Berita Terkini

KPU Kabupaten Nduga Gelar Sosialisasi Tata Cara PAW Anggota DPRD dan Pemutakhiran Data Partai Politik melalui SIPOL Semester II Tahun 2025

Wamena – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nduga melaksanakan Sosialisasi Tata Cara Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten/Kota serta Pemutakhiran Data Partai Politik secara Berkelanjutan melalui Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) Semester II Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 16 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat Kantor Perwakilan KPU Kabupaten Nduga, Jalan Yos Sudarso, Wamena. Kegiatan sosialisasi diselenggarakan secara daring dan luring, sebagai upaya KPU Kabupaten Nduga untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan dapat mengikuti kegiatan secara optimal meskipun berada di lokasi yang berbeda. Hadirkan Narasumber Berkompeten Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Didimus Rumwarin, SP., M.Si., selaku Sekretaris DPRK Kabupaten Nduga, serta Mira Wasareak, S.IP, selaku Koordinator Teknis Penyelenggara Pemilihan KPU Kabupaten Nduga. Keduanya memberikan pemaparan materi terkait mekanisme dan tahapan Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten/Kota, serta tata cara pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan melalui SIPOL sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa, sambutan dari jajaran KPU Kabupaten Nduga, serta pemaparan materi oleh para narasumber. Suasana sosialisasi berlangsung tertib dan kondusif, dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berjalan aktif dan interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, serta kendala yang dihadapi, baik terkait proses PAW maupun pemutakhiran data partai politik melalui SIPOL. Diskusi ini menjadi ruang dialog yang konstruktif antara penyelenggara pemilu dan peserta sosialisasi. Perwakilan Partai Politik dan Pemangku Kepentingan Hadir sebagai Peserta Sosialisasi ini dihadiri oleh beberapa perwakilan dari 18 partai politik, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), serta unsur pemerintah daerah. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola kepemiluan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Partisipasi aktif peserta mencerminkan tingginya perhatian dan kebutuhan akan pemahaman yang komprehensif terkait mekanisme PAW dan pengelolaan data partai politik secara berkelanjutan. Adapun tujuan utama dari pelaksanaan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta terkait tata cara Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten/Kota yang berlandaskan pada peraturan dan dasar hukum yang berlaku, serta memastikan partai politik memahami kewajiban pemutakhiran data melalui SIPOL secara berkelanjutan. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan seluruh proses PAW dan pengelolaan data partai politik dapat berjalan sesuai prosedur, meminimalisir kesalahan administrasi, serta mendukung terciptanya sistem kepemiluan yang tertib dan profesional. Komitmen KPU Kabupaten Nduga KPU Kabupaten Nduga terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan transparansi penyelenggaraan pemilu melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kepemiluan. Melalui kegiatan ini, KPU berharap terjalin sinergi yang baik antara penyelenggara pemilu, partai politik, pengawas pemilu, dan pemerintah daerah. Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi berlangsung dengan baik, kooperatif, dan mencapai tujuan yang diharapkan, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat demokrasi di Kabupaten Nduga. (FPH) Baca juga: Penggantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota

