Berita Terkini

Simaksi 2025: Pengertian, Fungsi, Cara Daftar, dan Aturan Terbaru untuk Pendaki Gunung di Indonesia

Wamena - Dalam beberapa tahun terakhir, pendakian gunung di Indonesia semakin diminati oleh berbagai kalangan, baik pemula maupun profesional. Seiring tingginya minat tersebut, pemerintah terus meningkatkan regulasi guna melindungi ekosistem gunung. Salah satu regulasi penting adalah Simaksi atau Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi. Simaksi menjadi dokumen utama yang wajib dimiliki setiap pendaki sebelum memasuki kawasan konservasi.   Apa Itu Simaksi? Simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) adalah dokumen resmi sebagai bukti bahwa seseorang telah mendapatkan izin untuk memasuki dan melakukan aktivitas di kawasan konservasi seperti Taman Nasional, Cagar Alam, maupun Suaka Margasatwa.   Baca Juga: Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula: Panduan Lengkap agar Pendakian Lebih Aman dan Nyaman   Fungsi Utama Simaksi ·         Mengontrol jumlah pendaki demi menjaga kelestarian alam ·         Mencatat data pendaki untuk keamanan ·         Menjamin aktivitas pendakian sesuai aturan konservasi ·         Menjadi acuan jika terjadi keadaan darurat   Mengapa Simaksi Wajib bagi Pendaki? 1.    Simaksi merupakan hal yang wajib sebelum melakukan pendakian karena untuk menjaga kelestarian ekosistem 2.    Simaksi memiliki fungsi untuk memastikan keamanan pendaki 3.    Simaksi juga wajib karena untuk mengatur tata Kelola gunung   Jenis-Jenis Simaksi yang berlaku di Indonesia 1.    Simaksi untuk melakukan kegiatan Pendakian 2.    Simaksi untuk melaksanakan kegiatan Camping 3.    Simaksi untuk eksplorasi ataupun riset   Persyaratan Umum Mengajukan Simaksi 1.    Dokumen Pribadi ·         KTP/Kartu Pelajar/Identitas resmi ·         Kontak Darurat ·         Surat Kesehatan untuk beberapa gunung tertentu 2.    Persyaratan Kelompok ·         Minimal 2 orang (beberapa gunung ada yang minimal tiga dan tidak mengizinkan pendakian solo atau sendiri) ·         Penanggung jawab kelompok ·         Nomor telepon yang aktif   Cara Mengurus Simaksi untuk Pendakian Gunung 1.    Pendaftaran Online Sebagian besar taman nasional telah menerapkan sistem online, Langkah-langkahnya diantaranya: ·         Kunjungi Website resmi Taman Nasional atau BKSDA ·         Pilih menu pendaftaran Simaksi ·         Isi data diri lengkap ·         Pilih tanggal pendakian ·         Unggah persyaratan yang diminta ·         Lakukan pembayaran 2.      Pendaftaran Offline Beberapa gunung masih melayani pendaftaran langsung di Basecamp atau Balai Taman Nasional. 3.      Pembayaran Pembayaran dapat dilakukan via transfer bank, e-wallet, atau langsung di loket.   Aturan dan Ketentuan Simaksi yang harus diketahui 1.    Kuota Pendakian 2.    Masa Berlaku Simaksi dan juga Larangan Umum. (REZ)

