Berita Terkini

Setahun Ditinggal Shin Tae-yong, Timnas Indonesia Gagal Total: Pelajaran Disiplin untuk ASN

Wamena – Sejak satu tahun pascakepergian Shin Tae-yong, publik sepak bola Indonesia merasakan bagaimana arah dan prestasi Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Alih-alih mendatangkan pelatih yang katanya sesuai kebutuhan kerangka Timnas Indonesia namun justru memperlihatkan kegagalan total dalam capaian prestasi. Kegagalan yang masih terasa sampai sekarang adalah kehancuran Timnas Indonesia dalam babak penyisihan kualifikasi Piala Dunia 2026 yang tinggal beberapa langkah untuk lolos ke ajang Piala Dunia 2026. Nama Shin Tae-yong disebutkan bukan karena alasan nostalgia atau penggemar fanatiknya, melainkan ada sebuah nilai yang menjadi acuan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu kedisiplinan dan visi jangka panjang. Prestasi Anjlok Setelah Shin Tae-yong Kegagalan Piala Dunia 2026 merupakan hal yang tidak dapat diterima oleh publik sepak bola Indonesia. Dalam babak kualifikasi, Timnas Indonesia tidak meraih kemenangan dan berada di posisi juru kunci. Pengganti Shin Tae-yong tidak mampu mempertahankan ritme permainan dan pemilihan pemain berdasarkan pengalaman kelas dunia. Situasi ini menegaskan bahwa perubahan yang terjadi dalam kepelatihan tanpa fondasi yang kuat yang berdampak meruntuhkan sistem yang telah dibangun oleh Shin Tae-yong. Pelajaran Kepemimpinan Shin Tae-yong Perjalanan kepelatihan era Shin Tae-yong ada beberapa pelajaran penting bagi ASN, sebagai berikut: Kinerja Harus Terukur Shin Tae-yong menentukan dan memilih pemain potensial dengan memanfaatkan kerja secara tim yang memiliki indikator yang terukur. ASN perlu mengadopsi cara Shin Tae-yong dalam memberikan output dan dampak yang nyata terhadap hasil kinerja. Disiplin adalah Fondasi Reformasi Birokrasi Siapa yang tidak mengenal budaya disiplin oleh Shin Tae-yong? Beberapa nama pemain yang potensial dan berbakat dicoret karena tidak mengikuti rekomendasi yang diberikan Shin Tae-yong. ASN harus memiliki kesadaran akan budaya kedisiplinan yang dimulai dari diri sendiri. Hal kedisiplinan akan berpengaruh terhadap penilaian publik tentang pelayanan yang diberikan. Evaluasi Tidak Boleh Tumpul Shin Tae-yong tidak segan memberikan evaluasi terhadap hasil permainan tim ataupun individu. Ia memiliki dasar pemahaman tentang sepak bola yang tidak dapat di negoisasi oleh siapapun. Keberanian yang dimiliki ASN dalam melakukan evaluasi secara objektif menjadi kunci keberlanjutan lembaga ataupun instansi. Refleksi Setahun Kepergian Shin Tae-yong Satu tahun kepergian Shin Tae-yong menjadi momentum refleksi besar. Kegagalan Timnas Indonesia mulai dari tidak lolos Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, Kualifikasi Piala Dunia 2026, dan kegagalan yang terbaru dari ajang SEA Games 2025. Pola permainan Timnas Indonesia sangat jauh berbeda bila dilatih oleh Shin Tae-yong. Ketegasan pelatih, manajemen kepelatihan yang disiplin, dan pengalaman kelas dunia yang disajikan oleh Shin Tae-yong tidak dirasakan terhadap pelatih penggantinya yang berbanding terbalik membuat Timnas Indonesia model kegelapan. Kondisi di atas berbicara tentang sistem, kepemimpinan tegas, dan budaya kerja profesional.  Kisah kepergian Shin Tae-yong meningatkan ASN tentang pentingnya budaya disiplin dan evaluasi berkelanjutan dalam sebuah pelayanan publik. (STE) Baca juga: Era Pasca Sir Alex Ferguson : Mengapa Manchester United Gagal Bangkit dan Relevansinya bagi ASN

Pegawai KPU Kabupaten Nduga Tegaskan Komitmen Aktivasi Coretax sebagai Bagian dari Kepatuhan Pajak

