Berita Terkini

Negara Sekular, Ruang Bersama bagi Semua Warga

Wamena - Negara sekular adalah negara yang memisahkan urusan pemerintahan dari urusan agama. Pemisahan ini bukan berarti negara menolak agama, melainkan negara tidak menjadikan satu ajaran agama sebagai dasar kekuasaan dan hukum. Dengan cara ini, negara berupaya berlaku adil bagi seluruh warga yang memiliki latar belakang keyakinan berbeda. Negara Sekular Bukan Negara Anti-Agama Pemahaman yang keliru sering menganggap negara sekular sebagai negara yang memusuhi agama. Padahal, dalam negara sekular, agama tetap dihormati dan dijamin kebebasannya. Warga bebas menjalankan ibadah, membangun tempat ibadah, serta mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan pribadi dan sosial. Negara hanya menjaga agar agama tidak digunakan sebagai alat politik atau pemaksaan kehendak kepada kelompok lain. Menjamin Kebebasan dan Kesetaraan Warga Salah satu tujuan utama negara sekular adalah melindungi kebebasan beragama dan kesetaraan di depan hukum. Setiap warga negara diperlakukan sama tanpa memandang agama, kepercayaan, atau latar belakang lainnya. Dengan prinsip ini, negara hadir sebagai rumah bersama, tempat semua orang merasa aman dan diakui hak-haknya. Baca juga : Car Free Day Ruang Olahraga dan Kebersamaan di Tengah Kota Peran Negara Sekular dalam Kehidupan Demokrasi Dalam sistem demokrasi, negara sekular berperan penting menjaga netralitas kekuasaan. Kebijakan publik disusun berdasarkan musyawarah, ilmu pengetahuan, dan kepentingan umum, bukan berdasarkan doktrin satu kelompok tertentu. Hal ini memungkinkan masyarakat yang beragam untuk tetap bersatu dalam perbedaan, tanpa saling mendominasi. Tantangan Negara Sekular di Masyarakat Majemuk Meski bertujuan adil, negara sekular tidak lepas dari tantangan. Perbedaan pandangan antara nilai agama dan kebijakan negara sering memicu perdebatan. Namun, perdebatan tersebut menjadi sehat ketika diselesaikan melalui dialog, toleransi, dan penghormatan terhadap hukum. Negara sekular yang matang tidak menutup suara agama, tetapi menempatkannya dalam ruang dialog yang setara. Negara Sekular sebagai Pelajaran Hidup Berdampingan Negara sekular mengajarkan bahwa persatuan tidak harus dibangun dari keseragaman, melainkan dari sikap saling menghormati. Dengan menjadikan negara netral terhadap agama, masyarakat didorong untuk hidup berdampingan secara damai dan berkeadilan. Di tengah dunia yang semakin plural, negara sekular menjadi salah satu upaya menjaga harmoni sosial dan kemanusiaan.(AAZ) Baca Juga : Tes Kepribadian Mengenal Diri Lebih Dalam di Tengah Hiruk Pikuk Kehidupan

Resep Membuat Soto Ayam: Cara Masak Soto Ayam Kuning yang Gurih, Segar, dan Mudah di Rumah

