Berita Terkini

Hutan Nafas Bumi yang Menjaga Kehidupan

Wamena — Di antara rimbun pepohonan yang bergoyang pelan tertiup angin, hutan menyimpan cerita panjang tentang bagaimana alam bekerja tanpa pernah meminta balas. Meski sering luput dari perhatian, hutan adalah sahabat bagi kehidupan manusia yang setia menjaga keseimbangan bumi dari waktu ke waktu. Pelindung yang Tak Pernah Tidur Hutan menjadi benteng alami ketika bumi menghadapi cuaca ekstrem. Akar pepohonan menahan tanah agar tidak mudah longsor, sementara tajuknya meredam kencangnya angin dan menghentikan laju air hujan yang turun deras. Tanpa hutan, desa-desa di lereng dan pinggir sungai tak lagi aman seperti sekarang. Rumah bagi Jutaan Makhluk Di setiap sudut hutan, kehidupan berdenyut. Burung yang bernyanyi merdu, serangga yang bekerja tanpa henti, hingga mamalia besar yang menjaga keseimbangan ekosistem. Dalam keheningan pepohonan, semua makhluk berbagi ruang. Kehadiran hutan memastikan setiap spesies tetap punya tempat bernaung. Sumber Penghidupan Masyarakat Bagi banyak warga yang tinggal di sekitar hutan, pepohonan bukan sekadar pemandangan. Mereka adalah sumber pangan, obat-obatan tradisional, air bersih, hingga pendapatan keluarga. Dari getah, madu, hasil rotan, hingga ekowisata, hutan memberi jalan rezeki yang tak sedikit nilainya. Baca juga: Generasi Beta Tunas Baru yang Tumbuh Bersama Dunia Serba Digital Penyaring Napas Bumi Hutan adalah paru-paru dunia tempat karbon disimpan dan oksigen dihasilkan. Dalam tiap helaan napas manusia, ada peran pohon-pohon yang bekerja tanpa jeda untuk menjaga udara tetap sehat. Ketika hutan dirawat, sebenarnya manusia sedang merawat dirinya sendiri. Tempat Jiwa Menemukan Keteduhan Di tengah hiruk pikuk kota, banyak orang kembali ke hutan untuk mencari ketenangan. Suara dedaunan, aroma tanah basah, dan sinar matahari yang menembus celah pepohonan memberi rasa nyaman yang sulit dijelaskan. Hutan menjadi ruang penyembuhan alami bagi siapapun yang merindukan kedamaian. Mengapa Kita Perlu Menjaganya Hutan tak pernah berhenti memberi. Namun, kini banyak hutan yang perlahan menyusut akibat penebangan dan alih fungsi lahan. Jika hutan terus hilang, bukan hanya hewan dan tumbuhan yang kehilangan rumah manusia pun kehilangan pelindung terbesarnya. Menjaga hutan berarti menjaga masa depan. Bukan hanya untuk generasi sekarang, tapi juga untuk anak cucu yang kelak berharap melihat dunia yang masih hijau.(AAZ) Baca juga: Domisili Lebih dari Sekadar Alamat Melainkan Jejak Kehidupan Seseorang

Tas Carrier: Panduan Lengkap Memilih, Menggunakan, dan Merawat Tas Carrier untuk Pendakian