Wamena – Pegawai KPU Kabupaten Nduga yang terdiri dari PNS, PPPK, dan CPNS menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan kewajiban perpajakan melalui proses pendaftaran dan aktivasi akun wajib pajak di sistem Coretax DJP. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan integritas dan tertib administrasi di lingkungan Komisi Pemilihan Umum, sekaligus mendukung transformasi digital yang sedang dijalankan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Implementasi Coretax sebagai Tindak Lanjut Surat Edaran KPU RI Kewajiban aktivasi ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran KPU RI Nomor 4452/KU.03.2-SD/02/2025 yang diterbitkan pada 9 Desember 2025. Dalam surat tersebut, seluruh pejabat dan pegawai KPU diminta untuk menyelesaikan pendaftaran dan aktivasi akun wajib pajak serta pembuatan kode otoritas atau sertifikat elektronik paling lambat 31 Desember 2025. KPU Nduga merespons arahan tersebut secara cepat dan terstruktur, memastikan seluruh pegawai memahami tata cara proses aktivasi dan pentingnya sistem perpajakan berbasis digital. Salah satu tahapan yang menjadi perhatian adalah pembuatan sertifikat elektronik, yang kini menjadi elemen utama dalam proses autentikasi layanan perpajakan. Melalui sertifikat ini, pegawai dapat melakukan akses data, otorisasi dokumen, hingga pelaporan pajak secara aman dan terverifikasi. Transformasi digital ini dianggap selaras dengan kebutuhan tata kelola keuangan negara yang semakin modern dan efisien. Selain aktivasi akun Coretax, pegawai KPU Nduga juga diingatkan untuk melaksanakan pelaporan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2025 sesuai ketentuan yang berlaku di Direktorat Jenderal Pajak. Pelaporan dilakukan melalui situs resmi DJP sebagai bentuk pertanggungjawaban wajib pajak dan kontribusi nyata terhadap penerimaan negara. KPU Nduga menegaskan bahwa kepatuhan ini bukan hanya kewajiban administratif, tetapi bagian dari nilai integritas sebagai penyelenggara pemilu. Komitmen ASN KPU Nduga dalam Membangun Budaya Taat Pajak Aktivasi Coretax dan pemenuhan kewajiban perpajakan di lingkungan KPU Nduga mencerminkan budaya kerja yang transparan dan akuntabel. Sebagai lembaga publik yang memegang peran strategis dalam penyelenggaraan pemilu, KPU Nduga berupaya menunjukkan teladan kepatuhan, termasuk dalam hal administrasi perpajakan. Komitmen ini diharapkan menjadi dorongan positif bagi aparatur negara lainnya untuk terus meningkatkan kesadaran pajak. Dengan langkah cepat dan kolektif dalam menyelesaikan aktivasi Coretax, KPU Kabupaten Nduga membuktikan kesiapan dalam mengikuti perkembangan sistem perpajakan nasional. Digitalisasi pajak melalui platform ini tidak hanya mempermudah akses layanan, tetapi juga meningkatkan profesionalisme aparatur dalam pengelolaan kewajiban negara. KPU Nduga berharap implementasi ini dapat berjalan optimal dan menjadi fondasi bagi keterbukaan serta akuntabilitas publik yang lebih baik. (FPH)  Baca juga: Deadline 31 Desember 2025: Begini Cara Aktivasi Coretax DJP untuk ASN Lapor SPT Tahun 2025

