliki wewenang membuat Perda.   Apa Itu Tugas dalam Sistem Pemerintahan? Tugas adalah pekerjaan atau fungsi yang wajib dilakukan oleh pejabat atau lembaga sesuai aturan hukum.   Ciri-Ciri Tugas ·   Sudah ditetapkan dalam peraturan ·   Bersifat wajib ·   Melekat pada jabatan, bukan pribadi   Contoh Tugas Lembaga Publik Tanggung jawab adalah kewajiban untuk mempertanggungjawabkan segala tindakan, keputusan, atau pelaksanaan tugas kepada publik atau lembaga pengawas.   Bentuk Tanggung Jawab ·   Laporan kinerja ·   Audit keuangan ·   Evaluasi publik ·   Pengawasan internal dan eksternal   Contoh Praktik Tanggung Jawab ·   Presiden menyampaikan pidato pertanggungjawaban ·   Pejabat publik melaporkan LHKPN ·   Pemerintah daerah menyampaikan laporan APBD   Mengapa Wewenang, Tugas, dan Tanggung Jawab Penting dalam Demokrasi? 1. Mencegah Penyalahgunaan Kekuasaan Dengan membagi dan menetapkan batas wewenang, tidak ada pejabat atau lembaga yang bisa bertindak seenaknya. 2. Menciptakan Pemerintahan yang Transparan Setiap lembaga wajib menjalankan tugas dan melaporkan hasilnya kepada publik. 3. Memastikan Akuntabilitas Publik Rakyat sebagai pemegang kedaulatan berhak mengetahui bagaimana wewenang dijalankan. 4. Memperkuat Checks and Balances Wewenang yang dibagi antar lembaga mencegah dominasi kekuasaan. 5. Menjaga Kepercayaan Publik Pemerintahan yang bertanggung jawab lebih dipercaya oleh masyarakat. Konsep wewenang, tugas, dan tanggung jawab adalah fondasi penting dalam sistem demokrasi. Ketiganya menciptakan keseimbangan kekuasaan, mencegah penyalahgunaan wewenang, dan memastikan pemerintahan berjalan transparan serta akuntabel. Semakin jelas pembagian peran antar lembaga, semakin kuat pula demokrasi suatu negara. (REZ)  

The Art of Strategic Silence: Seni Diam yang Menjadi Kekuatan Taktis Pemimpin Modern

