Berita Terkini

Kisah Inspiratif ASN KPU Kabupaten Nduga: Semangat dan Ketekunan Lolos Tes CPNS 2024

Wamena - Lebih dari satu tahun yang lalu, tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 telah berjalan dengan baik. Hasil dari serangkaian tes CPNS 2024 menghasilkan lima peserta yang lolos dengan penempatan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nduga. Beragam pulau di Indonesia yang mewakili daerah asal CPNS KPU Kabupaten Nduga; Sumatera, Jawa bahkan Papua.  Salah satu CPNS KPU Kabupaten Nduga berhasil lolos berasal dari Pulau Sumatera, yaitu Adiyanzah Hazka (Azka). Ia lolos tes CPNS 2024 melalui serangkaian tahapan seleksi dengan ketekunan dan komitmen. Azka, mengisahkan perjalanan panjangnya dalam mengikuti seleksi. Ia mengakui bahwa tes CPNS 2024 bukan hal pertama baginya melainkan tes CPNS yang ke 10 kalinya. “Awalnya saya takut gagal kembali karena persaingan sangat ketat, tetapi saya terus belajar dan berdoa. Saya ingin menjadi bagian dari lembaga yang menjaga demokrasi,” ungkap Azka dengan senyum bangga. Baca juga: Belajar dari Rudy Waisimon: Menggapai Asa Gelar Doktor dan Pengabdian di KPU Kabupaten Nduga Tips dan Trik dalam Persiapan Tes CPNS Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku penyelenggara tes seleksi CPNS 2024 yang digelar serentak seluruh Indonesia. Proses seleksi CPNS 2024 secara transparan dan akuntabel melalui serangkaian seleksi dimulai dari seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Para CPNS KPU Kabupaten Nduga mengikuti serangkaian seleksi sesuai dengan daerah yang dipilihnya sebagai tempat titik lokasi tes. Febriyati P. Hutagalung (Aty) mengingatkan pentingnya melihat portal resmi dari BKN untuk menerima informasi yang resmi mengenai tes CPNS. “Saya selalu mengecek situs SSCASN yang resmi dari BKN. Saya juga mengecek serangkaian informasi tes CPNS yang resmi secara berkala,” ucapnya. Informasi melalui situs SSCASN yang resmi dari BKN telah memudahkan saya sebagai pencari kerja. Ahmad Reza Ibrahim (Rezhim), salah satu CPNS, berbagi tips dan trik sebelum persiapan tes CPNS. “Saya menyiapkan diri sebelum menghadapi tes CPNS 2024. Saya percaya dengan usaha dan doa, semua bisa dilalui,” ujarnya. Ia menegaskan untuk menyiapkan berbagai kebutuhan administrasi yang sesuai dengan kebutuhan formasi yang dilamar. “Hindari kesalahan dalam administrasi diawal. Persiapkan dengan cermat,” pesannya untuk para pejuang mimpi abdi negara. Stevan bersama kawannya bimbingan belajar tes CPNS 2024 di Bandar Lampung Selain itu, Stevan Barimbing (Stevan) menambahkan bahwa ia menyiapkan dirinya dalam menghadapi serangkain tes CPNS 2024. “Saya mengikuti berbagai kanal youtube dan bimbingan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan tes. Materi tes yang diajarkan membentuk dan melatih saya belajar dengan sungguh-sungguh,” tuturnya. Apabila kawan-kawan menyiapkan tes CPNS di tahun berikutnya maka harus diperhatikan bagaimana mempersiapkan mental dan mengenali potensi diri masing-masing. Septiany Skipi (Any) mengulang kembali memori tes CPNS 2024. Ia membiasakan diri dalam berbagi ilmu pengetahuan melalui belajar bersama dengan teman-temannya. “Saya sih biasanya belajar bareng lalu mengulas kembali materi apa saja yang masih belum dipahami saya,” katanya sembari memperlihatkan foto-foto perjuangan belajar bersama teman-temannya. Any (tengah) setelah berdiskusi tentang materi tes CPNS 2024 di Jakarta Komitmen KPU Kabupaten Nduga dalam Pengembangan CPNS Kepala Subbagian Partisipasi, Hubungan Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Nduga, Herman Yohanes menyambut hangat