Berita Terkini

Inspirasi Renungan Natal 2025 Bersama Keluarga di Rumah

Wamena – Natal 2025 tak terasa akan tiba waktu untuk merayakannya. Gereja telah menyediakan tema perayaan Natal. Tradisi perayaan Natal tidak hanya dilakukan di gereja saja namun dapat dilakukan di rumah. Kegiatan renungan keluarga membuat suasana perayaan Natal menjadi hangat dan penuh sukacita. Ucapan Natal untuk Keluarga Ucapan natal untuk keluarga yang dapat dibagikan di grup keluarga dan media sosial. Berikut beberapa ucapan yang relevan: Selamat Natal. Semoga damai Tuhan tinggal di rumah kita. Kasih Kristus memenuhi keluarga kita dengan sukacita yang baru. Terang Natal membawa pengharapan bagi perjalanan keluarga kita. Semoga hati kita Bersatu dalam kasih pada perayaan Natal tahun ini. Ayat Alkitab Renungan Natal Keluarga Sejumlah ayat menjadi pilihan bagi keluarga untuk dibacakan ataupun dibagikan. Ayat yang dapat digunakan antara lain: Lukas 2:14 Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi. Yesaya 9:6 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita. Yohanes 1:14 Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita. Mazmur 133:1 Alangkah indahnya hidup rukun dalam keluarga. Doa Natal Keluarga Berikut doa yang dapat digunakan untuk renungan natal di rumah: “Tuhan, kami bersyukur atas kasih dan penyertaan-Mu sepanjang tahun. Pada perayaan Natal ini, penuhi hati keluarga kami dengan damai dan sukacita. Berkatilah setiap anggota keluarga dengan kesehatan, hikmat, dan kasih yang tulus. Tuntun kami memasuki tahun yang baru dengan pengharapan yang kuat dan langkah yang Engkau arahkan. Jadilah terang dalam rumah ini hari demi hari. Amin.” Perayaan Natal di rumah diharapkan membawa pengharapan baru dan memperkuat ikatan keluarga. (STE) Baca juga: Inspirasi Ide Lomba Natal untuk Anak Sekolah Minggu

Inspirasi Ide Lomba Natal untuk Anak Sekolah Minggu

Wamena – Perayaan Natal mendekati di bulan Desember. Beragam kegiatan dilakukan di gereja. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam rangka menyambut hari Natal. Pelaksanaan kegiatan hari natal menyasar ke sekolah minggu. Kegiatan ini akan memberikan ruang bagi anak sekolah minggu menunjukkan kemampuan serta kreativitas mereka. Berikut ide untuk lomba Natal sekolah minggu. Drama Mini Kelahiran Yesus Kristus Juruselamat Yang Hidup Guru sekolah minggu mengarahkan anak untuk diberikan peran-peran dalam drama mini Natal. Berikanlah teks yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak sekolah minggu. Latihan dapat dipandu dan dibimbing oleh guru sekolah minggu dan orangtua. Kartu Natal Kreatif Guru sekolah minggu menyiapkan peralatan sederhana untuk anak sekolah minggu membuat kartu natal sekreatif mungkin. Hasil karya anak sekolah minggu ditempelkan di papan pengumuman gereja. Hafalan Ayat Bertema Natal Guru sekolah minggu memberikan ayat hafalan untuk sekolah minggu. Guru sekolah minggu menunjuk ke pendeta atau majelis gereja menjadi juri penilai. Fashion Show Natal Guru sekolah minggu memberikan undian tokoh-tokoh seputaran Natal untuk anak sekolah minggu. Guru sekolah minggu memberikan contoh tentang pakaian yang digunakan oleh tokoh-tokoh Natal melalui gambar ataupun contoh secara langsung. Guru sekolah minggu memberikan saran untuk menggunakan pakaian-pakaian ataupun perlengkapan yang kreatif dan sederhana. Tukar Hadiah Natal Guru sekolah minggu memberikan perintah untuk anak sekolah minggu membawakan hadiah yang ditentukan nominal harga dari hadiah yang akan dibawa. Guru sekolah minggu memberikan permainan kreatif dalam menentukan siapa yang akan menukar hadiah seperti, menari bersama yang saling berhadapan akan bertukar kado, mengundi dengan nomor di kertas, atau anak sekolah minggu diajak untuk berlari-larian dalam mengambil nomor undian. Ranking 1 Guru sekolah minggu mengadakan lomba ranking 1 berdasarkan umur dari anak sekolah minggu. Guru sekolah minggu membuat soal berdasarkan tema Natal. Natal: Sharing is Caring Guru sekolah minggu membuat sebuah kegiatan peduli kasih terhadap sesama anak. Kegiatan dilakukan dengan membuat paket kecil untuk teman melalui sumbangan sukarela, menulis kartu ucapan natal, ataupun berbagi makanan. Guru sekolah minggu mengajak pendeta dan majelis gereja dalam menjalankan kegiatan peduli kasih. (STE) Baca juga: Langkah Praktis Membuat Kue Tusuk Gigi dalam Menyambut Hari Natal

