Berita Terkini

Car Free Day Ruang Olahraga dan Kebersamaan di Tengah Kota

Wamena - Setiap akhir pekan, sejumlah ruas jalan utama di berbagai kota berubah wajah. Bukan deru kendaraan yang terdengar, melainkan langkah kaki pelari, tawa keluarga, dan semangat warga yang berolahraga bersama. Inilah Car Free Day (CFD), sebuah momen ketika ruang publik dikembalikan kepada manusia. Olahraga Murah dan Terjangkau untuk Semua Car Free Day menjadi sarana olahraga yang inklusif. Tanpa biaya, masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang dapat berjalan santai, jogging, bersepeda, senam bersama, hingga bermain bersama anak-anak. CFD membuktikan bahwa hidup sehat tidak harus mahal dan eksklusif, tetapi bisa dilakukan bersama-sama. Menumbuhkan Kesadaran Hidup Sehat Lebih dari sekadar aktivitas fisik, CFD menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat. Banyak warga yang awalnya jarang berolahraga, mulai terbiasa bergerak karena suasana CFD yang santai dan menyenangkan. Kebiasaan kecil ini perlahan membentuk pola hidup yang lebih aktif dan bermanfaat bagi kesehatan. Baca Juga : Tes Kepribadian Mengenal Diri Lebih Dalam di Tengah Hiruk Pikuk Kehidupan Ruang Interaksi dan Kebersamaan Sosial CFD juga menjadi ruang perjumpaan sosial. Warga saling menyapa, komunitas olahraga berkumpul, dan keluarga menghabiskan waktu bersama. Interaksi sederhana ini memperkuat rasa kebersamaan dan mempererat hubungan sosial di tengah kehidupan kota yang cenderung individualistis. Mengajak Peduli Lingkungan Dengan meniadakan kendaraan bermotor sementara waktu, Car Free Day menyampaikan pesan penting tentang kepedulian lingkungan. Udara yang lebih bersih dan suasana yang lebih tenang menjadi pengalaman nyata bahwa perubahan kecil dapat memberi dampak besar bagi kualitas hidup. CFD sebagai Cermin Kota yang Ramah Manusia Car Free Day bukan hanya agenda rutin, tetapi simbol harapan akan kota yang lebih ramah bagi pejalan kaki, pesepeda, dan aktivitas olahraga. Di ruang ini, kesehatan, kebersamaan, dan kepedulian lingkungan bertemu, mengingatkan bahwa kota sejatinya dibangun untuk manusia, bukan hanya untuk kendaraan.(AAZ) Baca Juga : Dualisme Kepemimpinan, Ujian Berat bagi Persatuan  

Keindahan Alam Pegunungan Arfak

Wamena - Pegunungan Arfak membentang di Papua Barat sebagai kawasan hijau yang masih setia pada keheningan. Kabut tipis kerap turun perlahan, menyelimuti hutan hujan tropis dan perkampungan kecil di lereng-lereng gunung. Bagi banyak orang, Arfak dikenal sebagai “negeri di atas awan”. Namun bagi masyarakat adat yang tinggal di sana, kawasan ini adalah rumah, sumber kehidupan, dan ruang spiritual yang dijaga turun-temurun. Suasana Pegunungan Arfak Keindahan Pegunungan Arfak tidak hadir secara mencolok. Ia muncul pelan-pelan, melalui udara sejuk yang menusuk kulit, suara burung endemik yang saling bersahutan, dan pepohonan tinggi yang menjulang rapat. Kawasan ini merupakan salah satu surga keanekaragaman hayati di Papua. Berbagai jenis burung cenderawasih, mamalia hutan, dan tumbuhan langka hidup di sini. Alam Arfak bekerja dalam keseimbangan yang halus, nyaris tanpa campur tangan manusia. Kehidupan Masyarakat Arfak Masyarakat Arfak memandang hutan sebagai ibu yang memberi makan dan perlindungan. Mereka mengambil hasil alam secukupnya, tanpa merusak tatanan yang ada. Ladang dikelola secara tradisional, berpindah mengikuti kesuburan tanah. Cara ini memungkinkan alam pulih kembali. Nilai ini diwariskan sejak kecil, menjadi bagian dari pendidikan kehidupan yang tidak tertulis, tetapi sangat kuat. Kehidupan di Pegunungan Arfak berjalan lambat, jauh dari ritme kota. Tidak ada tergesa-gesa, tidak ada ambisi berlebihan. Warga memulai hari dengan bekerja di kebun, berburu secara terbatas, atau merawat keluarga. Kebersamaan menjadi kunci. Alam mengajarkan bahwa bertahan hidup bukan soal menguasai, tetapi berbagi dan menjaga. Destinasi Wisata Alam dan Pengamatan Burung Dalam beberapa tahun terakhir, Arfak mulai dilirik sebagai destinasi wisata alam dan pengamatan burung. Wisatawan datang untuk menikmati hutan dan mencari spesies langka. Kehadiran ini membawa harapan ekonomi baru bagi masyarakat. Namun, warga juga menyadari risiko yang mengintai. Karena itu, pendekatan wisata dilakukan dengan sangat hati-hati. Pengunjung diajak mengikuti aturan adat, menghormati hutan, dan tidak meninggalkan jejak kerusakan. Pegunungan Arfak tidak menawarkan kemewahan. Ia menawarkan kejujuran alam. Di sini, manusia diingatkan akan posisi sejatinya, sebagai bagian dari ekosistem, bukan penguasa. Setiap kabut yang turun seolah membawa pesan tentang kesetiaan pada alam yang telah memberi kehidupan sejak generasi pertama. Keindahan Arfak bukan hanya soal pemandangan, tetapi tentang nilai hidup yang semakin jarang ditemukan. Di tengah dunia yang bergerak cepat, Pegunungan Arfak berdiri tenang, menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Ia menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak selalu berarti merusak, dan kesejahteraan bisa tumbuh dari keharmonisan. (ANY) Baca juga: Keindahan Alam Danau Sentani Papua