Wamena - Soto ayam merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang sangat populer di berbagai daerah. Hidangan berkuah kuning ini dikenal dengan cita rasa gurih, segar, dan kaya rempah. Mulai dari soto ayam Lamongan, soto Kudus, hingga soto ayam kampung, semuanya memiliki ciri khas tersendiri. Tidak heran jika banyak orang mencari resep membuat soto ayam yang praktis namun tetap lezat dan autentik.   Bahan-Bahan Utama Soto Ayam Berikut bahan dasar yang perlu disiapkan untuk membuat soto ayam: ·   1 ekor ayam (ayam kampung lebih disarankan) ·   2 liter air ·   2 batang serai, memarkan ·   3 lembar daun jeruk ·   2 lembar daun salam ·   2 cm lengkuas, memarkan ·   Garam secukupnya ·   Gula secukupnya ·   Kaldu bubuk (opsional) ·   Minyak goreng untuk menumis   Baca Juga: Resep Membuat Rawon: Cara Masak Rawon Jawa Timur yang Asli, Gurih, dan Kaya Rempah   Bumbu Halus Soto Ayam Bumbu halus adalah kunci utama kelezatan soto ayam. ·   6 siung bawang merah ·   4 siung bawang putih ·   3 cm kunyit, bakar ·   2 cm jahe ·   1 sdt ketumbar ·   ½ sdt merica   Langkah-Langkah Memasak Soto Ayam Ikuti langkah-langkah berikut agar soto ayam matang sempurna: 1. Rebus ayam hingga empuk, angkat dan suwir-suwir dagingnya. 2. Saring air rebusan ayam dan gunakan sebagai kaldu. 3. Haluskan semua bumbu, lalu tumis hingga harum dan matang. 4. Masukkan serai, daun jeruk, daun salam, dan lengkuas ke dalam tumisan. 5. Tuang tumisan bumbu ke dalam kaldu ayam. 6. Masukkan ayam suwir ke dalam kuah. 7. Tambahkan garam, gula, dan kaldu bubuk secukupnya. 8. Masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan kuah harum.   Tips Agar Soto Ayam Tidak Amis Agar soto ayam tetap segar dan nikmat, perhatikan tips berikut: ·   Gunakan ayam segar atau ayam kampung ·   Rebus ayam dengan api kecil ·   Buang busa kotoran saat merebus ·   Tumis bumbu hingga benar-benar matang Resep membuat soto ayam sangat mudah dipraktikkan di rumah dengan bahan yang sederhana. Kunci kelezatan soto ayam terletak pada kaldu ayam yang gurih dan bumbu yang dimasak hingga matang sempurna. Dengan mengikuti resep ini, Anda bisa menyajikan soto ayam khas Indonesia yang lezat, sehat, dan menggugah selera untuk keluarga. (REZ)

10 Film Terbaik Karya Joko Anwar untuk Liburan Natal dan Tahun Baru

Wamena - Liburan Natal dan Tahun Baru selalu jadi momen terbaik untuk maraton film. Jika mencari tontonan lokal berkualitas dengan cerita kuat dan sinematografi berkelas, karya Joko Anwar adalah pilihan aman sekaligus berkelas. Sutradara visioner ini dikenal lintas genre—horor, drama, thriller, hingga superhero. Berikut 10 film terbaik karya Joko Anwar yang diurutkan berdasarkan peringkat IMDb, cocok menemani liburan akhir tahun. 1. Janji Joni (2005) – ⭐ IMDb 7,6 Genre: Drama, Romantis, Petualangan Sinopsis singkat: Seorang pengantar rol film bioskop berpacu dengan waktu demi menjaga satu janji kecil yang ternyata mengubah hidupnya. Film ini hangat, ringan, dan penuh nostalgia, cocok untuk membuka liburan dengan suasana optimistis. 2. A Copy of My Mind (2015) – ⭐ IMDb 7,2 Genre: Drama, Romantis Sinopsis singkat: Kisah cinta sederhana antara tukang salon dan penerjemah DVD bajakan yang terjebak dalam situasi politik tak terduga. Film ini intim, jujur, dan relevan dengan kehidupan urban Indonesia. 3. Dead Time: Kala (2007) – ⭐ IMDb 7,0 Genre: Thriller, Misteri Sinopsis singkat: Seorang jurnalis dan polisi terlibat dalam kasus pembunuhan berantai yang penuh teka-teki. Alur gelap dan atmosfer noir membuat film ini cocok bagi penonton dewasa pencinta thriller serius. 4. Pengabdi Setan 2: Communion (2022) – ⭐ IMDb 6,7 Genre: Horor Sinopsis singkat: Teror keluarga Rini berlanjut di rumah susun yang menyimpan rahasia kelam. Skala cerita lebih besar, lebih mencekam, dan menjadi salah satu film horor Indonesia terlaris sepanjang masa. 5. Perempuan Tanah Jahanam (2019) – ⭐ IMDb 6,6 Genre: Horor, Misteri Sinopsis singkat: Seorang perempuan kembali ke desa asalnya tanpa tahu ia membawa kutukan turun-temurun. Horor folklor yang kuat dengan pesan sosial tersembunyi. 6. Pintu Terlarang (2009) – ⭐ IMDb 6,6 Genre: Thriller Psikologis Sinopsis singkat: Seorang pematung sukses menemukan pintu misterius yang mengubah persepsinya tentang realitas. Film ini menantang logika dan penuh simbolisme. 7. Pengabdi Setan (2017) – ⭐ IMDb 6,5 Genre: Horor Sinopsis singkat: Kematian ibu di sebuah keluarga miskin justru membuka teror baru. Reboot horor legendaris Indonesia ini menjadi tonggak kebangkitan horor modern Tanah Air. 8. Pengepungan di Bukit Duri (2025) – ⭐ IMDb 6,5 Genre: Aksi, Distopia Sinopsis singkat: Indonesia di masa depan dilanda kekacauan sosial. Sekelompok orang terjebak di sekolah elit yang dikepung kekerasan. Film ini keras, politis, dan relevan dengan realitas sosial. 9. Siksa Kubur (2024) – ⭐ IMDb 6,2 Genre: Horor Psikologis Sinopsis singkat: Seorang perempuan mempertanyakan iman dan dosa melalui ritual siksa kubur. Horor tidak hanya datang dari makhluk halus, tetapi juga dari rasa bersalah dan ketakutan manusia. 10. Gundala (2019) – ⭐ IMDb 6,1 Genre: Aksi, Superhero Sinopsis singkat: Sancaka, pria dengan kekuatan petir, harus memilih antara hidup tenang atau melawan ketidakadilan. Film pembuka Jagat Sinema Bumilangit ini penuh aksi dan pesan sosial. Baca juga: Daftar Film Davina Karamoy yang Cocok Ditonton Saat Libur Tahun Baru