Mengenal Introvert Ketika Tenang Menjadi Sumber Kekuatan

Wamena - Di tengah hiruk-pikuk dunia yang menuntut semua orang untuk tampil, berbicara, dan bersosialisasi tanpa henti, ada sekelompok individu yang justru menemukan energi dari ketenangan. Mereka dikenal sebagai introvert sebuah istilah yang sering disalahpahami, namun menyimpan kisah humanis tentang bagaimana manusia memaknai ruang, waktu, dan kenyamanan batinnya. Sunyi yang Bukan Kesepian Bagi seorang introvert, berada dalam suasana ramai bisa terasa menguras energi. Namun bukan berarti mereka anti-sosial. Mereka bisa bersosialisasi, tersenyum, dan berbicara dengan hangat hanya saja, setelah itu mereka butuh waktu untuk kembali mengisi ulang tenaga melalui kesendirian. Dalam momen sunyi itulah mereka menemukan ketenangan: membaca buku, mendengar musik pelan, atau sekadar duduk menatap langit. Mendengar Lebih Dalam, Merasa Lebih Peka Introvert adalah pendengar yang baik. Mereka tidak terburu-buru merespons, tetapi menyimak dengan penuh empati. Ketika berbicara, kata-kata yang keluar sering lebih matang karena telah melalui proses perenungan. Kelembutan cara mereka memahami dunia membuat banyak orang merasa nyaman berada di dekat mereka. Baca juga: Menjaga Hutan, Menyimpan Warisan Berharga untuk Anak Cucu Dunia yang Teratur di Dalam Kepala Banyak orang introvert dikenal sebagai pemikir. Mereka memproses sesuatu dengan detail dan mendalam. Keputusan yang mereka ambil biasanya tidak terburu-buru, tetapi lahir dari analisis yang matang. Di balik diam mereka, ada dunia gagasan yang kaya: ide-ide kreatif, solusi unik, bahkan imajinasi yang jarang disadari orang-orang sekitar. Tidak Semua Tampil Harus Ramai Dalam masyarakat yang sering mengukur keberanian dari seberapa lantang seseorang berbicara, introvert hadir sebagai pengingat bahwa ketenangan juga sebuah bentuk kekuatan. Mereka mengajarkan bahwa tidak semua hal harus dirayakan dengan sorak-sorai kadang keheningan justru menyembuhkan. Setiap Karakter Itu Berharga Introvert bukan kekurangan. Ia hanyalah cara lain manusia merespons dunia. Ada yang bersinar lewat keramaian, ada yang bersinar lewat ketenangan. Dan keduanya sama-sama berharga. Dalam kehidupan yang terus bergerak cepat, introvert hadir membawa pesan sederhana namun bermakna tenang bukan berarti lemah, diam bukan berarti tidak peduli. Justru di sanalah kita menemukan bahwa setiap manusia punya caranya sendiri untuk tumbuh, memahami, dan mencintai kehidupan.(AAZ) Baca juga: Luka di Tubuh Bumi Akibat Kerusakan Hutan yang Mulai Terasa di Kehidupan Kita