kedatangan kelima CPNS yang memiliki latar belakang beragam. Herman menyampaikan apresiasi atas semangat kelima CPNS yang telah bergabung. Menurutnya, kehadiran mereka menambah suasana dan harapan baru dalam kelembagaan. “Kami dengan bangga menerima mereka menjadi bagian dari KPU Kabupaten Nduga. Mereka dipersiapkan sebagai generasi penerus yang akan menjaga integritas dan semangat pelayanan publik,” ujar Herman. Herman mengingatkan agar CPNS KPU Kabupaten Nduga menjaga disiplin dalam bekerja dan etos kerja yang baik. Dalam masa persiapan sebelum pelatihan dasar (Latsar) CPNS maka program pembinaan yang dilakukan akan memahami tugas, pokok, dan fungsi dalam pelaksana pemilu.”Saya berusaha menciptakan ruang seluas-luasnya untuk CPNS agar dapat berkembang dan menggali potensi dengan baik,”ujarnya. (STE)

Suara Adat, Suara Demokrasi: Kisah KPU Nduga dan Suku Asli

Wamena - Kabupaten Nduga di wilayah Papua Pegunungan dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya yang masih sangat kuat. Di daerah ini, kehidupan masyarakat adat berjalan berdampingan dengan alam dan tradisi yang diwariskan turun-temurun. Suku-suku seperti Nduga, Yali, Lani, dan Dani hidup dalam tatanan sosial yang penuh nilai kebersamaan dan gotong royong. Namun di balik keaslian budaya itu, ada semangat baru yang tumbuh pelan-pelan, semangat untuk ikut menentukan arah masa depan lewat pemilu. Di sinilah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nduga mengambil peran penting, menghadirkan demokrasi dengan cara yang tetap menghormati adat dan kearifan lokal. Musyawarah Adat, Cermin Demokrasi yang Telah Lama Hidup Masyarakat adat di Nduga sejatinya telah lama mengenal prinsip-prinsip yang menjadi dasar demokrasi: mendengar pendapat bersama, mencapai mufakat, dan menjaga kebersamaan. Dalam setiap musyawarah adat, keputusan diambil tidak dengan suara terbanyak, tetapi lewat kesepakatan hati dan rasa. Nilai-nilai inilah yang kemudian menjadi pintu masuk bagi KPU Nduga ketika mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pemilu. Demokrasi bukan hal asing bagi mereka, melainkan kelanjutan dari tradisi bermusyawarah yang telah mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari. KPU Menyapa Masyarakat Lewat Pendekatan Budaya Dalam kebersamaan doa, KPU Nduga dan tokoh lintas gereja memohon penyertaan Tuhan demi terselenggaranya pemilu yang damai dan bermartabat. Dalam menjalankan sosialisasi dan tahapan pemilu, KPU Nduga tidak datang dengan pendekatan formal semata. KPU memilih berbicara dengan tokoh adat, pemuka gereja, dan kepala suku, sambil duduk bersama. Di tempat inilah, pesan-pesan tentang pentingnya memilih dan menjaga kejujuran dalam proses demokrasi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan penuh penghormatan. Kadang, sosialisasi dilakukan bersamaan dengan kegiatan adat seperti bakar batu atau acara kampung. Dengan cara ini, kehadiran KPU tidak terasa asing justru menjadi bagian dari kehidupan masyarakat itu sendiri. Dari Lembah ke TPS, Suara Adat Menggema Bagi KPU Nduga, medan yang berat bukan alasan untuk menyerah. Pegunungan terjal, sungai besar, dan jarak antar kampung yang jauh mereka tempuh demi memastikan setiap warga mendapat kesempatan yang sama untuk memilih. Momen paling membahagiakan adalah ketika masyarakat datang ke TPS dengan pakaian adat dan membawa senyum bangga. Di situ terlihat jelas bahwa demokrasi tidak hanya milik kota besar, tetapi juga tumbuh kuat di tanah adat Papua. Setiap suara yang tercatat adalah bukti bahwa masyarakat adat Nduga ikut menentukan arah bangsa dengan caranya sendiri. Harmoni antara Budaya dan