Let Them Theory: Prinsip Kecil untuk Hidup yang Lebih Tenang

Wamena – Menjalani ritme yang bergerak cepat, tanpa disadari manusia jarang berhenti dan berpikir untuk terus bergerak seperti arus sungai yang tak pernah surut, ada satu kenyataan yang semakin terasa: manusia kelelahan bukan semata karena pekerjaan. Kelelahan muncul dari kebiasaan mengatur hal-hal yang berada jauh di luar jangkauan, dari ekspektasi yang menuntut, komentar yang tidak selalu kita minta, hingga kesalahpahaman yang tak kunjung reda. Pelan-pelan, hal-hal kecil itu menggerogoti ketenangan Mel Robbins dan Let Them Theory: Sebuah Jeda dalam Keriuhan  Motivator internasional Mel Robbins memperkenalkan sebuah pendekatan bernama Let Them Theory, sebuah teori yang terdengar sederhana, namun justru menggambarkan realitas manusia modern dengan sangat jelas. Teori ini mengajarkan: Jika orang lain ingin pergi, biarkan.   Jika mereka melihat dirimu dengan cara yang keliru, biarkan.   Jika seseorang mengambil keputusan yang menurutmu tidak masuk akal, biarkan.   Let them bukan ajakan untuk tidak peduli, tetapi pelajaran tentang kedewasaan emosional, bahwa hidup menjadi jauh lebih ringan ketika kita berhenti mencoba memperbaiki segala sesuatu yang bukan tanggung jawab kita. Let Them Bukan Tentang Menyerah, tapi Tentang Menjaga Diri Dalam dinamika hidup yang terus bergerak seperti roda yang tak berhenti, Let Them Theory menjadi sebuah cara untuk menepi tanpa harus menghilang. Ia menciptakan ruang kecil namun penting yang memungkinkan kita menarik napas panjang dan kembali mengenali diri sendiri. Let them mengingatkan bahwa kontrol manusia selalu terbatas. Tidak semua hal harus kita genggam. Tidak semua dinamika harus kita rasakan terlalu dalam. Setelah membiarkan dunia berjalan dengan ritmenya sendiri, teori ini mengajak kita untuk menengok ke dalam: Let me choose what matters. Let me protect my energy. Let me walk away when needed. Dalam dunia yang bereaksi cepat, “Let me” adalah jeda. Jeda yang mengingatkan bahwa keputusan paling berharga sering kali tidak berbentuk teriakan, melainkan bisikan hati: “cukup untuk hari ini.” Terlalu Banyak Opini, Terlalu Sedikit Ruang untuk Diri Sendiri Setiap pagi, manusia memiliki kebebasan untuk mengakses ribuan opini hanya dengan menggulir layar smart phonenya. Akibatnya, kita menjadi tahu terlalu banyak tentang orang lain, bahkan orang yang tidak kita kenal. Kita terseret dalam percakapan, ekspektasi dan dinamika yang bukan milik kita.  Lama-kelamaan, batas personal menjadi kabur. Energi terkuras bukan untuk hal penting, tetapi untuk reaksi spontan terhadap dunia yang tidak pernah berhenti berbicara. Di sinilah Let Them menjadi seperti pintu keluar yang sederhana namun penuh makna. Ia mengembalikan kita pada pengalaman menjadi manusia yang lebih pelan, lebih jernih, lebih sabar, dan lebih jujur terhadap apa yang kita butuhkan. Let Them Theory: Relevan untuk Hidup yang Lebih Tenang Di tengah ritme yang dinamis, Let Them Theory menjadi pengingat penting untuk menjaga ketenangan batin. Hidup di dunia yang penuh tantangan membutuhkan ruang untuk menyaring mana yang perlu dipikirkan dan mana yang cukup dibiarkan berlalu. Hidup tidak harus menjadi perlombaan untuk memahami semua orang. Kadang, kedewasaan justru hadir ketika kita berani berkata:  “Biarkan. Itu bukan bagian saya.” Let Them Theory mengajak kita untuk kembali pada inti kehidupan modern: manusia hanya dapat mengendalikan sebagian kecil dari dunia. Sisanya adalah latihan melepaskan. Ketika seseorang mampu mengatakan let them, ia sebenarnya sedang mengatakan let me dengan membiarkan dirinya menjaga ketenangan, memilih yang penting, dan mengambil langkah mundur ketika dunia terasa terlalu bising. Pada akhirnya, di tengah hiruk-pikuk dunia yang terus bergerak, melepaskan adalah cara lain untuk mencintai diri sendiri. (FPH)