Menjaga Hutan, Menyimpan Warisan Berharga untuk Anak Cucu

Wamena — Ketika dunia terus berubah dengan cepat, satu hal tetap menjadi harapan masa depan hutan yang lestari. Di tengah ancaman kerusakan alam, menjaga hutan kini bukan lagi pilihan, melainkan tanggung jawab moral bagi generasi sekarang agar anak cucu kelak masih dapat mewarisi bumi yang hijau dan layak dihuni. Hutan sebagai Penjaga Kehidupan Hutan bukan hanya kumpulan pepohonan. Ia adalah sistem kehidupan yang memastikan udara tetap bersih, air tetap mengalir, dan tanah tetap subur. Para ahli mengingatkan, jika hutan habis, maka generasi mendatang akan menerima bumi yang jauh lebih rapuh daripada yang kita nikmati hari ini. Warisan Tak Tertandingi untuk Masa Depan Banyak orang tua kini mulai menyadari bahwa harta warisan terbaik bukanlah emas atau tanah, tetapi lingkungan yang sehat. Hutan yang terjaga berarti udara segar untuk cucu-cucu kita, sumber air yang terjamin, serta ekosistem yang stabil bagi kehidupan. Seorang pemerhati lingkungan di Jakarta mengatakan, “Jika kita menjaga hutan hari ini, sebenarnya kita sedang menulis surat cinta untuk generasi yang belum lahir.” Ancaman yang Kian Nyata Di sejumlah daerah, kerusakan hutan sudah menunjukkan dampaknya. Banjir, tanah longsor, dan krisis air mulai menghantui kehidupan masyarakat. Semua ini menjadi pengingat bahwa alam yang rusak akan mewariskan kesulitan bagi generasi berikutnya. Baca juga: Luka di Tubuh Bumi Akibat Kerusakan Hutan yang Mulai Terasa di Kehidupan Kita Gerakan dari Masyarakat hingga Anak Muda Kesadaran untuk menjaga hutan kini tumbuh dari berbagai kalangan. Komunitas lokal di desa-desa sekitar hutan membuat aturan adat untuk melindungi kawasan hijau. Sementara itu, banyak anak muda ikut kampanye penanaman pohon dan edukasi lingkungan melalui media sosial. Dari aksi kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan hingga gerakan besar rehabilitasi hutan, semuanya menjadi langkah penting untuk memastikan bumi tetap hijau. Hutan sebagai Identitas Bangsa Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan hutan tropis terbesar di dunia. Menjaganya berarti menjaga identitas nasional. Hutan bukan hanya kekayaan alam, tetapi juga bagian dari kebudayaan, tempat masyarakat adat hidup dan menjaga kearifan lokal selama ratusan tahun. Saatnya Bertindak Bersama Menjaga hutan bukan hanya pekerjaan pemerintah atau aktivis. Ini adalah tugas bersama. Setiap pohon yang diselamatkan, setiap hutan yang dilindungi, adalah titipan berharga untuk generasi yang akan datang. Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan. Dan kehidupan itu bukan milik kita sepenuhnya melainkan milik anak cucu yang kelak akan mewarisi dunia yang kita tinggalkan. Jika kita melindungi hutan hari ini, mereka akan mewarisi harapan, bukan kerusakan.(AAZ) Baca juga: Hutan Nafas Bumi yang Menjaga Kehidupan

Apa itu Bawaslu?

Wamena – Dalam setiap pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu), keberadaan lembaga pengawas menjadi kunci memastikan proses demokrasi berjalan jujur, adil, dan transparan. Di Indonesia, lembaga tersebut dikenal dengan nama Badan Pengawas Pemilihan Umum atau yang lebih familiar disebut Bawaslu.  Pengertian Bawaslu Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) adalah lembaga nasional, tetap dan mandiri yang dibentuk berdasarkan UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Tugas utamanya yaitu mengawasi seluruh tahapan Pemilu agar berjalan jujur, adil dan transparan.  Sebagai pengawas pemilihan, Bawaslu bekerja sejak tahap awal mulai dari pemutakhiran data pemilih, pencalonan, kampanye, distribusi logistik, pemungutan suara, hingga rekapitulasi dan penetapan hasil. Tugas Utama Bawaslu Bawaslu memiliki mandat luas dalam penyelenggaraan pemilu. Secara umum, tugas-tugas tersebut meliputi: 1. Mengawasi Seluruh Tahapan Pemilu Mulai dari pendaftaran pemilih hingga penetapan hasil, Bawaslu memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur dan tidak melanggar hukum. 2. Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu aktif melakukan sosialisasi, edukasi, pengawasan melekat (wasmat), hingga mengeluarkan himbauan kepada peserta pemilu agar tidak melakukan pelanggaran. 3. Penindakan Pelanggaran Pemilu Jika terjadi pelanggaran, Bawaslu berwenang menindaklanjuti melalui kajian, mediasi, ajudikasi, hingga penerusan ke pihak berwenang seperti Kepolisian atau KPU. 4. Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu Bawaslu menangani sengketa seperti sengketa antar peserta pemilu, sengketa pencalonan, dan sengketa administratif lainnya. 5. Mengawasi Netralitas Aparatur Negara Termasuk ASN, TNI, Polri, hingga kepala desa dan perangkatnya. Netralitas menjadi salah satu fokus pengawasan penting. Fungsi Bawaslu ialah mencegah dan menindak pelanggaran Pemilu, menjaga hak pilih warga negara, serta mengawasi pelaksanaan tugas KPU di semua tingkatan Dengan fungsi-fungsi tersebut, Bawaslu menjadi penjaga gerbang demokrasi Indonesia. Bawaslu adalah lembaga yang memiliki peran sentral dalam menjaga integritas pemilu di Indonesia. Dengan tugas pengawasan, pencegahan pelanggaran, penindakan, hingga penyelesaian sengketa, Bawaslu menjadi pilar penting untuk memastikan setiap pemilu berjalan jujur, adil, dan demokratis. Di tengah dinamika politik yang semakin kompleks, Bawaslu terus memperkuat perannya sebagai lembaga independen yang berdiri untuk kepentingan publik dan menjaga kualitas demokrasi Indonesia. (FPH) Baca juga: Struktur Biro KPU RI: Apa Saja Tugas dan Fungsinya?