Wamena – Bicara memiliki seninya, dan diam pun demikian. Dalam dunia profesional maupun kehidupan sehari-hari, kemampuan untuk menahan diri, mengelola emosi, dan memilih waktu yang tepat untuk berbicara merupakan salah satu keterampilan tertinggi dalam kecerdasan komunikasi. Forbes pernah menyoroti konsep Strategic Silence, sebuah strategi diam penuh perhitungan yang menjadi taktik negosiasi favorit para top leaders di industri teknologi dunia. Prinsip ini menekankan bahwa diam bukan berarti pasif. Sebaliknya, diam yang terarah dapat menjadi alat untuk membaca situasi, menenangkan emosi, dan membuat keputusan yang lebih bijaksana. Di tengah tekanan kerja maupun dinamika sosial yang penuh ketidakpastian, seni diam dapat menjadi kunci untuk menentukan langkah paling tepat. Mengapa Strategic Silence Penting dalam Pengambilan Keputusan? 1. Menghindari Keputusan Saat Emosi Tinggi Ada pepatah bijak: “Jangan ambil keputusan saat terlalu bahagia, terlalu sedih, atau terlalu marah.” Hal ini sejalan dengan temuan psikologi modern yang menyatakan bahwa emosi ekstrem dapat mengganggu logika dan persepsi risiko. Keputusan saat terlalu bahagia Saat suasana hati terlalu baik, manusia cenderung mengambil keputusan tanpa memperhitungkan konsekuensi panjang. Rasa optimisme berlebihan sering membuat risiko terasa lebih kecil dari sesungguhnya. Keputusan saat terlalu sedih Ketika terhanyut dalam kesedihan, manusia cenderung merendahkan dirinya sendiri, memiliki persepsi negatif tentang masa depan, dan memilih opsi yang paling rendah risiko meski tidak produktif. Keputusan saat marah Kemarahan sering mendorong seseorang untuk bersikap impulsif. Pada kondisi ini, keputusan yang diambil biasanya terlalu berani, terlalu cepat, atau terlalu ekstrem. Strategic Silence membantu seseorang berhenti sejenak, menenangkan diri, dan mengembalikan kontrol atas pikiran sebelum melangkah. 2. Digunakan oleh Top Leaders Dunia Pemimpin teknologi kelas dunia seperti CEO perusahaan raksasa global sering diketahui menggunakan strategi diam dalam rapat dan negosiasi tingkat tinggi. Diam memberi mereka ruang untuk: Mengamati dinamika ruangan   Menilai motivasi lawan bicara   Menghindari reaksi emosional   Memberi kesan tegas dan terukur   Memberi tekanan psikologis positif saat bernegosiasi   Forbes menyebut Strategic Silence sebagai “alat komunikasi yang paling undervalued namun paling efektif dalam kepemimpinan modern.”   3. Relevansi Strategic Silence di Masa Kini Di era digital yang serba cepat, saat media sosial mendorong siapa saja untuk bereaksi spontan, kemampuan untuk menjaga hening justru menjadi kekuatan tersendiri. Banyak konflik, salah paham, hingga keputusan buruk terjadi karena seseorang tergesa menanggapi tanpa memproses situasi secara menyeluruh. Dengan menerapkan seni diam strategis, seseorang dapat: Merespons secara bijaksana, bukan reaktif   Menganalisis informasi dengan jernih   Menghindari kata-kata yang menyesal di kemudian hari   Membangun citra diri yang dewasa dan profesional Diam Adalah Seni, Bukan Kelemahan Strategic Silence bukan tentang menahan suara, tetapi tentang mengatur momen berbicara. Diam dapat menjadi jeda yang menyelamatkan seseorang dari keputusan buruk, membuka ruang berpikir, dan memberikan waktu bagi emosi untuk mereda. Dalam dunia profesional maupun kehidupan pribadi, kemampuan untuk diam secara terarah adalah keterampilan penting yang membuat seseorang selangkah lebih matang, lebih tenang, dan lebih bijaksana dalam menghadapi tantangan. (FPH) Baca juga: Psikologi Kepemimpinan: Mengenal Gaya Humanis dan Gaya Berbasis Perilaku  

Keindahan Alam Danau Biru Kolaka

Wamena – Keindahan alam kali ini berasal dari sebuah danau. Kita tidak begitu asing jika menyebut danau, namun danau yang akan di bahas kali ini adalah danau yang sangat menakjubkan. Danau yang akan di bahas pada keindahan alam kali ini adalah Danau Biru Kolaka di Sulawesi Tenggara selalu memiliki cara untuk membuat siapa pun terdiam. Warna airnya yang sebening kaca berpadu dengan gradasi biru yang nyaris tak masuk akal. Dari kejauhan, danau ini tampak seperti sebuah cermin besar yang memantulkan pepohonan rindang di sekelilingnya. Tidak ada suara yang mengganggu, hanya angin yang menyisir permukaan air dan sesekali kicau burung yang singgah di dahan. Ekosistem yang Tetap Terjaga Hal menarik yang akan kita bahas pada Danau Biru Kolaka terdapat pada kejernihan airnya. Salah satu alasan Danau Biru Kolaka begitu memikat adalah kejernihan airnya. Sejak pertama kali dikenal masyarakat, danau ini hampir tidak pernah berubah warna. Habitat di sekitarnya terbilang terjaga, membuat suasana alami tetap dominan. Pohon-pohon besar, semak hijau, hingga tanaman air di tepian danau membentuk lanskap yang sulit untuk dilupakan. Warga sekitar turut berperan menjaga kebersihan area wisata ini. Kearifan lokal dan kesadaran untuk melestarikan lingkungan menjadikan Danau Biru tetap terpelihara. Wisatawan yang datang pun diminta menjaga sikap dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menghargai ketenangan tempat ini. Keasrian lingkungan menjadi salah satu alasan mengapa Danau Biru banyak dicari oleh pecinta fotografi, wisata alam, hingga keluarga yang ingin menghabiskan waktu tanpa gangguan teknologi. Dari pagi hingga sore, suasana di sini memberikan pengalaman visual yang berbeda-beda—mulai dari cahaya lembut matahari hingga bayangan pepohonan yang memanjang di permukaan air. Akses yang Mudah dan Fasilitas yang Cukup Perjalanan menuju Danau Biru Kolaka sangatlah singkat. Danau Biru terletak di Kabupaten Kolaka dan bisa dicapai sekitar satu jam perjalanan dari pusat kota. Jalan menuju lokasi sudah tergolong baik, sehingga wisatawan tidak perlu khawatir terkait akses. Sesampainya di area danau, pengunjung akan mendapati beberapa gazebo sederhana, tempat istirahat, serta titik-titik foto yang cukup aman. Meski fasilitasnya tidak semegah destinasi wisata besar, kesederhanaan ini justru menjadi bagian dari pengalaman. Banyak pengunjung membawa bekal sendiri, duduk di tepi danau, dan menikmati suasana sambil berbincang santai. Suasana yang tenang ini kerap membuat orang lupa waktu. Terdapat beberapa penginapan di Kolaka tersedia tidak jauh dari Lokasi bagi para wisatawan yang ingin menginap. Potensi Wisata Alam yang Terus Berkembang Tidak heran jika keindahan Danau Biru Kolaka sering disebut sebagai permata tersembunyi Sulawesi Tenggara. Minat wisatawan terhadap destinasi alami, danau ini memiliki peluang besar berkembang sebagai ikon wisata daerah. Masyarakat dan pemerintah setempat terus mendorong pengelolaan yang berkelanjutan, agar keindahan danau tidak hilang ditelan modernisasi. Mulai dari konten promosi, foto-foto dari wisatawan, hingga ulasan di media sosial ikut membantu memperkenalkan keindahan Danau Biru ke publik. (ANY) Baca juga: Keindahan Alam Tanjung Bira