Keindahan Alam Pantai Teluk Asmara

Wamena – Keindahan alam kali ini berasal dari sebuah pantai. Pantai Teluk Asmara di Malang Selatan terkenal sebagai salah satu pantai terindah di Jawa Timur. Terletak di kawasan Clungup Mangrove Conservation, pantai ini menawarkan suasana tropis yang tenang, air laut jernih, dan bukit-bukit kecil yang menjulang cantik di tengah teluk. Dari atas bukit, Teluk Asmara terlihat seperti kepulauan mini, sebuah panorama yang sulit ditemukan di pantai lain di sekitar Malang. Perpaduan Laguna, Air Tenang dan Karang Teluk Amara memiliki keistimewaan. Pesona Teluk Asmara terletak pada kombinasi antara tebing karst, hamparan pasir putih, dan air laut yang tenang. Harmoni lanskap seperti ini menciptakan suasana yang cocok bagi wisatawan yang ingin sekadar duduk di tepi pantai, merendam kaki, atau menikmati panorama dengan santai. Bukit-bukit kecil di tengah teluk menjadi ciri khas Teluk Asmara.  Pantai Teluk Asmara juga memiliki pasir putih yang lembut dan bersih. Banyak pengunjung yang memilih datang pagi hari untuk menikmati sinar matahari yang menyentuh permukaan air dengan lembut. Ketika matahari semakin tinggi, warna biru laut berubah menjadi lebih terang, menciptakan gradasi warna yang memanjakan mata. Destinasi yang Cocok untuk Pecinta Ketengan  Pantai Teluk Asmara lebih menonjolkan ketenangan tidak seperti pantai-pantai lain di Malang Selatan yang cenderung ramai. Lokasinya yang sedikit tersembunyi karena pengunjung harus menuruni bukit yang cukup curam selama 15–20 menit yang membuat jumlah pengunjung tidak terlalu padat. Justru kondisi ini menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin menikmati alam tanpa gangguan. Suara  debur ombak terdengar lembut, jauh dari kesan bising. Sebagian wisatawan memilih duduk di bawah pepohonan sambil membaca buku, sementara yang lain berjalan menyusuri garis pantai mencari fragmen karang yang terdampar. Konservasi dan Kesadaran Lingkungan Pantai Teluk Asmara begitu terjaga karena sistem pengelolaan yang mengedepankan konservasi. Kawasan ini dikelola secara ketat agar tidak mengalami kerusakan akibat aktivitas wisata berlebihan. Demi kenyamanan bersama sampah plastik dilarang keras masuk ke area pantai, dan pengunjung diwajibkan menjaga kebersihan. Komunitas dan warga lokal konservasi menjalankan program reboisasi, pemberdayaan masyarakat, dan edukasi lingkungan kepada wisatawan. Upaya ini membuat Teluk Asmara tetap asri meski jumlah pengunjung meningkat dari tahun ke tahun. Dengan adanya keterlibatan masyarakat juga menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar. Mulai dari jasa parkir, pemandu jalur, hingga penjual makanan lokal yang membuka warung sederhana di area parkir. Ekowisata seperti inilah  yang dapat membantu perekonomian desa tanpa merusak alam yang mereka lindungi. Akses yang Menantang Wisatawan  harus melakukan perjalanan sekitar dua jam dari pusat Kota Malan untuk mencapai Pantai Teluk Asmara. Jalur menuju lokasi melewati bukit dan jalan desa, namun kondisi infrastrukturnya terus membaik. Setiba di area parkir, pengunjung harus berjalan kaki menuruni tebing yang cukup terjal. Meskipun menantang, perjalanan ini terbayar lunas dengan pemandangan yang menakjubkan di bawah. Pemandu lokal biasa membantu menunjukkan jalur aman. Mereka juga sering berbagi cerita tentang sejarah Teluk Asmara dan bagaimana pantai ini berubah menjadi destinasi unggulan berkat kerja keras warga. (ANY) Baca juga: Keindahan Alam Danau Kaolin Belitung

Resep Anak Kos: Naniura, Peneman Obat Rindu di Malam Tahun Baru

Wamena – Malam tahun baru selalu terasa berbeda bagi anak kos. Rindu kampung halaman yang kerap datang tanpa aba-aba dan rindu makan masakan rumah. Berikut ide untuk resep anak kos memasak menu sederhana salah satunya naniura yang menjadi hidanagn khas Batak yang peneman rindu di malam pergantian tahun baru. Resep Naniura Ala Anak Kos Bahan-Bahan Sederhana: 500 gram ikan segar (ikan mas, nila, atau mujair) 5–7 buah jeruk nipis atau jeruk jungga 6 siung bawang merah 3 siung bawang putih Cabai rawit secukupnya Kemiri secukupnya Jahe dan lengkuas secukupnya Garam secukupnya Cara Membuat: Bersihkan ikan dan iris tipis sesuai selera. Lumuri ikan dengan perasan jeruk hingga seluruh bagian terendam. Diamkan 30–60 menit sampai ikan berubah warna. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, jahe, dan lengkuas. Campurkan bumbu halus ke dalam ikan, aduk merata. Tambahkan garam secukupnya, koreksi rasa. Sajikan dingin atau setelah didiamkan beberapa jam agar bumbu meresap. Naniura Simbol Kebersamaan Malam Tahun Baru Malam tahun baru tidak selalu tentang pesta atau kembang api. Naniura menjadi salah satu simbol kesederhanaan dalam kebersamaan anak kos. Setiap proses membuat naniura telah melatih anak kos tentang kesabaran dan berbagi cerita tentang selama setahun belakangan menuju malam pergantian tahun. (STE) Baca juga: Panduan Praktis Membuat Nastar Anti Gagal untuk Natal

