Berita Terkini

Self Acceptance: Resolusi Tahun Baru 2026 untuk Hidup Lebih Damai dan Bahagia

Wamena - Memasuki tahun 2026, banyak orang mulai menyusun resolusi baru—mulai dari karier, keuangan, hingga hubungan pribadi. Namun di antara semua target besar itu, ada satu hal yang sering terlupakan tetapi justru paling penting: self acceptance atau penerimaan diri. Di tengah tekanan media sosial, tuntutan sosial, dan standar kesuksesan yang semakin tinggi, belajar menerima diri apa adanya menjadi kunci hidup yang lebih tenang, bahagia, dan sehat secara mental. Apa Itu Self Acceptance? Self acceptance adalah kemampuan seseorang untuk menerima dirinya secara utuh—baik kelebihan, kekurangan, kegagalan, maupun masa lalu. Bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan berdamai dengan diri sendiri sambil terus bertumbuh. Penerimaan diri bukan tentang menjadi sempurna, tapi tentang berhenti membenci diri sendiri karena tidak sempurna. Mengapa Self Acceptance Penting sebagai Resolusi Tahun Baru 2026? 1. Mengurangi Stres dan Tekanan Mental Saat seseorang menerima dirinya, tekanan untuk selalu “cukup” di mata orang lain akan berkurang. Ini membantu menurunkan kecemasan dan overthinking. 2. Meningkatkan Kesehatan Mental Self acceptance terbukti membantu menurunkan risiko burnout, depresi, dan kelelahan emosional, terutama di era digital yang penuh perbandingan sosial. 3. Membuat Hidup Lebih Autentik Dengan menerima diri sendiri, seseorang lebih berani hidup sesuai nilai dan tujuan pribadinya—bukan sekadar mengikuti standar orang lain. 4. Membangun Hubungan yang Lebih Sehat Orang yang berdamai dengan dirinya sendiri cenderung memiliki hubungan yang lebih jujur, stabil, dan tidak bergantung secara emosional. Cara Menerapkan Self Acceptance di Tahun 2026 1. Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain Media sosial sering menampilkan potongan hidup terbaik orang lain. Ingat, setiap orang punya proses dan waktunya sendiri. 2. Akui Perasaan Tanpa Menghakimi Tidak apa-apa merasa lelah, gagal, atau kecewa. Mengakui perasaan adalah langkah awal menuju pemulihan. 3. Fokus pada Progres, Bukan Kesempurnaan Kemajuan kecil tetap berarti. Rayakan setiap langkah, sekecil apa pun itu. 4. Ubah Dialog Batin Menjadi Lebih Positif Ganti kalimat seperti “Aku tidak cukup baik” menjadi “Aku sedang belajar dan bertumbuh.” 5. Berani Menetapkan Batasan Self acceptance juga berarti berani berkata “tidak” demi kesehatan mental dan kebahagiaan pribadi. Self Acceptance: Awal dari Resolusi yang Lebih Sehat Tahun 2026 bukan tentang menjadi versi sempurna, tetapi versi paling jujur dari diri sendiri. Ketika seseorang mampu menerima dirinya apa adanya, hidup terasa lebih ringan, hubungan menjadi lebih sehat, dan tujuan hidup lebih bermakna. Resolusi terbaik bukan tentang berubah menjadi orang lain, melainkan menjadi diri sendiri tanpa rasa bersalah. (STE) Baca juga: Empat Kalimat Pendek Ini Dapat Kamu Jadikan Mantra Kehidupan