Demokrasi Kisah di Nduga menunjukkan bahwa demokrasi bisa berjalan selaras dengan adat, tanpa harus menyingkirkan satu sama lain. Pendekatan yang menghormati budaya justru membuat masyarakat merasa dihargai dan terlibat penuh. KPU Nduga berhasil membuktikan bahwa demokrasi tidak selalu harus tampil kaku dan formal. Ia bisa hadir hangat, sederhana, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Suara yang lahir dari balai adat kini bergema hingga ke TPS menjadi suara rakyat, suara adat, sekaligus suara demokrasi. Dari Tanah Adat untuk Indonesia Apa yang dilakukan masyarakat dan KPU Nduga adalah cermin bahwa demokrasi bisa tumbuh dari akar budaya sendiri. Dari lembah hingga pegunungan, dari kampung ke kampung, semangat untuk ikut menentukan masa depan kini hidup di hati masyarakat adat. Dari Nduga, kita belajar bahwa demokrasi sejati bukan sekadar memilih pemimpin, tetapi menjaga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa hormat yang telah lama menjadi napas kehidupan di Tanah Papua. (HY) Baca Juga: Jingle Pilkada Papua Pegunungan 2024 Meriahkan Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur

Kesehatan Tergadaikan Demi Demokrasi: Yvan Rumbiak Menulis Babak Baru di 2025 dengan Olahraga dan Pola Makan Sehat

Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak dan Pilkada tahun 2024 merupakan pesta demokrasi terbesar yang sangat menuntut dedikasi yang tinggi dari seluruh elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan tersebut, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nduga. Di balik lancarnya setiap Tahapan Pemilu Serentak dan Pilkada tahun 2024, ada banyak kisah perjuangan dan pengorbanan setiap personal yang terlibat dalam tahapan tersebut. Salah satunya adalah kisah dari Yvan Rumbiak, seorang Staff Teknis Kepemiluan dan Hukum di KPU Kabupaten Nduga yang memberikan dedikasi tanpa batas yang ia curahkan selama tahapan krusial ini dan harus dibayar mahal dengan mengalami kenaikan berat badan secara drastis dan penurunan kesehatan serius yang mengancam nyawa dengan signifikan akibat kinerja yang "full out" selama tahapan krusial tersebut. Ritme Kerja Ekstrem dan Perubahan Gaya Hidup yang Mematikan Kabupaten Nduga, dengan karakteristik geografis dan tantangan keamanan yang unik di Papua Pegunungan, menempatkan KPU setempat pada beban kerja yang luar biasa. Yvan Rumbiak, sebagai garda terdepan dalam memastikan integritas hukum dan teknis kepemiluan, menghadapi tekanan yang tak main-main. Sejak dimulainya tahapan Pemilu Serentak 2024 yang disambung langsung dengan Pilkada 2024, hidup Yvan didominasi oleh ritme kerja yang brutal. Jam kerja yang seringkali melebihi batas normal, tak jarang hingga dini hari, bahkan mengharuskannya menginap di kantor, menjadi pemandangan sehari-hari. Tuntutan untuk selalu siap, akurat dalam interpretasi hukum, serta sigap menghadapi dinamika lapangan, memaksa Yvan untuk mengerahkan seluruh tenaga dan pikirannya. Dalam kondisi seperti ini, perawatan diri dan gaya hidup sehat menjadi kemewahan yang sulit dijangkau. Pola makan yang kacau balau, didominasi oleh makanan instan, tinggi lemak, dan kurang gizi akibat keterbatasan waktu dan akses, menjadi pilihan pragmatis. Aktivitas fisik yang nyaris jarang dilakukan serta ditambah dengan waktu tidur yang sangat minim dan tidak berkualitas, menciptakan bom waktu bagi kesehatannya. Dari Berat Badan Melambung Hingga Ancaman Penyakit Mematikan Dampak dari gaya hidup dan tekanan kerja yang ekstrem ini mulai menunjukkan dampaknya. Yvan merasakan berat badannya naik secara drastis dalam waktu yang sangat singkat. "Saya tidak menyangka