HAM, Hak Dasar yang Menjaga Martabat Kemanusiaan

Wamena - Setiap manusia lahir dengan martabat yang sama. Sejak hembusan napas pertama, manusia membawa hak-hak dasar yang tidak bisa dipisahkan dari dirinya. Hak inilah yang dikenal sebagai Hak Asasi Manusia (HAM). HAM bukan hadiah dari negara atau kekuasaan, melainkan hak yang melekat pada setiap insan sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Makna HAM Lebih dari Sekadar Aturan HAM sering dipahami hanya sebagai pasal-pasal hukum, padahal maknanya jauh lebih dalam. HAM adalah tentang rasa aman, kebebasan untuk berpendapat tanpa takut, kesempatan untuk belajar dan bekerja, serta hak untuk diperlakukan secara adil dan manusiawi. Ketika seseorang dihormati haknya, di situlah nilai kemanusiaan benar-benar hidup. HAM dalam Kehidupan Sehari-hari Penerapan HAM dapat dimulai dari hal sederhana. Mendengarkan pendapat orang lain, tidak merendahkan sesama, menghormati perbedaan keyakinan, dan menolak segala bentuk kekerasan adalah wujud nyata penghormatan terhadap HAM. Dalam kehidupan bermasyarakat, HAM menjadi jembatan untuk hidup berdampingan secara damai. Baca juga: Negara Hukum Ketika Aturan Menjadi Pelindung Setiap Warga Peran Negara dalam Menjaga HAM Negara memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi dan menjamin HAM setiap warganya. Di Indonesia, HAM telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945. Namun, hukum saja tidak cukup. Penegakan HAM membutuhkan keadilan, keberanian, dan kepekaan nurani agar tidak ada suara yang diabaikan. Ketika HAM Dilanggar Pelanggaran HAM bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga luka kemanusiaan. Ketidakadilan, diskriminasi, dan kekerasan meninggalkan trauma mendalam bagi korban. Karena itu, upaya pemulihan dan perlindungan korban menjadi bagian penting dari penegakan HAM yang beradab. Menjaga HAM sebagai Tanggung Jawab Bersama Menjunjung HAM bukan hanya tugas pemerintah atau aparat hukum. Masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya. Dengan saling menghormati dan menjaga hak satu sama lain, kita turut merawat nilai kemanusiaan dan membangun masa depan yang lebih adil dan bermartabat.(AAZ) Baca juga: Negara Serikat Jalan Menuju Pemerintahan yang Lebih Dekat dengan Rakyat

Perayaan Natal KPU Papua Pegunungan 2025: Momen Kebersamaan yang Menguatkan Keluarga dan Pelayanan

