Berita Terkini

Keindahan Alam Teluk Tomini

Wamena - Indonesia menyimpan banyak keindahan alam bahari, salah satunya Teluk Tomini memiliki tempat istimewa di antara semuanya. Teluk terluas di Indonesia ini membentang luas di jantung Pulau Sulawesi dan menghubungkan tiga provinsi, yakni Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Luasnya yang mencapai ratusan ribu kilometer persegi menjadikan Teluk Tomini bukan sekadar teluk biasa, melainkan bentang alam laut raksasa yang sarat potensi. Keindahan Teluk Tomini tidak hadir secara instan. Alamnya terbentuk melalui proses panjang, menghasilkan perairan yang relatif tenang, jernih, dan kaya kehidupan laut. Di sepanjang pesisirnya, masyarakat hidup berdampingan dengan laut, menjadikan teluk ini sebagai sumber penghidupan sekaligus ruang budaya yang terus terjaga. Bagi wisatawan pencinta alam, Teluk Tomini menawarkan pengalaman berbeda. Bukan hiruk pikuk wisata massal, melainkan ketenangan, keaslian, dan lanskap alam yang masih terasa “jujur”. Snorkeling dan Selam Menjadi Daya tarik Utama Teluk Tomini Salah satu kekuatan utama Teluk Tomini terletak pada keanekaragaman hayati lautnya. Kawasan ini dikenal sebagai bagian penting dari Segitiga Terumbu Karang Dunia (Coral Triangle), wilayah laut dengan tingkat biodiversitas tertinggi di planet ini. Terumbu karang yang sehat, padang lamun, dan ekosistem pesisir lainnya menjadi rumah bagi ribuan spesies ikan dan biota laut. Di beberapa titik, seperti Kepulauan Togean dan perairan Gorontalo, keindahan bawah laut Teluk Tomini menjadi daya tarik utama aktivitas snorkeling dan selam. Wisatawan dapat menikmati pemandangan karang warna-warni nan indah, ikan karang, hingga biota laut langka dalam jarak pandang yang dekat yang membuat takjub. Pemerintah dan Masyarakat setempat juga berperan aktif dalam menjaga ekosistem dikarenakan mayoritas masyarakat lokal yang menggantungkan hidup pada laut. Praktik penangkapan ikan tradisional dan kesadaran menjaga keseimbangan alam adalah kunci bertahannya kekayaan bawah laut Teluk Tomini hingga kini. Panorama Alam yang Menenangkan dan Pulau-pulau yang Eksotis Ada ratusan pulau kecil dengan karakter alam yang berbeda-beda. Ada beberapa pulau-pulau di Kepulauan Togean, misalnya, menawarkan pantai berpasir putih, air laut biru kehijauan, serta suasana tenang yang jauh dari kebisingan kota. Selain laut, bentang alam Teluk Tomini diperkaya oleh hutan tropis  dan perbukitan hijau di daratan Sulawesi. Perpaduan antara laut, pulau, dan pegunungan menciptakan panorama yang memanjakan mata, terutama saat matahari terbit dan terbenam di garis cakrawala teluk. Kehidupan Budaya dan Pesisir yang Menyatu dengan Alam Teluk Tomini bukan hanya tentang alam, tetapi juga tentang manusia yang hidup di sekitarnya. Artinya, adanya kesinambungan antara manusia dan alam. Masyarakat pesisir menggantungkan hidup pada laut sebagai nelayan, pembudidaya rumput laut, hingga pelaku wisata berbasis komunitas. Tradisi, kearifan lokal, dan budaya bahari masih terjaga dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas ritual adat, melaut dan kebiasaan menjaga laut menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kawasan Teluk Tomini. Komunitas dan pemerintah daerah setempat juga berperan aktif untuk mempromosikan kawasan ini melalui berbagai kegiatan pariwisata, salah satunya Festival Teluk Tomini, yang menggabungkan promosi budaya, wisata, dan kampanye pelestarian lingkungan. Teluk Tomini, Permata Bahari yang Perlu Dijaga Keindahan alam Teluk Tomini akan bertahan jika dikelola dengan bijak dan berkelanjutan. Tantangan seperti perubahan iklim, sampah laut, dan eksploitasi berlebihan menjadi isu yang perlu dihadapi bersama. Teluk Tomini berpeluang menjadi contoh kawasan bahari yang maju tanpa kehilangan jati diri alamnya, dengan pendekatan ekowisata dan keterlibatan masyarakat lokal. Bagi Indonesia, Teluk Tomini bukan hanya destinasi wisata, melainkan simbol kekayaan laut yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Keindahan Teluk Tomini adalah pengingat bahwa keindahan sejati sering kali hadir dalam kesederhanaan dan keseimbangan antara manusia dan alam. (ANY) Baca juga: Keindahan Alam Taman Nasional Lorentz Papua  