Jenis-jenis Tindak Pidana Korupsi yang Diatur dalam UU Tipikor dengan Contohnya

Wamena - Secara umum, korupsi adalah tindakan penyalahgunaan kekuasaan atau posisi berwenang untuk mendapatkan keuntungan pribadi yang tidak sah. Korupsi dikategorikan secara kejahatan luar biasa (extraordinary crime) karena dampaknya yang masif merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Baca juga: Korupsi, Luka Sunyi yang Menggerogoti Harapan Masyarakat Berdasarkan UU Tipikor, terdapat 7 jenis utama tindak pidana korupsi: Jenis Kerugian Keuangan Negara Tindakan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, serta menyalahgunakan kewenangan yang secara langsung mengakibatkan berkurangnya kekayaan negara (Pasal 2 & 3) Contoh: Kasus Korupsi Tata Niaga Timah (Harvey Moeis dan Helena Lim, para pelaku bekerja sama untuk mengakomodasi tambang timah ilegal di wilayah izin usaha PT. Timah Tbk. Tindakan ini mengakibatkan kerusakan wilayah lingkungan dan kerugian finansial negara yang sangat besar, mencapai Rp300 Triliun. Jenis Suap-Menyuap Pemberian atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud agar mereka berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya (Pasal 5, 6, 11, 12, dan 13) Contoh: Kasus Suap Pengurusan Perkara di Mahkamah Agung (Sudrajad Dimyati) yang terbukti menerima uang (suap) sekitar SGD 80.000 untuk mempengaruhi putusan kasasi terkait kasus pailit sebuah Koperasi Simpan Pinjam. Sudrajad divonis 8 tahun penjara atas tindakan tersebut. Jenis Penggelapan dalam Jabatan Tindakan pejabat atau pegawai negeri yang menggelapkan uang, memalsukan buku/daftar administrasi, atau merusak bukti-bukti yang dikuasai karena jabatannya (Pasal 8, 9 dan 10) Contoh: Kasus Korupsi Dana Investasi PT. Asabri (Benny Tjokrosaputro), dimana dana pensiun TNI dan Polri di PT. Asabri dikelola secara tidak wajar melalui manipulasi investasi saham demi keuntungan pribadi dan kelompok. Kasus ini merugikan negara sebesar Rp22,7 Triliun. Jenis Pemasaran Tindakan pegawai negeri yang menyalahgunakan kekuasaan untuk memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, guna kepentingan pribadi (Pasal 12 huruf e, f, g). Contoh: Pemerasan di Kementerian Pertanian (Syahrul Yasin Limpo). Dalam kasus ini, ia diduga menyalahgunakan kekuasaannya untuk memaksa para bawahannya (pejabat di Kementan) menyetorkan uang secara rutin guna membiayai keperluan pribadi dan keluarganya. Jenis Perbuatan Curang Dilakukan oleh pemborong, pengawas proyek, atau rekanan TNI/Polri yang melakukan kecurangan dalam pengadaan barang/jasa atau pengerjaan bangunan yang dapat membahayakan keamanan dan keuangan negara (Pasal 7). Contoh: Proyek jalan tol Sheikh Mohammed bin Zayed (Djoko Dwijono). Terjadi kecurangan dalam spesifikasi material dan pengerjaan proyek tol yang tidak sesuai kontrak asli guna menekan biaya demi keuntungan sepihak, yang beresiko mengurangi kualitas keamanan infrastruktur negara.  Jenis Conflict of Interest dalam Pengadaan  Situasi dimana seorang pejabat atau pegawai negeri turut serta dalam pengadaan, persewaan, atau penjualan yang pada saat itu ia bertugas untuk mengurus atau mengawasinya (Pasal 12 huruf i). Contoh: Pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) Kemenkes (Budi Sylvana). Pejabat pembuat komitmen diduga terlibat dalam penunjukkan penyedia barang yang memiliki hubungan kepentingan tertentu atau diatur sedemikian rupa sehingga proses tender tidak objektif, yang berujung pada pemborosan anggaran negara. Jenis Gratifikasi Pemberian dalam arti luas (uang, barang, diskon, tiket, dll) kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya (Pasal 12B dan 12C). Contoh: Gratifikasi dan Pencucian Uang (Rafael Alun Trisambodo) yang menerima berbagai “hadiah” atau setoran dari wajib pajak yang ia periksa. Meskipun tidak secara langsung menerima suap di awal, penerimaan tersebut berhubungan dengan jabatannya dan tidak dilaporkan ke KPK, sehingga dikategorikan gratifikasi ilegal.  Pemahaman mengenai jenis-jenis tindak pidana korupsi yang diatur dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) beserta contoh-contohnya menjadi hal penting bagi masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran hukum dan sikap antikorupsi. Korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak kepercayaan publik, memperlambat pembangunan, dan mencederai rasa keadilan. Dengan mengetahui bentuk-bentuk korupsi seperti suap, gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, hingga penggelapan dalam jabatan, diharapkan setiap individu baik penyelenggara negara maupun warga masyarakat mampu mengenali, mencegah, dan menolak praktik koruptif dalam kehidupan sehari-hari. Upaya pemberantasan korupsi tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas. (FPH) Baca juga: Hari Antikorupsi Sedunia: Refleksi ASN untuk Setop Normalisasi Korupsi di Indonesia