Demokrasi Digital, Ketika Suara Rakyat Menemukan Ruang Baru di Dunia Maya

Wamena - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, demokrasi tidak lagi hanya hidup di bilik suara atau ruang sidang parlemen. Kini, demokrasi ikut bertransformasi dan menemukan wajah barunya di layar ponsel, media sosial, dan berbagai platform digital. Fenomena ini dikenal sebagai demokrasi digital, sebuah bentuk partisipasi politik yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Teknologi Mendekatkan Rakyat dengan Kekuasaan Demokrasi digital membuka ruang yang lebih luas bagi warga negara untuk menyampaikan pendapat, kritik, dan aspirasi. Melalui media sosial, petisi daring, forum diskusi, hingga jajak pendapat online, masyarakat kini dapat bersuara tanpa harus menunggu momentum lima tahunan pemilu. Bagi sebagian warga, terutama generasi muda, dunia digital menjadi jembatan untuk terlibat dalam isu-isu publik. Mereka bisa mengawasi kebijakan pemerintah, menggalang dukungan sosial, bahkan menggerakkan solidaritas kemanusiaan hanya dengan beberapa sentuhan jari. Ruang Partisipasi yang Lebih Inklusif Salah satu nilai humanis dari demokrasi digital adalah sifatnya yang inklusif. Masyarakat di daerah terpencil, penyandang disabilitas, hingga mereka yang sebelumnya sulit menjangkau ruang-ruang politik formal kini memiliki kesempatan yang lebih setara untuk berpartisipasi. Demokrasi tidak lagi terasa jauh dan eksklusif. Ia hadir di kolom komentar, ruang diskusi virtual, dan obrolan grup yang membahas persoalan Bersama dari harga kebutuhan pokok hingga keadilan sosial. Baca juga: Gotong Royong, Kekuatan Sosial yang Menyatukan Masyarakat Tantangan Etika dan Tanggung Jawab Bersama Namun, demokrasi digital juga membawa tantangan serius. Arus informasi yang cepat kerap disertai hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi opini. Tanpa literasi digital yang baik, ruang demokrasi justru bisa berubah menjadi arena konflik dan saling serang. Di sinilah pentingnya kesadaran kolektif. Demokrasi digital menuntut kedewasaan dalam berpendapat, empati dalam berdiskusi, serta tanggung jawab dalam membagikan informasi. Kebebasan berekspresi harus berjalan seiring dengan etika dan rasa kemanusiaan. Menjaga Demokrasi Tetap Beradab di Era Digital Demokrasi digital sejatinya bukan hanya soal teknologi, melainkan tentang manusia dan nilai-nilai yang dijunjung bersama. Ketika ruang digital digunakan untuk saling mendengar, menghargai perbedaan, dan mencari solusi bersama, demokrasi akan tumbuh lebih kuat dan bermakna. Di era digital ini, demokrasi tidak sekadar soal memilih, tetapi juga tentang peduli, terlibat, dan bertanggung jawab. Suara rakyat kini lebih mudah terdengar tinggal bagaimana kita menjaganya agar tetap jujur, beradab, dan penuh kemanusiaan.(AAZ) Baca juga: Ancaman di Bidang Ideologi, Ketika Nilai Bangsa Diuji di Tengah Perubahan Zaman  