Peluang Usaha Toko Bangunan, Menopang Mimpi dari Pondasi Kehidupan

Wamena - Di tengah geliat pembangunan yang terus bergerak, usaha toko bangunan hadir sebagai salah satu peluang bisnis yang tidak lekang oleh waktu. Dari desa hingga kota, kebutuhan material bangunan menjadi bagian penting dalam pembangunan rumah, tempat usaha, hingga fasilitas umum. Di balik tumpukan semen, pasir, dan besi, tersimpan harapan banyak keluarga untuk memiliki hunian yang layak dan aman. Permintaan Stabil, Menjadi Bisnis Jangka Panjang Usaha toko bangunan memiliki permintaan yang relatif stabil. Renovasi rumah, pembangunan perumahan, hingga proyek infrastruktur membuat kebutuhan bahan bangunan selalu dibutuhkan. Bahkan di saat kondisi ekonomi melemah, kebutuhan memperbaiki rumah tetap berjalan. Hal inilah yang menjadikan usaha toko bangunan sebagai bisnis jangka panjang yang menjanjikan. Modal Fleksibel, Bisa Dimulai dari Skala Kecil Salah satu keunggulan usaha toko bangunan adalah fleksibilitas modal. Usaha ini dapat dimulai dari skala kecil dengan menjual bahan-bahan dasar seperti semen, pasir, cat, paku, dan peralatan sederhana. Seiring waktu dan kepercayaan pelanggan, usaha dapat berkembang menjadi lebih besar. Membuka Lapangan Kerja dan Menggerakkan Ekonomi Lokal Keberadaan toko bangunan tidak hanya berdampak pada keuntungan pemilik usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Mulai dari tenaga penjaga toko, sopir pengangkut, hingga buruh bongkar muat, semuanya ikut merasakan manfaat ekonomi dari usaha ini. Kepercayaan dan Pelayanan Menjadi Kunci Utama Dalam usaha toko bangunan, kepercayaan pelanggan adalah fondasi terpenting. Pelayanan yang ramah, kualitas barang yang terjamin, harga yang wajar, serta kejujuran dalam takaran dan timbangan menjadi faktor utama yang menentukan keberlangsungan usaha. Peluang Nyata bagi Wirausaha Lokal Dengan pengelolaan yang baik, usaha toko bangunan dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. Usaha ini tidak hanya membangun gedung dan rumah, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi serta masa depan wirausaha lokal.(AAZ) Baca juga : Sejarah Perayaan Pergantian Tahun Dari Penanda Waktu hingga Momentum Harapan Bersama