Menapaki Masa Depan yang Lapang: Memaafkan Diri Sendiri

Wamena – Dalam perjalanan hidup, setiap manusia pasti pernah berbuat salah. Kesalahan adalah bagian dari proses tumbuh dan belajar, namun tidak sedikit orang yang terjebak dalam lingkaran penyesalan, rasa bersalah, hingga kecenderungan untuk terus menyalahkan diri sendiri. Mengakui kekeliruan memang menunjukkan kerendahan hati, tetapi terlalu lama mengutuk diri justru dapat menghambat perkembangan mental dan emosional. Mengapa Sulit Memaafkan Diri Sendiri? Banyak orang merasa lebih mudah memaafkan orang lain dibanding memaafkan dirinya sendiri. Hal ini terjadi karena: 1. Inner Critic yang Terlalu Keras Setiap manusia memiliki suara batin yang menjadi pengingat sekaligus pengawas. Namun ketika inner critic berubah menjadi “hakim” yang kejam, hal ini dapat mengikis rasa percaya diri, motivasi, serta menurunkan self-worth seseorang. 2. Budaya Perfeksionisme Tuntutan sosial membuat banyak individu merasa harus selalu benar dan tampil sempurna. Ketika gagal, mereka merasa seolah-olah tidak layak akan kebaikan atau kesempatan kedua. 3. Takut Mengulang Kesalahan Sebagian orang mengira bahwa terus menghukum diri akan mencegah mereka mengulangi kesalahan yang sama. Padahal, kebiasaan ini justru menghambat proses belajar. Self-Compassion: Obat untuk Inner Critic Salah satu cara paling efektif untuk menghentikan kebiasaan menyalahkan diri adalah dengan mempraktikkan self-compassion, yaitu kemampuan untuk bersikap lembut, pengertian, dan penuh empati pada diri sendiri. Cara ini mengajak seseorang memperlakukan dirinya sebagaimana ia memperlakukan orang lain yang sedang terluka. Berhenti menyalahkan diri sendiri Sadari ketika diri mulai mengkritik diri secara berlebihan. Alihkan fokus pada penerimaan bahwa setiap manusia bisa keliru.   Menerima ketidaksempurnaan Kesalahan tidak menentukan nilai seseorang. Mereka hanya bagian alami dari perjalanan menuju kedewasaan.   Berhenti membandingkan diri dengan orang lain Sebab setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda, ritme perkembangan yang unik, dan tantangan yang tidak selalu terlihat.   Praktikkan mindfulness Terimalah emosi sebagaimana adanya tanpa mencoba menekannya. Sadari, rasakan, lalu lepaskan.   Luangkan waktu untuk “me time” Meditasi, journaling, membaca buku favorit, berjalan di alam, atau beristirahat dari rutinitas dapat membantu memperbaiki kesehatan mental.   Jangan mengisolasi diri Ingat bahwa tidak ada manusia sempurna. Kita semua pernah terluka, kecewa, dan salah langkah.   Kesalahan Bukan Identitas, Melainkan Guru Kehidupan Kesalahan yang kita lakukan bukanlah cerminan siapa diri kita sesungguhnya. Mereka adalah bagian dari perjalanan panjang yang justru membentuk karakter, kebijaksanaan, dan kedewasaan. Dengan memeluk kesalahan, seseorang dapat memahami kekurangannya dan memperbaiki diri tanpa harus merendahkan harga dirinya sendiri. Memaafkan diri sendiri adalah kunci untuk membuka ruang baru dalam hidup, ruang yang lebih tenang, lapang, dan penuh harapan. Saat seseorang mampu memaafkan dirinya, ia sedang memberikan hadiah terbaik bagi dirinya sendiri: kebebasan. Kebebasan dari rasa bersalah yang menekan, pikiran negatif yang mengganggu, serta emosi yang menghambat langkah. Dengan hati yang lebih ringan, perjalanan hidup akan terasa lebih mudah dijalani. Memaafkan diri bukan berarti menghapus tanggung jawab, melainkan memilih untuk belajar dan tumbuh dari pengalaman pahit yang pernah terjadi. Karena diri yang damai adalah fondasi dari kehidupan yang lebih lapang. (FPH) Baca juga: Let Them Theory: Prinsip Kecil untuk Hidup yang Lebih Tenang