Keindahan Alam Pantai Parangtritis

Wamena – Keindahan alam kali ini berasal dari sebuah Pantai. Pantai yang banyak diminati oleh wisatawan. Salah satunya adalah Pantai Parangtritis. Pantai Parangtritis di Yogyakarta adalah salah satu pantai paling ikonik di Indonesia. Terletak sekitar 27 kilometer dari pusat Kota Jogja, pantai ini dikenal dengan garis pantai panjang, ombak besar, dan hamparan pasir hitam yang luas. Suasana Humanis yang Dihadirkan Masyarakat Lokal Masyarakat lokal di Pantai Parangtritis ini ramah dan hangat. Para pedagang, penyewa ATV, hingga pengelola andong memberikan pelayanan yang membuat wisatawan merasa dekat dengan suasana kampung pesisir. Wisatawan bisa mencoba naik bendi atau andong yang menyusuri bibir pantai. Suara derap kuda yang menyatu dengan angin laut memberi pengalaman yang menenangkan. Kegiatan ini sangat digemari keluarga maupun pasangan yang ingin menikmati suasana sore secara santai. Warga lokal juga menyediakan makanan khas seperti jagung bakar, sate ayam, kelapa muda, dan jajanan tradisional di sekitar pantai. Spot Foto dan Aktivitas yang Semakin Menjadi Favorit Wisatawan Banyak aktivitas menarik di Pantai Parangtritis. Hamparan pasir hitam dan langit yang luas menjadi latar dramatis yang sulit ditolak bagi pecinta fotografi. Wisata ATV adalah salah satu aktivitas paling populer di Parangtritis. Wisatawan dapat merasakan sensasi petualangan yang menyenangkan, terutama saat matahari mulai turun. Selain itu, wisata paralayang yang dilakukan dari Bukit Parang Endog menawarkan pengalaman terbang di atas lautan dengan pemandangan pantai yang spektakuler. Bagi yang ingin suasana lebih tenang, berjalan kaki di tepian pantai sambil menikmati suara ombak adalah kegiatan sederhana namun paling disukai. Angin laut yang lembut, aroma pantai yang khas, dan deburan ombak besar memberi efek relaksasi alami. Akses Mudah dan Fasilitas Lengkap untuk Wisatawan Jalan menuju lokasi sudah mulus, dan transportasi umum maupun kendaraan pribadi bisa digunakan. Akses ke Pantai Parangtritis terbilang mudah dijangkau dari pusat Kota Yogyakarta. Setibanya di area pantai, fasilitas seperti tempat parkir luas, toilet, mushola, hingga warung makan tersedia dengan cukup baik. Banyak penginapan disekitar kawasan dengan harga bervariasi, mulai dari homestay hingga hotel yang menghadap laut. Wisatawan bisa memilih untuk menginap dan menikmati suasana pantai sejak pagi, waktu di mana cahaya matahari masih lembut dan suasana terasa lebih sejuk. Pantai parangtritis memiliki keindahan alamnya yang kuat, ombak besar yang menjadi ciri khas, serta suasana mistis yang menyatu dengan legenda menjadikan Parangtritis berbeda dari pantai mana pun. (ANY) Baca juga: Keindahan Alam Bukit Merese Lombok

Mengapa Pohon Cemara Identik dengan Natal? Ini Sejarah dan Maknanya

Wamena – Pohon cemara telah menjadi ikon dari setiap perayaan hari Natal. Alasan bukan hanya karena estetika semata. Sebuah tradisi yang memiliki akar sejarah yang berasal dari berbagai kebudayaan Eropa hingga berkembang menjadi ikon perayaan Natal yang mendunia. Berawal dari Tradisi Bangsa Eropa Kuno Pada suatu saat terdapat kehidupan suku di wilayah Jerman. Suku peradaban kuno Jerman biasanya melakukan penyembahan di pohon oak. Di antara keberadaan penyembahan pohon oak, ada seorang misionaris yang diutus oleh Paus Gergorius II, yaitu Santo Bonifasius pada tahun 716. Ia dikenal dengan sosok pengkhotbah injil dan misionaris yang mudah diterima masyarakat dan pemimpin suku hesse (Jerman Tengah). Santo Bonifasius telah mengetahui bahwa setiap musim dingin maka penduduk akan berkumpul di bawah sebuah pohon oak sebagai tempat penyembahan dan pemujaan. Ia ingin mengubah cara pandang dengan menghancurkan pohon oak yang dipuja oleh masyarakat setempat. Santo Bonifasius mencegah agar tidak terjadi pengorbanan manusia lalu ia mengambil kapak untuk menebang pohon oak. Muncullah keajaiban dan mukjizat bahwa pohon oak raksasa telah ditebang lalu tumbuhlah sebatang pohon cemara muda. Santo Bonifasius dipenuhi sukacita kemudian berbicara kepada banyak orang bahwa malam itu adalah kelahiran Sang Juruselamat. Martin Luther: Rasa Penasaran Menuju Cahaya Natal Pada tahun 1882, Martin Luther sedang berjalan di malam hari. Tiap jalan yang dilaluinya membuat berkesan karena terdapat kelap-kelip bintang di antara pepohonan. Lalu setelah perjalannya ke rumah, ia mendapatkan ide untuk memasangkan lilin yang ada di rumahnya. Ia terinspirasi dari momen ketika melihat kelap-kelip bintang di antara pepohonan sepanjang perjalanannya. Ratu Victoria dan Pangeran Albert Menurut Telegraph, Pangeran Albert yang memiliki keturunan Jerman yang menumbuhkan pohon cemara di Istana Windsor. Ilustrasi yang telah di dokumentasikan sejarah membuktikan bahwa mereka sedang bediri bersama anak-anaknya di sebuah pohon Natal. Sebuah ilustrasi yang termuat dalam Illustrated London News. Memaknai Pohon Cemara Pohon cemara adalah pohon damai dan lambing kehidupan abadi. Alasannya adalah daun-daun dari pohon cemara senantiasa berwarna hijau. Bila kita melihat bagaimana daun-daun pohon cemara mengarah ke langit yang menandakan bahwa semua akan menyembah ke Tuhan Yesus Kristus. Pohon cemara sebagai ikon pohon Natal untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus. Yesus Kristus lahir di dunia sebagai Juruselamat Yang Hidup, persembahan cinta dan kasihNya kepada umat manusia di dunia. (STE) Baca juga: Inspirasi Renungan Natal 2025 Bersama Keluarga di Rumah