Wamena – Perayaan Natal KPU Papua Pegunungan pada 11 Desember 2025 menjadi momentum penuh sukacita dan kehangatan bagi seluruh keluarga besar KPU. Acara yang berlangsung di GBI Bukit Zaitun ini menghadirkan suasana ibadah yang khidmat serta kebersamaan yang mempererat hubungan antar pegawai. Natal kali ini bukan hanya sekadar perayaan tahunan, tetapi menjadi pengingat mendalam tentang pentingnya keluarga sebagai pusat kehidupan setiap pribadi. Ibadah Natal yang Dipimpin Ps. Donny Roem dengan Pesan Kasih untuk Keluarga Ibadah perayaan Natal dipimpin oleh Ps. Donny Roem yang menyampaikan khotbah penuh makna dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.” Dalam penyampaiannya, Ps. Donny menekankan bahwa keluarga merupakan prioritas utama yang harus dijaga dan dirawat. Ia mengingatkan bahwa kasih Allah seharusnya memancar terlebih dahulu di dalam keluarga sebelum terlihat di ruang publik atau pekerjaan. Dalam suasana ibadah yang tenang dan penuh refleksi, Ps. Donny menjelaskan bahwa setiap anggota keluarga baik orang tua, suami, istri, maupun anak-anak memiliki peran penting dalam menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga dianggap sebagai tempat pertama di mana nilai-nilai kebaikan, kesabaran, dan cinta diajarkan. Karena itu, menjaga kasih dalam keluarga menjadi langkah awal untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis. Pesan Natal dari KPU Papua Pegunungan: Penguatan Persaudaraan Antar Pegawai Usai ibadah, suasana sukacita berlanjut dengan penyampaian pesan Natal oleh Melkianus Kambu, perwakilan anggota KPU Provinsi Papua Pegunungan. Dalam pesannya, Melki menekankan pentingnya memaknai Natal sebagai momen untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki dimulai dari keluarga. Ia mengajak seluruh pegawai KPU untuk terus menjaga solidaritas, bekerja dengan hati, serta membawa nilai-nilai kekeluargaan ke dalam dunia pelayanan publik. Pesan Natal tersebut menggugah para peserta untuk melihat bahwa tugas dan tanggung jawab di KPU bukan hanya soal teknis pemilu, tetapi juga tentang membangun hubungan kerja yang saling mendukung. Melki juga menyampaikan apresiasi atas kekompakan seluruh pegawai yang telah bekerja keras sepanjang tahun, baik dalam tahapan pemilu maupun kegiatan kelembagaan lainnya sehingga di pesta demokrasi sebelumnya, KPU Provinsi Papua Pegunungan dapat menyelesaikan dengan baik.  Kemeriahan Pembagian Doorprize sebagai Bentuk Kebersamaan Setelah penyampaian pesan Natal, acara dilanjutkan dengan sesi pembagian doorprize yang menjadi momen yang juga ditunggu. Gelak tawa dan sorak kebahagiaan memenuhi ruangan ketika nomor-nomor keberuntungan dipanggil satu per satu. Aktivitas ini menjadi simbol bahwa kebersamaan tidak hanya terbangun melalui ibadah, tetapi juga melalui momen sederhana yang menciptakan kegembiraan kolektif. Pembagian doorprize ini dirancang sebagai bentuk apresiasi dan penghiburan bagi seluruh keluarga besar KPU Papua Pegunungan. Kebersamaan yang tercipta membuat suasana menjadi lebih hangat, sekaligus mempererat hubungan personal antar pegawai. Suasana kehangatan dan kebersamaan terasa kuat sepanjang acara. Para pegawai, bersama keluarga masing-masing, saling menyapa, berbagi cerita, dan menikmati momen Natal dalam nuansa kekeluargaan. Anak-anak berlari riang, para orang tua saling bertukar senyum, dan para pegawai menikmati kesempatan untuk berbaur tanpa sekat formalitas pekerjaan. Harapan dan Refleksi Natal Natal tahun ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas besar KPU sebagai penyelenggara pemilu, ada sisi manusiawi yang tidak boleh hilang yaitu keluarga, persahabatan, dan nilai-nilai kebersamaan. Melalui perayaan ini, KPU Papua Pegunungan tidak hanya merayakan kelahiran Kristus, tetapi juga memperkuat fondasi moral dan emosional para pegawainya. Perayaan Natal KPU Papua Pegunungan tahun 2025 meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Ibadah yang penuh pesan rohani, penyampaian pesan Natal yang menguatkan semangat kerja, serta rangkaian acara yang menghadirkan kegembiraan menjadikan momen ini sebagai titik penyegaran untuk memasuki tahun 2026 dengan hati yang lebih kuat. Natal bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang bagaimana kasih Tuhan diwujudkan dalam pelayanan, pekerjaan, dan kehidupan keluarga. Dan melalui momen ini, KPU Papua Pegunungan menunjukkan bahwa mereka tidak hanya bekerja untuk bangsa, tetapi juga merawat nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar dari setiap pelayanan publik. (FPH)