Maraton Film Menemani Liburan Natal dan Tahun Baru: Kumpulan Pilihan Film Jefri Nichol

Wamena - Liburan Natal dan Tahun Baru menjadi momen yang tepat untuk menikmati waktu santai bersama keluarga maupun sahabat. Salah satu pilihan hiburan yang selalu menarik adalah menonton film-film Indonesia berkualitas. Nama Jefri Nichol menjadi salah satu aktor muda papan atas yang karyanya kerap mencuri perhatian penonton. Mulai dari film drama romantis hingga thriller penuh ketegangan, berikut 10 film terbaik dari Jefri Nichol yang cocok ditonton saat liburan akhir tahun. 1. Pertaruhan (2017) Pertaruhan merupakan film perdana Jefry Nichol. Ia berperan dengan karakter Elzan anak kedua dari empat bersaudara yang semuanya laki-laki. Pertaruhan bercerita tentang usaha keempat bersaudara dalam mencari jalan untuk mengumpulkan uang berobat ayahnya yang sedang sakit. 2. A: Aku, Benci & Cinta (2017) Film yang berkisah tentang Avro (Jefri Nichol) sebagai seorang ketua OSIS dan Anggia (Indah Permatasari) merupakan wakilnya. Avro dan Anggia saling membenci karena tidak pernah sejalan. Namun, seperti kata orang, benci diantara mereka kemudian berujung cinta. 3. Dear Nathan (2017) dan Dear Nathan: Hello Salma (2018) Film romantis remaja yang melambungkan nama Jefri Nichol sebagai idola generasi muda. Kisah cinta Nathan dan Salma masih relevan ditonton saat liburan. 4. Jailangkung (2017) dan Jailangkung 2 (2018) Bagi pencinta horor, film ini menghadirkan sisi berbeda Jefri Nichol dengan nuansa mencekam dan penuh misteri. 5. Something in Between (2018) Drama romantis yang menguras emosi tentang cinta, jarak, dan pengorbanan. Cocok untuk suasana liburan yang reflektif. 6. Hit & Run (2019) Film aksi-komedi yang menampilkan Jefri Nichol lebih segar, ringan, dan menghibur untuk tontonan bersama teman. 7. Jakarta vs Everybody (2020) Film drama sosial yang memperlihatkan akting matang Jefri Nichol dalam menggambarkan kerasnya kehidupan ibu kota. 8. Aum! (2021) Film bertema sejarah dan perjuangan mahasiswa dengan pesan nasionalisme yang kuat, relevan ditonton di akhir tahun. 9. Sri Asih (2022) Film superhero Indonesia yang menunjukkan transformasi Jefri Nichol dalam genre laga dan fantasi modern. 10. Sleep Call (2023) Film thriller-romantis dengan nuansa psikologis yang intens, cocok bagi penonton dewasa yang ingin tontonan berbeda saat liburan. (STE) Baca juga: 