5 Pengadilan Niaga di Indonesia

Wamena - Dalam praktik hukum bisnis di Indonesia, dua istilah yang sering muncul ketika perusahaan menghadapi masalah keuangan adalah PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) dan Kepailitan. Keduanya merupakan mekanisme hukum yang memberikan jalan penyelesaian ketika debitur tidak mampu memenuhi kewajiban utangnya kepada kreditur. Semua perkara PKPU dan kepailitan tidak diperiksa di pengadilan umum, tetapi di lembaga khusus yang disebut Pengadilan Niaga. Pengadilan Niaga merupakan bagian dari peradilan umum yang secara khusus menangani perkara di bidang hukum perdagangan dan komersial, termasuk sengketa kepailitan, PKPU, hak kekayaan intelektual, dan perkara bisnis lainnya.  Pengadilan Niaga di Indonesia hanya terdapat di beberapa wilayah, yaitu: Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Medan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Makassar Dengan demikian, jika sebuah perusahaan dari daerah manapun di Indonesia mengajukan permohonan PKPU atau dinyatakan pailit, maka perkaranya akan diperiksa di salah satu Pengadilan Negeri tersebut, sesuai dengan domisili hukum perusahaan dan wilayah yurisdiksi yang berlaku. (FPH)  Baca juga: Negara Hukum Ketika Aturan Menjadi Pelindung Setiap Warga

Keindahan Alam Desa Pemuteran

Wamena – Keindahan alam kali  ini berasal dari sebuah desa kecil yang tenang di pesisir Buleleng, Bali Utara, perlahan menjadi ikon keindahan alam dan ekowisata Indonesia. Berbeda dengan gemerlapnya pantai selatan Bali, Pemuteran menawarkan pengalaman alam yang murni, damai, dan penuh nilai konservasi. Keindahan alam di sini bukan hanya soal lanskap, tetapi juga ekosistem laut yang hidup, budaya tradisional yang kuat, serta sinergi unik antara warga lokal dengan lingkungan sekitarnya. Pintu Masuk ke Alam yang Otentik Desa Pemuteran Desa Pemuteran terletak di bagian barat laut Pulau Bali, kurang lebih 3,5 jam berkendara dari Denpasar dan sekitar 1–1,5 jam dari Lovina. Meski perjalanan terasa lebih panjang dibanding pusat wisata populer, setiap kilometer dari rute menuju Pemuteran seolah mengantar pengunjung ke alam yang kian murni jauh dari keramaian, polusi, dan hiruk-pikuk kota. Sekilas pandang, yang pertama mencuri perhatian adalah pantai dengan pasir hitam vulkanik yang tenang, dengan angin laut yang lembut membelai setiap pengunjung. Keunikan pasir hitam yang kontras dengan birunya laut membuat pemandangan di garis pantai ini menjadi subjek favorit para fotografer profesional maupun amatir. Surga Bawah Laut: Ekosistem yang Hidup & Pemulihan Terumbu Karang Salah satu daya tarik alam utama di Pemuteran adalah terumbu karangnya  ekosistem laut yang menjadi rumah bagi ratusan spesies ikan dan organisme laut lainnya. Desa ini tak hanya dikenal karena keindahan bawah lautnya, tetapi juga karena komitmen luar biasa terhadap pemulihan dan konservasi laut. Pemuteran menjadi lokasi terbesar di dunia untuk proyek restorasi karang berbasis masyarakat melalui program BioRock, yang bertujuan mempercepat pertumbuhan karang dengan bantuan struktur logam berarus listrik rendah. Metode ini memungkinkan terumbu karang tumbuh hingga 4–5 kali lebih cepat dibandingkan alami, sehingga menciptakan taman laut penuh warna yang subur dan sehat. Pengunjung bisa menikmati pengalaman snorkeling dan diving yang luar biasa langsung dari pantai. Airnya jernih dan arusnya relatif tenang, membuatnya ideal bagi penyelam pemula maupun profesional untuk menyaksikan coral garden yang memukau dan kehidupan laut yang beragam. Penghargaan Internasional Bukan Sekadar Keindahan Keindahan alam saja tidak cukup menggambarkan Desa Pemuteran  karena desa ini telah meraih pengakuan global atas upaya berkelanjutan yang dilakukan komunitasnya. Pada 2025, Pemuteran berhasil masuk dalam daftar Best Tourism Villages 2025 versi UN Tourism (UNWTO), salah satu penghargaan paling bergengsi di sektor pariwisata dunia. Penghargaan ini tidak hanya menegaskan potensi wisata desa, tetapi juga mengangkat prestasi komunitas lokal yang berhasil menerapkan model pariwisata yang bertanggung jawab secara lingkungan, sosial, dan budaya. Kolaborasi antara warga, pelaku usaha lokal, dan pemerintah daerah menjadi contoh nyata bahwa pariwisata tidak harus merusak alam  tetapi justru bisa memperkuat dan memulihkannya. Panorama Alam Pegunungan & Taman Nasional di Sekitar Keindahan alam Desa Pemuteran tidak hanya terbatas pada pantai dan lautnya. Desa ini juga dikelilingi oleh bukit-bukit hijau yang rimbun, dan berada dekat dengan Taman Nasional Bali Barat  rumah bagi beragam flora dan fauna khas Bali. Taman nasional ini menawarkan peluang trekking melalui hutan tropis, kayaking di daerah mangrove, hingga bird-watching untuk melihat spesies unik seperti Bali Starling  burung endemik Bali yang langka. Sunset yang Tenang dan Kehidupan Lokal yang Harmonis Suasana di Pemuteran berubah jadi magis menjelang sore hari. Matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala laut, memancarkan warna jingga yang memantul di permukaan air. Sambil duduk di tepi pantai, pengunjung dapat melihat aktivitas nelayan lokal menarik perahu kecil mereka ke darat menciptakan suasana yang damai dan reflektif. Kehidupan masyarakat di desa ini tetap berakar kuat pada tradisi Bali. Dari rumah-rumah panggung sederhana hingga ritual keagamaan sehari-hari, semua terasa menyatu dengan alam. Pelestarian Alam Tanggung Jawab Bersama Nilai sejati dari keindahan alam Desa Pemuteran bukan hanya dilihat melalui panorama yang memukau, tetapi melalui tekad komunitas untuk melestarikan lingkungan hidup. Upaya ini termasuk program konservasi penyu laut, restorasi terumbu karang, dan wisata berbasis edukasi yang mengajak pengunjung memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Desa Pemuteran adalah contoh nyata bahwa keindahan alam akan semakin bermakna ketika disertai dengan kepedulian terhadap lingkungan dan komunitas lokal. (ANY) Baca juga: Keindahan Alam Danau Sentani Papua