perubahan fisik saya akan secepat ini," ujar Yvan dengan nada lelah. "Rasanya badan jadi dua kali lebih berat, sangat cepat lelah, dan banyak baju lama yang tidak bisa saya pakai lagi." Namun, masalah tidak berhenti pada kenaikan berat badan saja. Yvan mulai dihantam serangkaian keluhan kesehatan yang mengkhawatirkan: Asam Lambung Kronis: Stres yang tinggi, pola makan tidak teratur, dan sering melewatkan waktu makan memicu asam lambung Yvan kambuh secara parah dan berkepanjangan. Nyeri ulu hati, mual, dan gangguan pencernaan menjadi bagian tak terpisahkan dari kesehariannya. Kolesterol Tinggi: Konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak jenuh dan kurangnya aktivitas fisik secara signifikan meningkatkan kadar kolesterol dalam darahnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan kolesterol Yvan berada di ambang batas berbahaya, membuka pintu bagi risiko penyakit kardiovaskular. Risiko Serangan Jantung: Kombinasi antara stres kronis, berat badan berlebih, kolesterol tinggi, dan kurangnya istirahat menempatkan Yvan pada risiko serius untuk terkena penyakit jantung, termasuk serangan jantung. Tekanan darahnya juga cenderung tinggi akibat semua faktor ini. "Ini adalah harga yang harus saya bayar untuk tugas negara. Jika diberi pilihan untuk menjaga kesehatan pribadi atau memastikan Pemilu dan Pilkada di Kabupaten Nduga berjalan sesuai aturan, saya merasa tidak punya banyak pilihan selain mengutamakan pilihan yang kedua yaitu memastikan Pemilu dan Pilkada di Kabupaten Nduga berjalan sesuai aturan." Kebangkitan di Tahun 2025: Yvan Rumbiak Memilih Sehat Namun, Yvan Rumbiak bukan tipe orang yang mudah menyerah. Setelah badai Pemilu dan Pilkada tahun 2024 mereda, ia menyadari bahwa kesehatan adalah investasi yang paling berharga. Berbekal tekad yang kuat, Yvan menjadikan tahun 2025 sebagai momentum kebangkitan untuk lebih sehat. "Saya memutuskan ini tidak bisa dibiarkan," tegas Yvan. "Saya punya keluarga, saya punya masa depan. Saya harus bertanggung jawab atas tubuh saya sendiri." Untuk kembali ke jalur sehat Yvan melakukan Olahraga Rutin dan menjaga Pola Makan Sehat. Dengan ini Yvan berkomitmen untuk kembali aktif secara fisik. Mulai dari jogging ringan di pagi hari, hingga melakukan latihan kekuatan sederhana. Yvan kini lebih selektif dalam memilih asupan makanan. Mengurangi makanan olahan, tinggi gula, dan tinggi lemak. Ia mulai membiasakan diri dengan makanan kaya serat seperti sayur dan buah, serta protein tanpa lemak. Membawa bekal makanan dari rumah menjadi rutinitas barunya. "Ini tantangan besar di lingkungan kerja, tapi saya berusaha keras untuk disiplin," katanya. Perjalanan ini memang tidak mudah. Akan ada godaan dan tantangan. Namun, Yvan Rumbiak telah mengambil langkah pertama dan terpenting: mengakui masalah dan berkomitmen untuk berubah. Refleksi: Pengorbanan yang Tak Terlihat dan Tuntutan Sistem Kisah Yvan Rumbiak adalah potret dari realitas di lapangan. Ia bukan hanya seorang staf teknis, melainkan seorang pejuang yang mempertaruhkan kesehatan pribadinya demi kelancaran demokrasi. Kisah ini bukan hanya tentang Yvan, tetapi tentang ribuan penyelenggara pemilu lainnya di seluruh pelosok negara Indoyang mungkin mengalami hal serupa. Pengorbanan kesehatan yang dialami Yvan seharusnya menjadi alarm bagi kita semua, terutama institusi penyelenggara pemilu. Pentingnya sistem pendukung yang lebih baik, program kesehatan dan well-being bagi staf, serta evaluasi beban kerja yang realistis, menjadi sebuah keharusan. Keberlanjutan demokrasi tidak boleh mengorbankan keberlanjutan hidup dan kesehatan para penggeraknya. Kisah Yvan adalah pengingat bahwa di balik setiap suara yang dihitung, ada dedikasi, ada pengorbanan, dan ada harga yang harus dibayar. Mari kita hargai para Yvan Rumbiak di seluruh Indonesia, dan pastikan mereka mendapatkan dukungan yang layak untuk menjaga kesehatan mereka, karena kesehatan mereka adalah aset berharga bagi bangsa. (YOR) Baca juga: Mengenal SPIP dan Penerapannya di KPU NDUGA