Tes Kepribadian Mengenal Diri Lebih Dalam di Tengah Hiruk Pikuk Kehidupan

Wamena - Di tengah tuntutan hidup yang semakin kompleks, banyak orang mulai mencari cara untuk lebih mengenal dirinya sendiri. Salah satu langkah yang kini semakin diminati adalah tes kepribadian. Tes ini bukan sekadar kumpulan pertanyaan, melainkan jendela kecil untuk memahami cara berpikir, bersikap, dan berinteraksi dengan dunia sekitar. Lebih dari Sekadar Label Tes kepribadian sering kali menghasilkan istilah seperti introvert, ekstrovert, ambivert, atau tipe-tipe tertentu lainnya. Namun, makna sesungguhnya bukan pada label tersebut, melainkan pada pemahaman bahwa setiap individu memiliki keunikan. Tes kepribadian membantu seseorang menyadari kekuatan yang dimiliki, sekaligus memahami area yang masih bisa dikembangkan. Membantu Hubungan Sosial dan Dunia Kerja Dalam kehidupan sosial, tes kepribadian dapat menumbuhkan empati. Ketika seseorang memahami bahwa setiap orang memiliki karakter dan cara merespons yang berbeda, maka sikap saling menghargai akan tumbuh. Di dunia kerja, tes kepribadian kerap digunakan untuk membantu penempatan tugas, membangun kerja tim yang sehat, serta mengurangi konflik akibat perbedaan karakter. Baca juga : Dualisme Kepemimpinan, Ujian Berat bagi Persatuan Refleksi, Bukan Penentu Nasib Penting untuk disadari bahwa tes kepribadian bukanlah alat untuk menghakimi atau menentukan masa depan seseorang. Hasil tes seharusnya dijadikan bahan refleksi, bukan batasan. Kepribadian dapat berkembang seiring waktu, pengalaman, dan proses belajar yang dijalani setiap individu. Menjadi Manusia yang Lebih Sadar dan Berempati Pada akhirnya, tes kepribadian adalah sarana untuk menumbuhkan kesadaran diri. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang akan lebih mudah memahami orang lain. Di tengah masyarakat yang majemuk, pemahaman ini menjadi modal penting untuk membangun hubungan yang lebih manusiawi, harmonis, dan penuh empati.(AAZ) Baca juga : Demokrasi Partisipatif, Ketika Rakyat Menjadi Subjek Demokrasi

Cara Ubah PDF ke Word: Panduan Lengkap, Praktis, dan Aman untuk Semua Perangkat

File PDF banyak digunakan karena tampilannya rapi dan konsisten. Namun, PDF sering kali sulit diedit. Oleh karena itu, mengubah PDF ke Word menjadi solusi terbaik agar dokumen dapat diperbaiki, direvisi, dan digunakan kembali dengan mudah. Artikel ini membahas cara ubah PDF ke Word secara lengkap dan aman.   Pengertian PDF dan Word PDF (Portable Document Format) adalah format dokumen yang bersifat statis dan biasanya digunakan sebagai arsip atau dokumen final. Sementara itu, Word adalah format dokumen dinamis yang memungkinkan pengeditan teks, tabel, dan format dengan fleksibel.   Baca Juga: Cara Ubah PNG ke JPG: Panduan Lengkap, Cepat, dan Mudah untuk Semua Perangkat   Perbedaan PDF dan Word PDF sulit diedit namun tampilannya konsisten. Word mudah diedit namun format dapat berubah tergantung perangkat.   Alasan Mengubah PDF ke Word 1. Agar dokumen bisa diedit 2. Memudahkan revisi dan koreksi 3. Menghemat waktu tanpa mengetik ulang 4. Mendukung kebutuhan administrasi dan akademik   Cara Ubah PDF ke Word Secara Online Langkah-langkah: 1. Buka situs konverter PDF ke Word 2. Unggah file PDF 3. Pilih format Word (.docx) 4. Klik konversi 5. Unduh hasilnya Kelebihan cara online adalah praktis dan cepat, sedangkan kekurangannya membutuhkan koneksi internet.   Cara Ubah PDF ke Word di Laptop atau PC Gunakan Microsoft Word: 1. Buka Microsoft Word 2. Pilih Open dan buka file PDF 3. Tunggu proses konversi 4. Simpan sebagai file Word   Cara Ubah PDF ke Word di HP Android Gunakan aplikasi converter PDF atau website melalui browser. Prosesnya hampir sama dengan versi laptop.   Cara Ubah PDF ke Word di iPhone Gunakan aplikasi dokumen atau layanan konverter online yang mendukung iOS.   Masalah Umum Saat Konversi - Format berubah - Teks tidak terbaca - PDF berupa scan Solusinya adalah menggunakan fitur OCR dan melakukan pengecekan manual.   Tips Aman Mengkonversi PDF ke Word - Hindari mengunggah dokumen rahasia - Simpan file asli - Gunakan aplikasi terpercaya   Manfaat Konversi PDF ke Word - Meningkatkan produktivitas - Mempermudah kolaborasi - Efisien untuk pekerjaan dan pendidikan Cara ubah PDF ke Word sangat mudah dilakukan baik secara online maupun offline. Dengan metode yang tepat, hasil konversi tetap rapi dan siap digunakan. (REZ)