Resep Membuat Fuyunghai: Cara Membuat Fuyunghai Telur ala Chinese Food yang Gurih dan Lezat

Wamena - Fuyunghai merupakan salah satu menu Chinese food yang sangat populer di Indonesia. Hidangan ini dikenal dengan tekstur telur yang tebal dan lembut, berpadu dengan saus asam manis khas yang menggugah selera. Tak heran jika fuyunghai sering menjadi menu andalan di restoran Chinese food hingga rumah makan keluarga. Melalui artikel ini, Anda akan menemukan resep membuat fuyunghai lengkap, mulai dari pengertian, bahan, cara memasak, tips anti gagal, hingga variasi fuyunghai yang bisa disesuaikan dengan selera.   Apa Itu Fuyunghai? Fuyunghai adalah masakan berbahan dasar telur yang dicampur sayuran dan protein, kemudian digoreng hingga berbentuk dadar tebal. Hidangan ini disajikan dengan saus asam manis kental yang terbuat dari campuran saus tomat, saus sambal, dan bumbu lainnya. Di Indonesia, fuyunghai mengalami adaptasi rasa sehingga lebih manis, gurih, dan cocok dengan lidah lokal.    Baca Juga: Resep Membuat Tempe Mendoan: Cara Membuat Tempe Mendoan yang Gurih dan Renyah   Bahan Utama Membuat Fuyunghai · 4 butir telur ayam · 100 gram ayam fillet atau udang, cincang · 1 buah wortel, parut · 2 batang daun bawang, iris halus · 2 siung bawang putih, cincang · Garam secukupnya · Merica secukupnya · Minyak goreng secukupnya   Bahan Saus Asam Manis · 5 sdm saus tomat · 2 sdm saus sambal · 1 sdm saus tiram · 1 sdt gula pasir · ½ sdt garam · 200 ml air · 1 sdt tepung maizena, larutkan dengan air   Cara Membuat Fuyunghai yang Lembut dan Gurih 1. Membuat Adonan Fuyunghai Kocok telur dalam wadah, lalu masukkan ayam atau udang, wortel, daun bawang, bawang putih, garam, dan merica. Aduk hingga tercampur rata. 2. Menggoreng Fuyunghai Panaskan minyak dalam wajan. Tuang adonan telur dan goreng dengan api sedang hingga bagian bawah matang. Balik dan masak hingga kedua sisi berwarna keemasan. Angkat dan tiriskan. 3. Membuat Saus Asam Manis Tumis sedikit bawang putih hingga harum. Masukkan saus tomat, saus sambal, saus tiram, gula, garam, dan air. Masak hingga mendidih, lalu tuangkan larutan maizena. Aduk hingga saus mengental. 4. Penyajian Siram fuyunghai dengan saus asam manis hangat. Sajikan bersama nasi putih hangat. Resep membuat fuyunghai sangat mudah dipraktikkan di rumah dengan bahan sederhana. Perpaduan telur yang lembut dan saus asam manis yang gurih menjadikan fuyunghai hidangan favorit lintas generasi. Dengan mengikuti langkah yang tepat, Anda bisa menghadirkan fuyunghai ala restoran Chinese food langsung dari dapur sendiri. (REZ)