Inspirasi Caption Resolusi Tahun Baru 2026 di Instagram

Wamena – Tahun baru selalu datang dengan resolusi dan harapan. Kata resolusi tahun baru 2026 kembali ramai digunakan untuk refleksi pribadi. Ada yang menuliskan resolusi dalam bentuk caption, reels, dan story di Instagram. Makna Resolusi Tahun Baru 2026 Resolusi tahun baru 2026 menuju perubahan kecil yang konsisten dan berdampak jangka panjang. Resolusi tahun baru 2026 mencerminkan seseorang untuk mencapai; 1. Kesehatan mental dan keseimbangan hidup. 2. Konsisten bukan mencari kesempurnaan. 3. Pertumbuhan diri secara perlahan namun nyata. Caption Resolusi Tahun Baru 2026 untuk Instagram Berikut ide untuk menulis caption resolusi tahun baru 2026 di Instagram; Resolusi tentang Diri Sendiri 2026, aku bertumbuh tanpa terburu-buru dan belajar untuk menerima diri dalam setiap waktu. 2026, hidup sederhana, pelan-pelan, dan punya arah. 2026, aku datang, untuk menjalani dengan menghargai proses sendiri. Resolusi 2026 bukan mau jadi siapa-siapa, cukup jadi aku yang nggak gampang nagis di tanggal tua. 2026 targetnya saldo aman dan mental stabil. Rersolusi untuk Kesehatan Mental 2025 capek. 2026 jangan nambah drama. Resolusiku cuma satu: waras sampai Desember. 2026 datang membawa harapan. Aku datang membawa trauma 2025. Tapi ya sudah, lanjut hidup. Resolusi tahun baru 2026: ✔ hidup lebih tenang ✔ dompet lebih tebal ✖ ekspektasi ke diri sendiri dikurangin Resolusi tahun baru 2026: tidak overthinking, tidak impulsive buying, tidak ghosting resolusi sendiri. (Amin paling kencang) Katanya bikin resolusi harus realistis. Oke. Resolusi 2026: bangun pagi tanpa benci hidup. Resolusi untuk Move On Edition Resolusi tahun baru 2026: tidak lagi stalking, tidak membuka chat lama, tidak pura-pura kuat pas keingat dia. 2026 aku move on, bukan karena lupa, tapi karena capek berjuang sendiri. Tahun baru datang. Nama dia nggak ikut. Resolusi tahun baru 2026: melepaskan yang tak memilihku, dan memilih diriku sendiri dengan tenang. Resolusi untuk Pekerja atau Pencari Kerja 2026 aku cari kerja, bukan cari validasi. Yang penting bertumbuh dan bertahan. Resolusi 2026: email lamaran dikirim, doa dikencangkan, overthinking dikurangi. Resolusi tahun baru 2026: kerja profesional, hati jangan ikut lembur. 2026 aku bekerja lebih sadar, bukan lebih keras. Tahun baru, target baru. Resolusiku: pulang tepat waktu dan waras. Resolusi Tahun Baru 2026: Dari Caption Menjadi Komitmen Nyata Caption boleh sederhana, tetapi komitmen menjalankannya menjadi kunci agar resolusi tidak berhenti sebagai konten semata. Pada akhirnya, resolusi tahun baru bukan tentang seberapa indah kata-kata di Instagram, tetapi seberapa konsisten kita menjalankannya. Tahun 2026 bisa menjadi awal baru yang realistis, penuh kesadaran, dan lebih manusiawi. (STE) Baca juga: Inspirasi Acara Tahun Baru di Kantor: Seru, Bermakna, dan Mempererat Kekompakan Tim

Mengenal Pohon Sowang, Harta Karun Hutan Papua yang Sarat Makna Budaya

Wamena – Pohon sowang adalah jenis pohon edemik Papua yang terkenal memiliki kayu sangat kuat, tahan lama, dan bernilai tinggi. Nama latin pohon sowang Xanthostemonnovaguineense Veleton. Spesies yang ditetapkan sebagai tanaman yang dilindungi sejak 1987. Pohon Sowang Rumah Panggung Bagi masyarakat Papua, pohon sowang dianggap sakral dan telah digunakan turun temurun sebagai fondasi rumah panggung di Danau Sentani. Kayu sowang dipilih sebagai bahan utama rumah panggung karena ketahanannya yang kuat dan mampu bertahan ratusan tahun di dalam air. Kayu ini juga tahan terhadap serangan hama perusak, seperti rayap tanah, penggerek kayu, cendawan pelapuk putih, dan cokelat. Penggunaan kayu sowang telah berlangsung sejak masa prasejarah, Penelitian menemukan sisa-sisa tiang rumah panggung kuno di situs Ayauge, pesisir Danau Sentani. Penemuan ini memaknai bahwa masyarakat Papua telah memanfaatkan kayu sowang untuk membangun hunian di atas air sejak ribuan tahun yang lalu. Pohon Sowang Ekologi Alam dan Simbol Adat Masyarakat Papua telah menerapkan aturan adat dalam memanfaatkan kayu sowang secara turun-temurun. Kayu yang hanya boleh diambil dari Lokasi yang sama dengan tempat leluhur mengambilnya. Kayu yang diambil hanya pohon yang berumur tua untuk menjaga ekologis alam dan melestarikannya. Kayu sowang hanya boleh digunakan untuk tiang rumah dengan tidak mengubah bentuk asli dari batangnya. Para masyarakat Papua hanya membuat ukiran pada tiang, berbentuk manusia, binatang mitologi seperti kadal dan ikan, hingga motif geometris sebagai representasi dari budaya dan warisan leluhur. Keberadaan pohon sowang tetap bertahan bila dijaga aturan adat telah diwariskan turun menurun. Aturan yang telah diwariskan lintas generasi sebagai cara masyarakat Papua menjaga keseimbangan alam. (STE) Baca juga: Tren Nama Anak Laki-Laki Gen Alpha yang Sederhana dan Bermakna