Pelaksanaan Ujian Kompetensi Profiling ASN (ProASN) pada Lingkup KPU Provinsi Papua Pegunungan

Wamena - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nduga menunjukkan komitmen  dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur dengan mengikuti Program Profesionalisme ASN (ProASN) Tahun 2025. Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional KPU yang bertujuan memperkuat kompetensi, integritas, dan kinerja aparatur sipil negara di lingkungan penyelenggara pemilu, sebagaimana diamanatkan dalam Surat Edaran KPU RI tentang Pelaksanaan Program ProASN Tahun 2025 . Sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut, empat orang pejabat struktural dari KPU Kabupaten Nduga yang terdiri dari Sekretaris dan Kepala Subbagian mengikuti tahapan tes ProASN. Keikutsertaan ini menjadi bentuk kesiapan KPU Nduga dalam menyesuaikan diri dengan standar profesionalisme ASN yang ditetapkan KPU RI, sekaligus mendukung agenda reformasi birokrasi dan peningkatan tata kelola kelembagaan pemilu di daerah. Pelaksanaan tes ProASN dilaksanakan di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jayapura. Program ProASN dirancang untuk membangun aparatur KPU yang adaptif terhadap perubahan regulasi dan dinamika penyelenggaraan pemilu. Bagi KPU Kabupaten Nduga, peningkatan kapasitas ASN menjadi hal yang penting mengingat tantangan geografis, sosial, dan administratif di wilayah pegunungan. ASN yang profesional diharapkan mampu memberikan pelayanan kepemiluan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat. Pelaksanaan ProASN Tahun 2025 di lingkungan KPU se-Papua Pegunungan juga menegaskan kuatnya sinergi antara KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota. Program ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi instrumen strategis untuk menyamakan standar kompetensi ASN di seluruh wilayah Papua Pegunungan, sebagaimana diatur dalam surat edaran yang mengikat seluruh satuan kerja KPU di kawasan tersebut. Keikutsertaan KPU Kabupaten Nduga dalam tes ProASN Tahun 2025 menjadi langkah penting dalam membangun aparatur yang profesional dan berintegritas. Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi kelembagaan KPU dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu. Dengan ASN yang kompeten dan berdaya saing, KPU Nduga diharapkan semakin siap menjalankan tugas konstitusionalnya secara optimal dan terpercaya di tengah tantangan wilayah Papua Pegunungan. (FPH)  Baca juga: Pelaksanaan Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat di Lingkungan Sekretariat KPU