Keindahan Alam Pantai Losari

Wamena - Pantai Losari bukan sekadar garis pantai yang membentang di tepi Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Losari bukan hanya destinasi wisata, melainkan bagian dari keseharian yang menyatu dengan ingatan dan identitas kota. Pada pagi hari, kawasan Pantai Losari mulai hidup. Ada bebrapa aktivitas yang dilakukan oleh warga mulai dari berjalan santai, berolahraga ringan, atau sekadar menikmati semilir angin laut. Cahaya matahari yang perlahan naik dari ufuk timur memantul di permukaan air, menciptakan suasana tenang yang sulit ditemukan di tengah hiruk pikuk kota. Pantai Losari menjadi ruang bagi siapa saja yang ingin memulai hari dengan lebih lapang. Seiring perkembangan waktu aktivitas di Pantai Losari semakin beragam. Anak-anak bermain di sepanjang anjungan, pedagang kaki lima mulai menata dagangan, sementara wisatawan lokal dan luar daerah berdatangan. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri, memperlihatkan bagaimana ruang publik ini menjadi titik temu berbagai latar belakang, usia, dan cerita. Daya Tarik Pantai Losari Pantai Losari adalah salah satu tempat terbaik untuk menikmati matahari terbenam di Makassar. Ketika menjelang sore, langit berubah warna menjadi jingga dan keemasan, dan memantul indah di permukaan laut. Banyak pengunjung duduk berjejer menghadap cakrawala, menikmati momen senja yang hangat, sederhana namun berkesan. Suasana ini dimanfaatkan untuk berbincang, merenung, atau sekadar diam menikmati waktu. Di balik keindahan alamnya, Pantai Losari juga lekat dengan kekayaan kuliner khas Makassar. Beragam makanan tradisional dapat ditemui di sekitar kawasan ini, mulai dari pisang epe yang dibakar dan disiram gula merah cair, hingga jajanan laut yang disajikan hangat. Kuliner menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman berkunjung ke Losari, menghadirkan rasa yang menguatkan ingatan akan kota ini. Peran Pantai Losari Pantai Losari juga berperan sebagai ruang ekspresi budaya. Berbagai acara seni, pertunjukan musik, hingga perayaan hari besar sering digelar di kawasan ini. Masyarakat berkumpul, berinteraksi, dan merayakan kebersamaan dalam suasana terbuka. Di sinilah Losari menunjukkan fungsinya sebagai ruang publik yang hidup, bukan sekadar tempat untuk melihat laut. Dampak Positif UMKM Bagi para pelaku usaha kecil, Pantai Losari adalah sumber penghidupan. Pedagang, fotografer, hingga penyedia jasa hiburan menggantungkan harapan dari ramainya pengunjung. Kehadiran pantai ini turut menggerakkan roda ekonomi lokal, memberikan ruang bagi masyarakat untuk tumbuh bersama pariwisata kota. Dalam perkembangannya, Pantai Losari terus mengalami penataan dan perbaikan. Pemerintah daerah berupaya menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan agar tetap ramah bagi pengunjung. Ada beberapa tantangan yang terjadi, mulai dari pengelolaan sampah hingga menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata dan kelestarian lingkungan. Namun, Losari tetap berdiri sebagai simbol ruang bersama yang harus dijaga oleh semua pihak. Pantai Losari mengajarkan bahwa keindahan tidak selalu tentang kemewahan, bisa juga melalui kebersamaan, kesederhanaan, dan keterbukaan. Di sepanjang anjungannya, orang-orang datang dan pergi, meninggalkan jejak cerita yang saling bertaut. Losari menjadi tempat di mana kota dan laut saling menyapa, menghadirkan ruang bagi manusia untuk berbagi waktu, rasa, dan harapan. (ANY) Baca juga: Keindahan Alam Danau Sentani Papua