Belajar dari Rudy Waisimon: Menggapai Asa Gelar Doktor dan Pengabdian di KPU Kabupaten Nduga

Wamena - Di balik rutinitas kerja, sosok Rudy Waisimon hadir dengan tekad dan disiplin yang beriringan antara pengabdian dan pendidikan. Rudy Waisimon sebagai Kepala Subbagian Keuangan, Umum, dan Logistik KPU Kabupaten Nduga, ia bukan hanya mampu mengelola tanggung jawab administratif, namun juga mengelola waktunya dalam perjalanan meraih gelar keilmuan Doktor di bidang Manajemen Universitas Cendrawasih. Rudy Waisimon mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat PIM)  Langkahnya menunjukan bahwa dalam pengembangan diri dan profesionalisme bekerja harus memiliki komitmen yang kuat. Ia meyakini dalam perjalanan memperoleh gelar Doktor bidang keilmuan Manajemen mampu memperkuat kapasitas diri dan kualitas pelayanan lembaga penyelenggara pemilu. “Saya meyakini bila pendidikan tidak mengenal batas usia dan jabatan. Ilmu akan membuat kita berkembang dalam setiap profesionalisme bekerja,” ujar Rudy saat ditemui di kantor KPU Kabupaten Nduga. Rudy Waisimon, melalui pendidikan doktoral, merupakan sebuah bentuk tanggung jawab diri mampu adaptif terhadap perubahan untuk memperkuat kapasitas lembaga dalam berkontribusi untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan dan kelembagaan di KPU Kabupaten Nduga. Baca juga: B.J. Habibie dan Lahirnya KPU: Awal Baru Demokrasi Indonesia Keseimbangan Pendidikan, Kedisiplinan, dan Kesehatan Dalam menjalani dua peran, sebagai pejabat struktural dan mahasiswa doktoral, Rudy Waisimon memiliki kemampuan manajemen diri yang baik. Ia mengelola waktu melalui catatan pengingat antara waktu perkuliahan dan pekerjaan. Dalam kesibukannya, ia menjadikan KPU Kabupaten Nduga sebagai laboratorium untuk memperkaya teoritis dan praktis di kampus. Rudy Waisimon (berdiri tengah) menyajikan proposal disertasi program doktor Universitas Cendrawasih “Belajar di jenjang S3 Manajemen berdampak dalam memberikan wawasan yang baru. Saya mempraktikan teori pengelolaan keuangan dan kerja secara bersama tim,” jelasnya. Sebagai Kepala Subbagian Keuangan, Umum, dan Logistik, Rudy Waisimon bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan, administrasi umum, dan kesiapan logistik Pemilu di KPU Kabupaten Nduga. Baginya pekerjaan tersebut menuntut ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan koordinasi yang baik. Disisi lain, Rudy Waisimon menunjukan komitmen kuat dan konsisten menjalani perkuliahan dan pengabdiannya di KPU Kabupaten Nduga. Rudy Waisimon (sebelah kiri) mengikuti kegiatan lari bersama komunitas Baliem Running Club Selain menjaga kedisiplinan, Rudy Waisimon memiliki jadwal untuk menjaga kebugaran fisik dan mental. Ia menyadari bahwa didalam tubuh yang sehat maka dirinya mampu mengeluarkan energi yang positif dalam bekerja. “Saya sadar bahwa menjaga kesehatan fisik dan mental itu beriringan dengan kualitas saya dalam bekerja,” tambahnya. Baca juga: Tokoh Ketua KPU Pertama Indonesia: Jenderal (Purn) Rudini Inspirasi ASN di KPU Kabupaten Nduga Perjalanan akademik sebagai mahasiswa doktoral, Rudy Waisimon berperan aktif melalui ilmu yang diperolehnya dalam mendorong peningkatan kapasitas pegawai dan pendampingan secara humanis di KPU Kabupaten Nduga. “Kita dituntut bekerja secara profesional. Jangan kita fokus bekerja untuk hari ini namun menjawab tantangan masa depan di dunia pekerjaan,” tutur Rudy dengan nada penuh semangat.   