Hari Antikorupsi Sedunia: Refleksi ASN untuk Setop Normalisasi Korupsi di Indonesia

Wamena – Momen perayaan Hari Antikorupsi Sedunia setiap tanggal 9 Desember. Sebuah momentum seruan untuk menghentikan normalisasi praktik korupsi di berbagai sektor pelayanan publik. Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah figur yang tepat untuk menjadi contoh baik praktik antikorupsi sederhana dimulai dari meja kerjanya. Budaya Malu Telat dan Mau Tepat Waktu ASN diharapkan sadar akan kewajiban sebagai pelayan publik. Biasakan untuk hadir dengan jujur dan disiplin. Kehadiran yang tepat waktu akan mencerminkan bentuk kejujuran dan kedisiplinan etos kerja. Selain itu, tumbuhkan budaya kerja yang pulang kerja sesuai dengan jam kerja setiap lembaga atau instansi masing-masing. Mental Originalitas Hargai karya dan usaha dari orang yang menciptakannya. Bila ASN hanya terbiasa menjiplak dan menyadur dengan mengambil jalan pintas tanpa usaha nyata maka terbentuklah mental penjiplak. ASN harus menggunakan ide pemikiran sendiri dalam pekerjaan semisal membuat berita satu hari satu berita, membuat laporan aktualisasi diri bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dan mengerjakan karya ilmiah. Berani tampil dengan menonjolkan kemampuan sendiri akan menciptakan kepercayaan diri dan kejujuran akan hasil yang dikerjakan. Integritas di Balik Amplop Cokelat ASN harus memiliki jiwa integritas yang dilatih dari diri sendiri. Setiap layanan publik pastikan dikerjakan sesuai dengan standar layanan publik yang telah ditetapkan. Segala bentuk pemberian amplop cokelat atau hal-hal yang menguntungkan diri sendiri sebagai salah satu tindakan korupsi. Setop di kamu sebagai ASN apabila terjadi serangan amplop cokelat untuk kepentingan pribadi dibandingkan dengan kepentingan publik. Setop Budaya Yoyo Yoyo adalah permainan tradisional dengan naik turunkan menggunakan tali. Hal ini dapat disandingkan dengan pekerjaan ASN. Budaya yoyo dalam pekerjaan akan tampak ketika kinerja administratif tidak konsisten, tanggungjawab yang dilemparkan, kepatuhan hanya ada kehadiran pimpinan tinggi, dan integritas yang minim. Hapuskanlah budaya yoyo pada saat kerja dengan menjadi ASN teladan dalam disiplin administratif, transparansi kerja, akurasi laporan, dan komitmen melayani publik. (STE) Baca juga: Korupsi, Luka Sunyi yang Menggerogoti Harapan Masyarakat