Apa Itu Moral? Ini Penjelasan Lengkapnya, Mulai dari Pengertian, Fungsi, hingga Contohnya

Wamena - Moral merupakan konsep fundamental yang mengatur perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Tanpa moral, hubungan sosial akan dipenuhi konflik, ketidakadilan, dan kekacauan. Moral menjadi pedoman untuk membedakan mana perbuatan yang baik dan buruk, benar dan salah, pantas dan tidak pantas. Namun, apa itu moral sebenarnya? Bagaimana peran moral dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan, dan masyarakat modern? Artikel ini akan membahas pengertian moral secara lengkap, fungsi, jenis, ciri-ciri, hingga contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.   Pengertian Moral Secara Umum Secara umum, moral adalah nilai, norma, dan prinsip yang dijadikan pedoman oleh individu atau masyarakat dalam menentukan baik dan buruknya suatu tindakan. Moral mengarahkan manusia untuk bertindak sesuai nilai kebaikan yang diakui bersama.   Baca juga: Empat Kalimat Pendek Ini Dapat Kamu Jadikan Mantra Kehidupan   Perbedaan Moral, Etika, dan Akhlak 1.   Moral Moral bersifat praktis dan hidup dalam masyarakat sebagai kebiasaan dan norma sosial. 2.   Etika Etika merupakan kajian atau ilmu yang membahas tentang moral secara teoritis dan filosofis. 3.   Akhlak Akhlak lebih sering digunakan dalam konteks agama dan bersumber dari ajaran Tuhan   Fungsi Moral dalam Kehidupan 1.   Sebagai Pedoman Perilaku Moral membantu individu menentukan tindakan yang tepat dalam berbagai situasi. 2.   Menjaga Keharmonisan Sosial Dengan moral, hubungan antarindividu berjalan tertib dan saling menghormati. 3.   Membentuk Kepribadian Nilai moral membentuk karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati. 4.   Menjadi Dasar Penilaian Sosial Masyarakat menilai perilaku seseorang berdasarkan standar moral yang berlaku.   Ciri-Ciri Nilai Moral 1.   Bersifat Universal Nilai moral tertentu, seperti kejujuran dan keadilan, diakui secara luas. 2.   Berkaitan dengan Hati Nurani Moral muncul dari kesadaran batin, bukan paksaan semata. 3.   Mengikat Perilaku Manusia Pelanggaran moral biasanya disertai sanksi sosial seperti celaan atau pengucilan. 4.   Bersifat Normatif Moral berisi tuntunan tentang bagaimana seharusnya manusia bertindak.   Jenis-Jenis Moral 1.   Moral Individu Nilai moral yang berkaitan dengan tanggung jawab terhadap diri sendiri, seperti disiplin dan kejujuran. 2.   Moral Sosial Mengatur hubungan antarindividu dalam masyarakat, seperti toleransi dan gotong royong. 3.   Moral Keagamaan Nilai moral yang bersumber dari ajaran agama dan kitab suci.   Contoh Moral dalam Kehidupan Sehari-hari 1.   Contoh Moral di Lingkungan Keluarga ·   Menghormati orang tua ·   Bersikap jujur kepada anggota keluarga ·   Bertanggung jawab atas tugas rumah 2.   Contoh Moral di Sekolah ·   Tidak menyontek saat ujian ·   Menghormati guru dan teman ·   Mematuhi tata tertib sekolah 3.   Contoh Moral di Masyarakat ·   Menjaga kebersihan lingkungan ·   Mematuhi aturan hukum ·   Saling menghormati perbedaan Moral adalah pedoman penting dalam kehidupan manusia yang berfungsi mengarahkan perilaku agar sesuai dengan nilai kebaikan. Dengan moral, manusia dapat hidup berdampingan secara harmonis, adil, dan bertanggung jawab. Memahami dan menerapkan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari merupakan kunci terbentuknya individu dan masyarakat yang berkarakter. (REZ)  