Kriteria Suami Idaman di Tengah Kehidupan Modern

Wamena - Di tengah perubahan zaman dan dinamika kehidupan rumah tangga, sosok suami idaman kerap menjadi perbincangan banyak kalangan. Namun, bagi sebagian besar keluarga, suami idaman bukanlah tentang harta melimpah atau kesempurnaan tanpa cela, melainkan tentang kesungguhan dalam menjalani peran dan tanggung jawab. Tempat Pulang yang Aman dan Menenangkan Suami idaman adalah ia yang mampu menjadi tempat pulang yang aman, baik secara fisik maupun emosional. Kehadirannya memberi rasa tenang, mampu mendengarkan tanpa menghakimi, serta bersedia berbagi beban kehidupan bersama pasangan. Perhatian kecil, komunikasi jujur, dan empati menjadi kunci keharmonisan rumah tangga. Tanggung Jawab Lebih Penting dari Sekadar Materi Dalam peran sebagai kepala keluarga, suami idaman berupaya menafkahi keluarga sesuai kemampuan terbaiknya. Besar kecilnya penghasilan bukan ukuran utama, melainkan komitmen untuk bekerja dengan jujur, halal, dan penuh tanggung jawab. Ia hadir sebagai pelindung dan penopang keluarga, terutama di masa sulit. Baca Juga : Paspampres Pengawal Negara yang Bekerja dalam Senyap dan Kesetiaan Kesetiaan dan Kejujuran sebagai Pondasi Nilai kesetiaan dan kejujuran menjadi dasar utama dalam membangun kepercayaan. Suami idaman menjaga amanah pasangan, menghormati ikatan pernikahan, serta menjunjung tinggi nilai moral. Kesetiaan diwujudkan melalui sikap setia lahir dan batin, serta komitmen untuk saling menjaga. Kemauan untuk Terus Belajar dan Bertumbuh Suami idaman bukan sosok yang merasa paling benar. Ia terbuka terhadap masukan, mampu mengakui kesalahan, dan bersedia memperbaiki diri. Dalam perbedaan pendapat, ia memilih musyawarah dan kedewasaan, menjadikan konflik sebagai sarana memperkuat hubungan. Pilar Keluarga dan Harapan Masa Depan Pada akhirnya, kriteria suami idaman bukan tentang kesempurnaan, melainkan niat tulus untuk mencintai, menghargai, dan bertanggung jawab. Sosok inilah yang menjadi pilar ketahanan keluarga dan fondasi lahirnya generasi yang kuat, berakhlak, dan penuh kasih sayang.(AAZ) Baca Juga : Teokrasi Ketika Keyakinan Menjadi Arah Kebijakan Publik  

Resep Membuat Kue Putu: Cara Mudah Membuat Jajanan Tradisional yang Legit, Wangi, dan Lembut

Wamena - Kue putu merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang memiliki cita rasa khas dan aroma pandan yang menggugah selera. Terbuat dari tepung beras, gula merah, dan kelapa parut, kue ini dikenal dengan bunyi khas uap saat dimasak menggunakan cetakan bambu. Hingga kini, resep membuat kue putu tetap digemari berbagai kalangan, baik sebagai camilan sore, sajian keluarga, maupun ide usaha kuliner rumahan. Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari sejarah, bahan, hingga langkah-langkah membuat kue putu yang autentik.   Apa Itu Kue Putu? Kue putu adalah kue tradisional berbahan dasar tepung beras yang diisi gula merah dan dikukus menggunakan cetakan khusus. Saat matang, kue putu disajikan dengan taburan kelapa parut kukus dan sedikit garam untuk menyeimbangkan rasa. Kue ini terkenal dengan: · Aroma pandan yang khas · Tekstur lembut dan sedikit berpasir · Isian gula merah yang lumer di dalam   Baca Juga: Resep Membuat Bubur Sumsum: Cara Membuat Bubur Tradisional yang Lembut, Gurih, dan Legit   Sejarah Singkat Kue Putu Kue putu telah dikenal sejak lama di berbagai daerah di Indonesia. Penjual kue putu tradisional sering dijumpai pada malam hari dengan gerobak khas dan suara peluit uap yang ikonik. Hingga kini, kue putu menjadi simbol kuliner nostalgia yang tetap eksis di tengah gempuran makanan modern.   Resep Utama Membuat Kue Putu ·   250 gram tepung beras ·   2 lembar daun pandan, haluskan dan peras airnya ·   Air secukupnya ·   ½ sendok teh garam ·   150 gram gula merah, serut halus ·   ½ butir kelapa parut kasar ·   ¼ sendok teh garam (untuk kelapa)   Cara Membuat Kue Putu Tradisional yang Lembut 1.   Menyiapkan Adonan Tepung Campurkan tepung beras dengan air pandan dan sedikit air biasa. Aduk hingga adonan berbutir halus dan lembap, tidak menggumpal. Tambahkan garam, aduk rata. 2.   Menyiapkan Isian Gula Merah Pastikan gula merah diserut halus agar mudah meleleh saat dikukus. 3.   Mengisi Cetakan Kue Putu Masukkan adonan tepung ke cetakan bambu hingga setengah penuh, tambahkan gula merah, lalu tutup kembali dengan adonan tepung sambil ditekan ringan. 4.   Mengukus Kue Putu Kukus menggunakan kukusan atau alat khusus kue putu selama 5–7 menit hingga matang dan uap keluar dari bagian atas cetakan. 5.   Menyajikan Kue Putu Keluarkan kue dari cetakan, sajikan hangat dengan taburan kelapa parut yang telah dikukus dan diberi sedikit garam. Resep membuat kue putu adalah bukti bahwa kuliner tradisional Indonesia tetap relevan dan dicintai sepanjang masa. Dengan bahan sederhana dan cara pembuatan yang mudah, siapa pun bisa menghadirkan jajanan khas ini di rumah. Selain sebagai camilan, kue putu juga memiliki nilai budaya dan potensi ekonomi yang besar jika dikembangkan secara kreatif. (REZ)