Rudy Waisimon didampingi oleh Sekretaris KPU Kabupaten Nduga, Zepnat Kareth (tengah) dalam Diklat PIM Rudy Waisimon meyakini apabila semakin tinggi tanggung jawab seseorang maka semakin besar pula kebutuhannya. Salah satu cara dalam membuktikannya dengan pengembangan diri melanjutkan pendidikan sesuai dengan kebutuhan. Rudy berharap pengalamannya mampu menjadi inspirasi pegawai di KPU Kabupaten Nduga. Menurutnya, lembaga pemerintah membutuhkan sumber daya manusia yang berpengalaman serta memiliki dasar akademik yang kuat. “Kita memiliki tanggung jawab sebagai pembelajar. Hal ini membuat diri kita mampu menghadapi tantangan jaman dalam pekerjaan. Saya menimba ilmu manajemen di Universitas Cendrawasih, membantu saya dalam membangun budaya kerja yang efektif dan efisien,’ ujarnya. Perjalanan doktor yang dilalui oleh Rudy Waisimon mampu menjadi inspirasi bagi ASN bukan hanya di KPU Kabupaten Nduga namun KPU se-Provinsi Papua Pegunungan. Kisah Rudy Waisimon menjadi refleksi tentang bagaimana menyeimbangkan antara cita-cita sebagai pribadi yang terus belajar dan bertanggung jawab dalam pengabdian. (STE)

Jingle Pilkada Papua Pegunungan 2024 Meriahkan Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur

Wamena - Era Pilkada silam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Pegunungan merilis Jingle Pilkada Papua Pegunungan 2024 sebagai salah satu sarana sosialisasi untuk mengajak masyarakat menyukseskan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan untuk pertama kalinya. Jingle tersebut terangkai dalam kata sederhana namun sarat akan makna dalam menyampaikan pesan demokrasi dan semangat persatuan masyarakat di delapan kabupaten lingkup Papua Pegunungan. Lirik Lengkap Jingle Pilkada Papua Pegunungan 2024 (Verse 1) Mari Kita Sukseskan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan (Verse 2) Datanglah Ke TPS, Gunakanlah Hakmu untuk Memilih Tanggal 27 November (Chorus) Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil Damai, Lancar dan Demokratis Berintegritas dan Ramah Lingkungan Mari Kita Wujudkan (Refrain) Jayawijaya, Yahukimo, Tolikara, Pegunungan Bintang Kita Pilih Satu Gubernur dan Wakil Gubernur Lanny Jaya, Yalimo, Nduga, Mamberamo Tengah (Mamberamo Tengah) Kita Pilih Pemimpin Kita tuk Lima Tahun Kedepan Makna Jingle: Ajakan Bersatu untuk Pilkada Damai Jingle ini mengandung pesan penting tentang partisipasi aktif masyarakat, penyelenggaraan pilkada yang jujur dan adil, serta semangat persatuan. Lirik pada bagian awal mengajak masyarakat Papua Pegunungan untuk tidak lupa hadir ke TPS dan menggunakan hak pilihnya. Bagian chorus menegaskan prinsip-prinsip demokrasi seperti Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil sebagai dasar penyelenggaraan Pilkada 2024. Masyarakat secara umum dapat mengakses jingle ini melalui kanal YouTube resmi Jingle Pilkada Papua Pegunungan 2024. Jingle Pilkada Papua Pegunungan 2024 Penyebutan delapan kabupaten diantaranya Jayawijaya, Yahukimo, Tolikara, Pegunungan Bintang, Lanny Jaya, Yalimo, Nduga, dan Mamberamo Tengah juga menjadi simbol semangat kebersamaan untuk memilih pemimpin masa depan Papua Pegunungan.  Cara Masyarakat Mendengarkan Jingle Pilkada Papua Pegunungan 2024 Jingle ini juga aktif diperdengarkan selama masa pilkada berlangsung. Melalui lagu ini, masyarakat diajak dan diingatkan untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Pilkada 2024 secara damai dan berintegritas. Musik Jadi Media Efektif Sosialisasi Pilkada Dengan ritme ringan, lirik mudah diingat, dan nuansa lokal yang kuat, Jingle Pilkada Papua Pegunungan 2024 menjadi media sosialisasi yang efektif untuk mendorong partisipasi pemilih. Lagu ini turut membangun suasana pesta demokrasi yang aman, damai, dan penuh semangat persatuan di wilayah Papua Pegunungan. (FPH) Baca juga: Alat Musik Tradisional Papua Pegunungan