Memahami Makna Lagu Kita Usahakan Rumah Itu oleh Sal Priadi: Pesan Hangat untuk ASN tentang Keluarga, Kesibukan, dan Tempat Kembali

Wamena – Sal Priadi melalui karya lagu “Kita Usahakan Rumah Itu,” memberikan sebuag pesan yang relevan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Beberapa alasan yang menjadikan lagu Sal Priadi begitu dekat dengan kehidupan ASN karena selaras dengan kehidupan sebagai pelayan publik, mengingatkan pentingnya keseimbangan (work life balance), dan menyentuh sisi emosional tentang keluarga. Rumah Sederhana: Pengingat ASN tentang Pondasi Kehidupan dari Keluarga Lirik “Kita usahakan rumah itu, dari depan akan tampak sederhana, tapi dibuat kuat, dirancang muat, lega” yang menggambarkan bahwa sebuah rumah sederhana merupakan pondasi ASN dimulai dari keluarga. Rumah yang tampak sederhana mencerminkan tentang komitmen dalam menjaga keluarga, tempat kembali pulang yang aman, dan ruang untuk pulih secara mental. Perabotan, Wangi-Wangian: Pembagian Tugas yang Kolaboratif Lirik “Urusan perabotan dan wangi-wangian, kuserahkan pada seleramu yang lebih maju. Tapi tata ruang, aku ikut pertimbangkan” yang menunjukkan bagaimana arti saling berbagi tanpa saling mendominasi. Hal ini mengajarkan ASN tentang pentingnya komunikasi dua arah, pembagian peran yang setara, kesedian untuk turut terlibat, dan perasaan saling menghargai pasangan. Pembagian tugas ruamh tangga menjadi fondasi ASN untuk menciptakan keluarga yang harmonis. Ruang Makan dan Meja Panjang: Simbol Kebersamaan Lirik “Kar’na kalau nanti kita punya kesibukan, malam tetap kumpul di meja panjang, ruang makan kita, berbincang tentang hari yang panjang” menjadi pengingat yang menyentuh bagi ASN. Seakan-akan lirik mengajak ASN merenungkan bahwa makan malam bersama menjadi ritual penting meskipun jadwal kerja yang padat. Meja makan menjadi simbol bahwa kita diterima dengan baik oleh keluarga melalui makan malam bersama. Keliling Dunia: Kembali Pulang ke Rumah Tempat Damai Lirik “Boleh kamu keliling dunia …. Sementara kamu boleh namai itu rumah, selama ada mereka yang kamu cinta di dalamnya” menegaskan bahwa rumah bukan berbicara lokasi, melainkan tentang orang-orang yang ada di dalamnya. Penggalan lirik yang relevan bagi ASN yang memiliki pekerjaan lembur, berpindah tugas, perjalanan dinas, hingga mutasi. Bagaimanapun juga perjalanan ASN maka rumah adal tetap sebagai tempat di mana hati, perasaan, dan harapan berlabuh. Rumah adalah tempat ASN untuk menerima kehangatan, penerimaan diri, dan tempat cinta bertumbuh. (STE) Baca juga: Memaknai Lirik Ada Titik Titik di Ujung Doa Oleh Sal Priadi: Renungan Mendalam ASN Tentang Maaf, Lelah, dan Ketulusan