Wamena – Tas Carrier merupakan perlengkapan wajib bagi setiap pendaki, baik itu pemula maupun profesional. Dengan kapasitas yang besar dan juga desain ergonomis, tas carrier mampu memuat berbagai peralatan penting selama kegiatan pendakian berlangsung. Di tahun 2025, perkembangan teknologi outdoor semakin canggih sehingga banyak merek tentunya menghadirkan tas carrier yang lebih ringan, kuat dan juga yang terpenting yaitu nyaman saat digunakan.   Apa Itu Tas Carrier? Tas Carrier merupakan tas dengan ukuran yang besar, tas ini dirancang untuk membawa perlengkapan outdoor, khususnya untuk kegiatan mendaki gunung dan juga untuk kegiatan alam lainnya. Tas ini mempunyai rangka internal atau eksternal untuk menjaga stabilitas beban.   Baca Juga: Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula: Panduan Lengkap agar Pendakian Lebih Aman dan Nyaman   Perbedaan Tas Carrier dan Backpack Biasa ·         Carrier memiliki kapasitas yang lebih besar (40-80+ lier) ·         Dilengkapi sabuk pinggang dan dada ·         Mempunyai kompartemen khusus untuk distribusi beban ·         Material lebih tebal dan juga tahan cuaca   Fungsi Utama Tas Carrier dalam Pendakian 1.    Untuk Mengangkut Perlengkapan Pendakian Mulai dari pakaian, alat masak, sleeping bag, hingga tenda 2.    Untuk menjaga stabilitas beban Struktur yang ada pada tas carrier ini membantu pendaki berjalan lebih stabil meskipun membawa beban yang berat 3.    Melindungi Barang dari Cuaca Ekstrem Material waterproof dan juga dilengkapi dengan raincover membantu barang bawaan terhindar dari hujan   Jenis – Jenis Tas Carrier yang Populer 1.    Internal Frame Carrier Jenis yang paling umum dan paling banyak digunakan oleh para pendaki. Rangka disimpan di dalam tas sehingga lebih stabil dan juga nyaman untuk jalur terjal 2.    External Frame Carrier Memiliki rangka di luar. Tas ini lebih cocok untuk membawa barang yang sangat berat ataupun besar 3.    Ultralight Carrier Dirancang super ringan untuk pendakian cepat. Tas ini sangat cocok untuk pendaki minimalis   Cara Memilih Tas Carrier yang Tepat 1.    Sesuaikan dengan kapasitas durasi pendakian Rekomendasi: ·         30-40 Liter: Pendakian 1 Hari ·         45-55 Lier: Pendakian 1-2 Hari ·         60-70 Liter: Pendakian 2-3 Hari ·         75-85 Liter: Pendakian Panjang 2.    Perhatikan Bahan dan juga Kualitas Jahitan Material terbaik: ·           Cordura ·           Polyester tebal ·           Nylon ripstop Pilihlah Tas Carrier dengan jahitan ganda dan juga resleting berkualitas 3.    Pastikan kelengkapan utama ada ·         Shoulder strap tidak keras ·         Hipbelt lebar ·         Kompartemen Sleeping Bag ·         Raincover ·         Ventilasi punggung ·         Strap kompresi 4.    Pilih Brand Terpercaya Rekomendasi: ·           Consina ·           Eiger ·           Rei ·           Osprey ·           Deuter ·           The North Face ·           Tracker   Tips Menggunakan Tas Carrier saat Mendaki ·         Kencangkan Hipbelt dan Chest Strap ·         Atur Strap menjadi Fit ·         Jangan bawa barang berlebih   Cara Merawat Tas Carrier agar Awet Bertahun-Tahun ·         Cuci dengan tangan dan jangan pernah pakai mesin Gunakanlah sabun lembut agar bahan tidak rusak ·         Jemur ditempat teduh ·         Hindari Matahari langsung yang dapat merusak material ·         Simpan ditempat kering. (REZ)  