Demokrasi Hidup, Jika Rakyat Angkat Bicara

Wamena - Demokrasi adalah salah satu bagian penting yang utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kata demokrasi berasal dari dua kata Yunani, demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti kekuasaan. Secara umum, demokrasi dapat didefinisikan sebagai sistem pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Rakyat memiliki hak untuk berpartisipasi dalam menentukan kemana arah kebijakan negara merupakan sistem demokrasi, salah satunya melalui pemilihan umum (Pemilu). Demokrasi memberikan kita kebebasan berpendapat, perlindungan untuk hak asasi manusia, kesetaraan di hadapan hukum. Sejarah Demokrasi di Indonesia Nilai-nilai demokrasi mulai ada pada masa pergerakan nasional. Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Indonesia sudah menetapkan diri sebagai negara demokrasi melalui sebuah pembukaan dan batang tubuh UUD 1945. Perjalanan demokrasi Indonesia di mulai dari demokrasi parlementer pada tahun 1945–1959, demokrasi terpimpin pada tahun 1959–1966, demokrasi Pancasila pada tahun 1966–1998 hingga demokrasi  reformasi pada tahun 1998–sekarang yang menegaskan bahwa betapa pentingnya kebebasan berpendapat dan partisipasi rakyat demi terciptanya demokrasi yang bersih, adil, jujur dan bermartabat. Ciri-Ciri Negara Demokrasi Negara demokratis memiliki beberapa ciri-ciri penting, diantaranya: Kedaulatan berada di tangan rakyat. Pemegang kekuasaan tertinggi dalam negara adalah rakyat dan yang menjalankan mandat dari rakyat adalah pemerintah. Adanya pembagian kekuasaan. Kekuasaan negara dibagi menjadi tiga lembaga: eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Adanya penegakan hukum dan persamaan hak di depan hukum. Rakyat dan pemerintah tunduk kepada hukum. Tidak ada yang tumpul ke atas atau ke bawah. Adanya pemilu yang jujur, adil, dan bebas. Kita sebagai rakyat bebas memilih calon pemimpin nya tanpa ada nya paksaan dari mana pun. Adanya perlindungan terhadap hak asasi manusia. Demokrasi telah menjamin hak-hak dasar setiap warga negara dan kebebasan seperti hak berpendapat, memeluk agama, dan hak untuk hidup. Adanya kebebasan berpendapat dan berserikat. Kita sebagai rakyat bebas mengemukakan pendapat kita karena ini merupakan negara demokrasi. Contoh Penerapan Demokrasi di Indonesia Salah satu contoh dari penerapan demokrasi di Indonesia terlihat dari bagaimana pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) yang dilakukan secara berkala setiap lima tahun (5 tahun). Melalui pemilu, Rakyat menentukan arah pemerintahan dan siap  menyalurkan aspirasi nya secara sah dan terbuka. Dalam berbagai tingkat pemerintahan, mekanisme musyawarah dalam pengambilan keputusan juga mencerminkan semangat demokrasi Pancasila. Demokrasi sebagai Cerminan Kehidupan Berbangsa Demokrasi bukan hanya sekadar sistem pemerintahan, tetapi juga menjadi budaya politik yang harus dijaga dan dihormati. Nilai keadilan, kesetaraan, dan kebebasan yang bertanggung jawab perlu kita junjung tinggi, karena demokrasi akan menjadi landasan kuat bagi terciptanya masyarakat yang adil, damai, dan sejahtera. (ANY) Baca juga: Semangat Pengabdian di Ujung Timur Indonesia