Sejarah Perayaan Pergantian Tahun Dari Penanda Waktu hingga Momentum Harapan Bersama

Wamena - Perayaan pergantian tahun yang kini identik dengan hitung mundur, kembang api, dan doa bersama memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Jauh sebelum kalender modern dikenal luas, manusia telah menandai pergantian tahun sebagai bentuk rasa syukur, harapan, dan refleksi atas perjalanan hidup yang telah dilalui. Berawal dari Peradaban Kuno Sejarah mencatat, perayaan tahun baru pertama kali dilakukan oleh bangsa Babilonia sekitar 4.000 tahun lalu. Mereka merayakan pergantian tahun pada musim semi, saat alam kembali subur dan kehidupan dimulai kembali. Perayaan ini bukan sekadar pesta, melainkan juga ritual spiritual untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kesuburan di tahun yang akan datang. Perubahan Kalender dan Penetapan 1 Januari Seiring perkembangan peradaban, sistem penanggalan terus mengalami perubahan. Bangsa Romawi kemudian menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun baru, bertepatan dengan penghormatan kepada Janus, dewa bermuka dua yang melambangkan masa lalu dan masa depan. Penetapan ini menjadi cikal bakal perayaan tahun baru yang dikenal hingga kini. Pada abad ke-16, Kalender Gregorian diperkenalkan dan secara resmi digunakan di banyak negara, memperkuat tanggal 1 Januari sebagai penanda pergantian tahun secara global. Tradisi yang Beragam, Makna yang Sama Di berbagai belahan dunia, perayaan tahun baru dirayakan dengan cara yang berbeda. Ada yang merayakannya dengan doa dan ibadah, ada pula yang menggelarnya dengan pesta rakyat dan tradisi budaya. Namun, satu benang merah menyatukan semuanya: harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang. Di Indonesia sendiri, perayaan pergantian tahun sering diisi dengan doa lintas agama, kegiatan sosial, hingga refleksi bersama keluarga. Banyak masyarakat kini memilih merayakan secara sederhana, dengan makna yang lebih dalam dan penuh kesadaran. Dari Perayaan ke Perjalanan Batin Seiring waktu, perayaan pergantian tahun tidak lagi hanya dipandang sebagai euforia sesaat. Bagi banyak orang, momen ini menjadi waktu untuk menutup lembaran lama, memaafkan diri sendiri dan orang lain, serta menyusun niat baru dengan lebih bijaksana. Pergantian tahun mengingatkan manusia bahwa waktu terus berjalan. Di balik gemerlap perayaan, tersimpan pesan universal tentang harapan, perubahan, dan tanggung jawab untuk menjadikan hari esok lebih bermakna daripada hari ini.(AAZ) Baca Juga : Resolusi Tahun Baru 2026 Menata Harapan, Menguatkan Langkah, dan Menjaga Kemanusiaan