Keindahan Alam Bukit Merese Lombok

Wamena – Keindahan alam kali ini datang dari sebuah bukit. Bukit yang sangat menawan untuk dikunjungi. Salah satu keindahan alam itu adalah Bukit Merese. Bukit Merese di Lombok Tengah menjadi salah satu ikon wisata yang selalu berhasil memikat hati wisatawan. Terletak di kawasan Mandalika, bukit ini menawarkan pemandangan alam yang begitu luas, indah, dan tenang. Pengunjung Merasa Dekat dengan Alam Puncak Bukit Merese memberikan sensasi kedekatan dengan alam. Jalur pendakiannya cukup mudah sehingga dapat dinikmati oleh wisatawan dari berbagai usia. Selama perjalanan, wisatawan akan melewati padang rumput yang luas, hembusan angin yang lembut, serta aroma tanah dan rerumputan yang menenangkan. Kesan humanis terasa kuat ketika pengunjung bertemu warga lokal yang menjaga kawasan bukit. Dengan senyum ramah, mereka memberikan informasi, menawarkan minuman segar, atau sekadar menyapa para wisatawan yang datang. Kehangatan tersebut membuat suasana wisata terasa lebih personal, bukan sekadar kunjungan singkat, tetapi pengalaman yang menyentuh. Pengunjung menyebut Bukit Merese sebagai tempat healing alami. Duduk di atas rumput sambil melihat ombak, mendengar angin mengusap puncak bukit, dan merasakan sinar matahari sore membuat pikiran terasa lebih ringan. Spot Foto yang Tidak Pernah Gagal Mencuri Perhatian Bukit Merese terkenal sebagai surganya fotografi. Banyak spot alami yang menjadi favorit wisatawan, seperti tepi bukit menghadap Pantai Tanjung Aan, tebing tinggi yang memandang langsung ke arah Samudra Hindia, hingga sudut-sudut kecil yang menawarkan latar rumput hijau dengan garis horizon yang memanjang. Pada musim kemarau, rumput di Bukit Merese berubah menjadi kecokelatan dan menciptakan nuansa eksotis khas savana. Sementara pada musim hujan, bukit berubah menjadi hijau cerah yang segar dipandang. Dua suasana ini membuat Bukit Merese selalu menarik untuk dikunjungi kapan pun. Tidak sedikit fotografer profesional, pembuat film, hingga pasangan yang melakukan sesi prewedding memanfaatkan pesona bukit ini sebagai latar foto. Cahaya alami yang lembut pada sore hari menjadikan warna foto semakin dramatis dan estetik. Akses Mudah dan Banyak Destinasi Wisata Lain Bukit Merese terletak tidak jauh dari Pantai Tanjung Aan dan kawasan Mandalika. Akses menuju lokasi cukup mudah dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Setelah memarkir kendaraan, wisatawan hanya perlu berjalan kaki selama beberapa menit untuk mencapai puncak bukit. Banyak pedagang lokal yang menjual kelapa muda, jagung bakar, hingga makanan ringan khas Lombok. Wisatawan juga bisa melanjutkan perjalanan ke Pantai Batu Payung, Kuta Mandalika, atau Pantai Seger untuk menikmati suasana laut yang berbeda. Fasilitas dasar tersedia dan cukup membantu wisatawan, meski pengunjung tetap disarankan membawa air minum, alas duduk, serta menjaga kebersihan area bukit. Destinasi yang Selalu Ingin Dikunjungi Kembali Bukit Merese Lombok adalah perpaduan antara keindahan visual, ketenangan alam, dan kehangatan masyarakat lokal. Tidak berlebihan jika banyak wisatawan menyebutnya sebagai salah satu bukit tercantik di Indonesia. Pemandangan luas tanpa batas, suasana damai, dan pengalaman emosional yang diberikan membuat siapa saja ingin kembali. (ANY) Baca juga: Keindahan Alam Pantai Cemara Banyuwangi

Langkah Praktis Membuat Kue Tusuk Gigi dalam Menyambut Hari Natal

Wamena – Sejumlah masyarakat Indonesia menyiapkan suguhan berupa kue untuk keluarga dan tamu dalam rangka menyambut hari Natal. Salah satu camilan yang digemari adalah kue tusuk gigi yang berbentuk panjang dan reyah. Salah satu kue yang menjadi pilihan praktis bagi masyarakat yang merayakan Natal. Persiapan Bahan 500 gram tepung terigu 2 butir telur  3 sdm margarin 150 ml santan  3 sdm gula pasir  Garam secukupnya  Vanili bubuk secukupnya  Minyak goreng untuk menggoreng Pengolahan Adonan Semua bahan kering dicampurkan dalam satu wadah, lalu margarin dilelehkan agar mudah tercampur. Telur dimasukkan ke dalam adonan dan diaduk sampai merata. Santan dituang sedikit demi sedikit sambil adonan diuleni hingga tidak lengket di tangan. Pastikan adonan cukup elastis agar mudah dibentuk. Pembentukan Adonan Adonan yang sudah kalis digilas menggunakan rolling pin. Setelah itu adonan dipotong memanjang dengan ukuran kecil sekitar 5–6 sentimeter. Setiap potongan kemudian ditusuk dengan tusuk gigi untuk mempertahankan bentuk saat digoreng. Proses ini menjadi ciri khas camilan tersebut. Langkah Penggorengan Minyak dipanaskan dengan api sedang. Setiap tusuk adonan dimasukkan secara perlahan hingga warnanya berubah menjadi kuning keemasan. Setelah matang, kue diangkat dan didinginkan. Simpanlah dalam toples kedap udara untuk menjaga kerenyahan. (STE) Baca juga: Cara Praktis Membuat Kembang Loyang untuk Menyambut Hari Natal