Keindahan Alam Air Terjun Coban Rondo

Wamena – Keindahan alam kali ini berasal dari air terjun. Di tengah kesejukan hutan lereng Gunung Kawi, Kabupaten Malang, ada sebuah tempat yang seolah tidak pernah kehilangan pesonanya. Air Terjun Coban Rondo yang biasa di sebut bagi warga Jawa Timur menyambut setiap pengunjung dengan gemuruh lembut air yang jatuh dari ketinggian dan udara yang membawa aroma pepohonan basah. Meski sudah dikenal sejak lama, Coban Rondo tetap memiliki cara tersendiri untuk membuat orang ingin kembali. Pesona Air Terjun Coban Rondo Gemuruh air adalah suara pertama yang menyapa sesampainya di air terjun. Coban Rondo seolah mengajarkan manusia untuk berhenti sejenak dan bernapas lebih dalam. Namun Coban Rondo tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga cerita rakyat yang sudah diwariskan turun-temurun. Konon, nama “Coban Rondo” berasal dari kisah seorang perempuan cantik bernama Dewi Anjarwati yang harus bersembunyi di hutan setelah suaminya terlibat perkelahian. Menurut legenda, sang dewi menjadi seorang janda, rondo dalam bahasa Jawa dan air terjun ini menjadi saksi bisu kisah duka tersebut. Cerita itu mungkin terdengar seperti dongeng, tetapi bagi sebagian masyarakat setempat, legenda tersebut adalah bagian dari identitas dan budaya daerah. Kini, tempat yang dulu dikenal sebagai hutan sepi itu telah berkembang menjadi destinasi wisata yang ramah pengunjung. Jalan setapak menuju air terjun ditata rapi, dengan pepohonan menjulang di kanan-kirinya. Akan tetapi suasana alami khas pegunungan tetap terjaga. Tidak sulit menemukan monyet-monyet liar berkeliaran, sesekali mendekat untuk mencari makanan dari wisatawan yang kurang berhati-hati. Mereka adalah bagian dari kehidupan di hutan ini, dan menjadi pengingat bahwa Coban Rondo bukan sekadar tempat wisata, tetapi habitat alam yang harus dihormati. Destinasi Bersama Keluarga Beberapa tahun terakhir, kawasan Coban Rondo mulai menarik perhatian lebih luas. Bukan hanya karena air terjunnya, tetapi juga karena berbagai aktivitas yang ditawarkan di sekitarnya. Ada area labirin dari pagar tanaman yang sering menjadi favorit keluarga, wahana flying fox, serta spot-spot foto yang dibangun tanpa mengganggu pemandangan alami. Namun terlepas dari berbagai fasilitas itu, banyak pengunjung tetap sepakat bahwa bagian terbaik Coban Rondo adalah saat-saat ketika mereka berdiri tepat di depan air terjun, membiarkan suara alam mengambil alih semua kebisingan pikiran. Setiap sudut Coban Rondo menyimpan momen atau  ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Suara dedaunan yang saling bergesekan, aliran sungai kecil yang mengalir dengan jernih, dan cahaya matahari yang telah menembus sela-sela pohon membuat tempat ini terasa seperti ruang peristirahatan dari dunia yang berlari terlalu cepat. Di akhir pekan, banyak keluarga datang hanya untuk makan bersama di bawah pohon besar, sementara anak-anak bermain air di tepian sungai yang dangkal. Kesederhanaan seperti itu sering kali menjadi pengalaman paling berkesan. Dampak Positif Air Terjun Coban Rondo Selain menyegarkan pikiran, Coban Rondo juga memberi dampak ekonomi yang positif bagi warga sekitar. Banyak penduduk lokal membuka warung kecil, menyewakan payung, atau menjual makanan khas seperti jagung bakar dan gorengan hangat. Hubungan antara masyarakat dan alam terasa begitu dekat. mereka tidak hanya menjaga tempat ini, tetapi juga menggantungkan hidup mereka pada kelestariannya. (ANY) Baca juga: Keindahan Alam Taman Nasional Lorentz Papua