Keindahan Alam Pantai Base-G Jayapura

Wamena - Pantai Base-G terletak tidak jauh dari pusat Kota Jayapura, namun suasananya menghadirkan ketenangan yang kontras dengan hiruk pikuk perkotaan. Bagi masyarakat Jayapura, Pantai Base-G bukan sekadar destinasi wisata, melainkan bagian dari keseharian dan ruang sosial yang hidup. Kesederhanaan Pantai Base-G Keindahan Pantai Base-G terasa sederhana. Tidak ada bangunan besar atau wahana buatan yang mendominasi. Alam dibiarkan tampil apa adanya. Pepohonan rindang di tepi pantai menjadi tempat yang nyaman untuk berteduh, sementara suara ombak yang lembut menghadirkan suasana tenang dan damai. Banyak warga datang bersama keluarga, menghabiskan sore dengan berbincang, bermain, atau sekadar menikmati semilir angin laut. Sejarah Pantai Base-G Pantai ini juga menyimpan jejak sejarah. Nama Base-G berasal dari masa Perang Dunia II, ketika kawasan ini digunakan sebagai basis militer. Kini, sisa-sisa sejarah itu berpadu dengan kehidupan modern yang damai. Alam seolah mengambil kembali ruang yang dulu dipenuhi konflik, mengubahnya menjadi tempat pertemuan dan rekreasi. Bagi nelayan kecil di sekitar pantai, Base-G adalah sumber penghidupan. Mereka melaut dengan perahu sederhana, menangkap ikan di perairan yang relatif tenang. Aktivitas ini berlangsung berdampingan dengan wisata tanpa saling mengganggu. Hubungan ini menunjukkan bahwa pariwisata dan mata pencaharian tradisional dapat berjalan seiring jika dikelola dengan bijak. Pelestarian Pantai Base-G yang tetap terjaga Pantai Base-G menjadi contoh bagaimana alam di wilayah perkotaan tetap bisa dijaga. Kesadaran warga untuk menjaga kebersihan pantai tumbuh perlahan. Kerja bakti, edukasi lingkungan, dan keterlibatan komunitas menjadi bagian dari upaya menjaga keindahan kawasan ini. Warga memahami bahwa pantai ini adalah ruang bersama yang harus dirawat bersama pula. Anak-anak tumbuh dengan pantai sebagai ruang bermain alami. Mereka belajar berenang, mengenal laut, dan menghargai lingkungan sejak dini. Pantai Base-G menjadi ruang pembelajaran kehidupan yang sederhana namun penting. Dari alam, mereka belajar kebersamaan dan tanggung jawab. Keindahan Pantai Base-G tidak menuntut kekaguman berlebihan. Ia hadir sebagai ruang pemulihan. Di sini, warga Jayapura menemukan jeda dari kesibukan. Pantai ini mengajarkan bahwa keindahan alam tidak selalu berada jauh di pelosok, tetapi bisa hadir di dekat rumah, selama manusia mau menjaga dan menghargainya. (ANY) Baca juga: Keindahan Alam Taman Nasional Lorentz Papua

Urbanisasi Perjalanan Mencari Harapan di Tengah Kota

Wamena - Setiap tahun, ribuan orang meninggalkan desa dan kampung halaman mereka menuju kota besar. Mereka datang dengan tas sederhana, doa keluarga, dan harapan akan kehidupan yang lebih layak. Urbanisasi menjadi pilihan bagi banyak orang yang melihat kota sebagai simbol peluang, pekerjaan, dan masa depan yang lebih cerah. Mimpi dan Realita Kehidupan Perantau Lapangan kerja yang lebih luas, akses pendidikan, serta fasilitas kesehatan menjadi daya tarik utama. Namun, tidak semua pendatang langsung merasakan manisnya kehidupan kota. Sebagian harus berjuang dengan pekerjaan informal, upah rendah, dan tempat tinggal yang sempit. Rindu kampung halaman dan tekanan hidup kerap menjadi bagian dari keseharian mereka. Dampak Urbanisasi bagi Desa Urbanisasi tidak hanya mengubah wajah kota, tetapi juga meninggalkan jejak di desa. Berkurangnya tenaga muda dan produktif menyebabkan sektor pertanian melemah dan aktivitas desa semakin berkurang. Tradisi dan kearifan lokal pun perlahan memudar seiring banyaknya generasi muda yang pergi merantau. Baca juga :  Tes Kepribadian Mengenal Diri Lebih Dalam di Tengah Hiruk Pikuk Kehidupan Tantangan Kota yang Kian Kompleks Lonjakan penduduk membuat kota menghadapi persoalan serius, seperti kemacetan, pengangguran, keterbatasan perumahan, hingga munculnya kawasan kumuh. Urbanisasi yang tidak terkendali dapat memperlebar jurang sosial dan ekonomi di perkotaan. Pemerataan Pembangunan sebagai Kunci Urbanisasi sejatinya mencerminkan ketimpangan pembangunan. Solusi tidak cukup dengan membatasi arus penduduk ke kota, tetapi dengan membangun desa secara berkelanjutan, membuka lapangan kerja di daerah, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan infrastruktur lokal. Urbanisasi sebagai Cerita Kemanusiaan Lebih dari sekadar fenomena sosial, urbanisasi adalah kisah manusia yang berani bermimpi dan berjuang. Di antara kerasnya kota dan hangatnya desa, para perantau menyimpan harapan bahwa suatu hari kesejahteraan dapat dirasakan secara adil, baik di kota maupun di tanah kelahiran mereka.(AAZ) Baca Juga : Tes Kepribadian Mengenal Diri Lebih Dalam di Tengah Hiruk Pikuk Kehidupan