Luka di Tubuh Bumi Akibat Kerusakan Hutan yang Mulai Terasa di Kehidupan Kita

Wamena — Di banyak sudut negeri, pepohonan yang dulu berdiri gagah kini hanya tinggal kenangan. Kerusakan hutan bukan sekadar hilangnya deretan batang pohon, tetapi hilangnya pelindung alam yang selama ini menjaga manusia diam-diam. Dampaknya kini mulai hadir dalam kehidupan sehari-hari lebih dekat dari yang kita kira. Banjir yang Datang Tanpa Ampun Ketika hutan ditebang, tanah kehilangan kemampuan menyerap air. Hujan yang dulu ditahan akar pohon kini mengalir liar, merendam rumah-rumah dan kebun warga. Di beberapa daerah, banjir tak lagi menunggu musim. Ia datang mendadak, membawa lumpur dan merenggut banyak harapan. Longsor yang Mengancam Pemukiman Akar-akarlah yang menjaga bukit tetap kokoh. Saat pepohonan hilang, tanah menjadi rapuh. Longsor pun menjadi ancaman. Di desa-desa lereng bukit, warga hidup dalam kecemasan saat hujan turun deras sebuah ketakutan yang dulu tak pernah sebesar sekarang. Udara yang Kian Berat Dihirup Hutan adalah paru-paru yang memurnikan udara. Ketika hutan rusak, kualitas udara memburuk. Asap pembakaran hutan menciptakan kabut tebal hingga menutup sekolah, mengganggu perjalanan udara, dan membuat anak-anak serta lansia mengalami sesak napas. Bumi seakan kehilangan ritme bernapasnya. Hilangnya Rumah Satwa Kerusakan hutan memaksa satwa-satwa keluar dari habitatnya. Macan, monyet, hingga burung-burung langka mulai muncul di pemukiman warga, bingung mencari makan. Banyak yang akhirnya mati, tertabrak, atau diburu. Ekosistem yang selama ratusan tahun seimbang kini terganggu hanya dalam hitungan tahun. Baca juga: Hutan Nafas Bumi yang Menjaga Kehidupan Air Bersih yang Makin Sulit Didapat Sumber mata air yang dulu mengalir deras kini berubah menjadi aliran kecil atau bahkan mengering. Kerusakan hutan membuat siklus air kacau. Masyarakat yang dulu tak pernah kekurangan air kini harus berjalan jauh atau membeli air galon hanya untuk kebutuhan harian. Perekonomian Warga Ikut Terseret Kerusakan hutan juga merusak sumber penghidupan. Petani kehilangan kualitas tanah terbaiknya, pengumpul madu tak lagi menemukan sarang, dan pelaku wisata kehilangan panorama yang dulu menarik turis. Banyak keluarga merasakan pendapatan yang turun drastis. Hilangnya Ruang Tenang bagi Manusia Di balik semua dampak fisik, ada dampak batin yang tak kalah besar. Hutan yang dulu menjadi tempat warga mencari ketenangan kini berubah menjadi lahan gersang. Anak-anak tak lagi mendengar kicau burung di pagi hari, dan udara segar terasa semakin jarang. Kerusakan hutan bukan hanya urusan lingkungan tapi urusan kemanusiaan. Bumi sebenarnya sedang memberi pesan: bahwa ia membutuhkan manusia untuk menjaga, bukan menghabisi. Karena ketika hutan rusak, yang terluka bukan hanya alam, tapi juga manusia yang hidup di dalamnya.(AAZ)