Paspampres Pengawal Negara yang Bekerja dalam Senyap dan Kesetiaan

Wamena - Di balik setiap langkah Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, ada sosok-sosok yang jarang disorot kamera namun memikul tanggung jawab besar. Mereka adalah Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), prajurit pilihan TNI yang bertugas menjaga keselamatan kepala negara dan simbol kedaulatan bangsa. Lebih dari Sekadar Pengamanan Bagi Paspampres, tugas pengamanan bukan hanya soal kewaspadaan dan strategi. Di lapangan, mereka dituntut memiliki kepekaan sosial dan sikap humanis. Senyum ramah, gestur sopan, dan ketegasan yang terukur menjadi bagian dari citra Paspampres saat berhadapan dengan masyarakat dalam berbagai agenda kenegaraan. Disiapkan dengan Latihan Ketat dan Disiplin Tinggi Untuk menjadi bagian dari Paspampres, seorang prajurit harus melewati seleksi ketat dan pelatihan intensif. Tidak hanya kemampuan fisik dan taktik pengamanan yang diasah, tetapi juga pengendalian emosi, komunikasi, dan pemahaman situasi sosial. Semua itu diperlukan agar pengamanan berjalan aman tanpa menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat. Baca Juga : Pertumbuhan Penduduk Antara Angka, Kehidupan, dan Harapan Masa Depan Mengabdi Tanpa Banyak Tampil ke Publik Dalam banyak kesempatan, keberhasilan Paspampres justru diukur dari hal-hal yang tidak terlihat. Ketika sebuah acara kenegaraan berlangsung aman dan tertib, di situlah peran mereka bekerja dengan sempurna. Mereka hadir tanpa ingin dikenal, menjalankan tugas dengan kesadaran penuh akan tanggung jawab besar yang diemban. Sisi Kemanusiaan di Balik Seragam Di luar ketegasan, Paspampres juga dikenal memiliki sisi empati. Tak jarang, momen-momen kecil seperti membantu warga, menenangkan anak-anak, atau memberi ruang aman bagi masyarakat menjadi potret kemanusiaan yang menyentuh. Hal-hal sederhana itu menunjukkan bahwa di balik seragam dan protokol ketat, ada nilai kepedulian yang dijunjung tinggi. Penjaga Simbol Negara dan Harapan Rakyat Paspampres bukan hanya penjaga fisik Presiden dan Wakil Presiden, tetapi juga penjaga kehormatan negara. Dalam setiap langkah pengabdian mereka, tersimpan harapan rakyat akan keamanan, ketertiban, dan keberlanjutan kepemimpinan nasional. Dengan bekerja dalam senyap dan penuh kesetiaan, Paspampres terus menjadi garda terdepan dalam menjaga Indonesia.(AAZ) Baca Juga : Teokrasi Ketika Keyakinan Menjadi Arah Kebijakan Publik