Panduan Praktis Membuat Nastar Anti Gagal untuk Natal

Wamena – Tren membuat kue dalam persiapan hari Natal telah tiba. Keluarga yang menyambut hari Natal mempersiapkan kue khas Natal yaitu nastar. Kue nastar dipilih menjadi kue natal karena rasanya yang manis, harum, dan dapat dibuat di rumah. Bahan Adonan Kue Nastar 300 gram tepung terigu protein rendah 150 gram mentega 100 gram margarin 50 gram gula halus 3 kuning telur 50 gram susu bubuk 1 sdt vanila Bahan Olesan Kue Nastar 2 kuning telur 1 sdt madu 1 sdm susu cair Bahan Isi Kue Nastar 1 buah nanas ukuran besar, diparut 100 gram gula pasir 1 batang kayu manis 1 sdt air jeruk nipis Cara Membuat Selai dari Buah Nanas Masak nanas parut hingga airnya menyusut. Masukkan gula dan kayu manis sambil diaduk. Tambahkan air jeruk nipis dan masak hingga padat. Dinginkan, bentuk bulatan kecil. Cara Membuat Adonan Kue Nastar Kocok mentega, margarin, dan gula halus sebentar saja. Masukkan kuning telur satu per satu. Tambahkan tepung terigu, susu bubuk, dan vanila. Aduk menggunakan spatula. Ambil sedikit adonan, pipihkan, isi selai nanas, lalu bentuk bulat. Proses Panggang Kue Nastar Panaskan oven pada suhu 150–160°C. Panggang nastar selama 20 menit. Keluarkan, olesi dengan bahan olesan, lalu panggang kembali 10–15 menit hingga matang merata. Dinginkan sebelum disajikan. (STE) Baca juga: Cara Praktis Membuat Kembang Loyang untuk Menyambut Hari Natal

Cara Praktis Membuat Kembang Loyang untuk Menyambut Hari Natal

Wamena – Perayaan Hari Natal tinggal beberapa hari lagi di bulan Desember.  Hidangan kue adalah hal dinanti dalam perayaan natal. Pada kesempatan emas ini, KPU Kabupaten Nduga memberikan cara praktis membuat kembang loyang yang menjadi salah satu kue khas Natal. Bahan Dasar Kembang Loyang Bahan dasar praktis untuk pembuatan kembang loyang yang menghasilkan 2-3 toples ukuran sedang, sebagai berikut: 250 gram tepung beras 2 butir telur 200 ml santan kental (dapat ditambahkan bila adonan terlalu kental) 100 gram gula pasir ¼ sdt garam ¼ sdt vanili bubuk 1 sdm wijen Minyak goreng secukupnya Cetakan khusus kembang loyang Langkah Pembuatan Kembang Loyang Proses pembuatan dimulai dengan tahapan sebagai berikut; Siapkan wadah besar. Masukkan telur dan gula pasir, aduk menggunakan whisk atau garpu hingga gula larut. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk. Masukkan tepung beras, garam, dan vanili. Aduk hingga adonan halus, tidak menggumpal, dan teksturnya cair seperti adonan crepes. Jika ingin menambah aroma, masukkan wijen dan aduk rata. Diamkan adonan 10–15 menit agar tepung menyerap santan dan hasilnya lebih renyah. Cara Menggoreng Kembang Loyang Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang. Masukkan cetakan kembang loyang ke dalam minyak hingga benar-benar panas. Angkat cetakan, kemudian celupkan sebagian ujungnya ke dalam adonan tanpa terendam penuh (sisakan 1–2 mm di atas permukaan agar tidak menempel kuat). Masukkan cetakan yang berisi adonan ke dalam minyak panas. Goyangkan sedikit hingga adonan terlepas dari cetakan. Goreng sampai berwarna kuning keemasan. Angkat dan tiriskan di atas tisu dapur agar minyak berkurang. Ulangi sampai semua adonan habis. Tips Agar Kembang Loyang Sempurna Cetakan harus panas agar adonan bisa menempel dengan baik. Adonan terlalu kental → tambahkan santan. Adonan terlalu cair → tambahkan sedikit tepung beras. Gunakan api sedang agar tidak cepat gosong. Tambahkan sedikit pewarna makanan natural (misalnya pandan) jika ingin variasi warna. Simpan dalam toples kedap udara agar tetap renyah selama berhari-hari. (STE) Baca juga: Natal 2025: Momentum Sejarah Perayaan Natal Bersama Kemenag Penguatan Harmoni Bangsa