Memaknai Lirik Ada Titik Titik di Ujung Doa Oleh Sal Priadi: Renungan Mendalam ASN Tentang Maaf, Lelah, dan Ketulusan

Wamena – Penggalan lirik lagu Sal Priadi yang berbunyi “Ada titik-titik di ujung doa-doa, keselamatan penutup malam, kuisi dengan namamu. Kucoba memaafkanmu selalu. Kalau di situ ada salahku, maafkanku juga” memiliki makna mendalam tentang saling memaafkan. Lirik yang memiliki hubungan emosional dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui luapan hati dalam menyeimbangkan tuntutan kerja, konflik relasi, dan emosi. Ruang Hening untuk Mengampuni dan Diampuni “Ada titik-titik di ujung doa-doa,” menggambarkan bahwa kita sebagai ASN perlu memberikan jeda untuk hening dalam setiap untaian doa yang terucapkan. Titik-titik menyiratkan bahwa sebuah harapan yang ada, luka yang sembuh dengan doa, atau perasaan bersalah untuk diberikan pengampunan. ASN mampu memahami bagaimana keadaan dirinya dan relasi rekan kerja setelah selesai bekerja melalui doa. Lirik “kucoba memaafkanmu selalu,” memberikan pesan kuat bagi ASN tentang kedewasaan secara emosional. Setiap pekerjaan tentunya muncul sebuah gesekan antarrekan kerja, masyarakat, ataupun pimpinan. Sal Priadi mengajak kita sebagai ASN bahwa memaafkan sebagai upaya diri untuk tetap sehat secara mental dan batin. Sal Priadi mempertegas arti maaf melalui lirik “kalau di situ ada salahku, maafkanku juga.” Makna yang menggambarkan kerendahan hati untuk ASN dapat menerima dirinya juga memiliki kesalahan. Memaafkan diri sendiri merupakan salah satu tindakan untuk menjaga kesehatan mental, mewujudkan integritas, dan kedewasaan dalam mengelola emosi. Kesehatan Mental Melalui Lirik Lagu Lirik-lirik lagu Sal Priadi memiliki makna mendalam dan menyiratkan tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan mental melalui hal-hal yang sederhana. ASN memiliki beban dalam kerjaan, tuntutan keluarga, antarrekan kerja, dan harapan masyarakat. Beberapa makna mendalam untuk menjaga kesehatan mental ASN antara lain: Doa Sebagai Tempat Kembali Refleksi ASN memiliki dinamika pekerjaan yang naik turun seiring dengan tuntutan pekerjaannya. Doa sebagai tempat untuk meletakkan segala keresahan, penat, emosi, dan berkeluh kesah. Kesusahan sehari cukuplah sehari yang tertuang dalam lirik “keselamatan penutup malam.” Luapkanlah dan ceritakanlah apa hal-hal yang masih mengganjal melalui doa sebelum kamu tidur malam. Memaafkan, Bukan Sekedar Kata, Kedewasaan Emosional ASN memiliki hubungan yang tidak selalu mulus dan baik-baik saja. Muncul beragam konflik di dunia kerja yang tidak dapat dihindarkan. Lirik yang mengajarkan bahwa kamu harus memahami tentang bagaimana menjaga harmoni pekerjaan lebih penting daripada memberikan makan egomu yang mungkin mengganggap diirimu selalu benar. Tidak semua berjalan sesuai dengan harapan dan ekspektasimu, relakanlah dengan memaafkan. Mengampuni untuk Diampuni Karya Sal Priadi mengingatkan bahwa kita membutuhkan ketenangan batin meskipun  di balik seragam dinas. Lirik yang menggambarkan dan memberikan ruang bagi kita refleksi tanpa menghakimi. Penanda bahwa kita memaafkan sebagai bagian dari kedewasaan dan professional. ASN sebaiknya memiliki jiwa mengampuni sebelum diampuni akan kesalahan yang diperbuatnya. Faktanya ASN membutuhkan kehangatan emosional melalui doa. (STE) Baca juga: Memaknai Lagu Besok Kita Pergi Makan dari Sal Priadi untuk ASN