Berita Terkini

Apa Itu Hari Ibu? Berikut Fakta Menarik Perayaannya di Berbagai Negara

Wamena – Hari Ibu menjadi sebuah momen paling emosional setiap tahun. Sebuah bentuk penghormatan kepada sosok ibu yang mengandung, melahirkan, membesarkan, hingga menjadi guru pertama bagi anak-anaknya. Namun, tahukah kamu bahwa Hari Ibu ternyata tidak dirayakan pada tanggal yang sama di seluruh dunia? Perayaan Hari Ibu di Indonesia jatuh pada tanggal 22 Desember. Simak fakta Hari Ibu di bawah ini. Fakta Menarik Hari Ibu di Berbagai Negara Berikut fakta tentang Hari Ibu yang dirayakan di seluruh dunia; Amerika Serikat Hari Ibu dikenal dengan Mother’s Day. Perayaan Mother’s Day setiap hari Minggu kedua bulan Mei. Deklarasi Mother’s Day secara resmi pada tahun 194 oleh Presiden Woodrow Wilson. Inggris Hari Ibu dikenal dengan Mothering Sunday. Perayaan Mothering Sunday pada hari Minggu keempat selama masa Prapaskah. Tradisi perayaan Mothering Sunday dimulai dari gereja yang mendorong anak-anak kembali ke gereja ibu (mother church) dan berkumpul bersama keluarga. Jepang Hari Ibu dikenal dengan Haha No Hi. Perayaan Haha No Hi setiap Minggu kedua bulan Mei. Simbol perayaan Haha No Hi ketika anak-anak menghadiahkan bunga anyelir merah atau merah muda kepada ibu mereka. Populer sejak masa pasca Perang Dunia II. Thailand Hari Ibu sebagai Hari Ulang Tahun Ratu Sirikit. Perayaan pada tanggal 12 Agustus sebagai bentuk penghormatan kepada ratu yang menjadi simbol ibu seluruh rakyat Thailand. Sejarah Hari Ibu di Indonesia Indonesia pertama kali memperingati Hari Ibu setelah Kongres Perempuan Indonesia pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Kongres yang menjadi tonggak penting dalam kebangkitan Perempuan yang ikut berjuang bersama kaum laki-laki untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Hari Ibu sebagai peringatan resmi pada tahun 1959 melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959. (STE) Baca juga: Ada Bagian dari Ibu yang Tak Pernah Pergi: Memahami Makna Kehadiran Ibu Menjelang Hari Ibu

Semarak HUT KORPRI KPU se-Provinsi Papua Pegunungan

Wamena - Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dimulai dengan sejumlah kegiatan sosial yang sarat nilai kepedulian. Mulai dari donor darah hingga kunjungan sosial, seluruh aktivitas tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi aparatur negara dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan solidaritas antar ASN, tetapi juga memperkuat pesan bahwa pelayanan publik dimulai dari aksi-aksi sederhana yang berdampak. Selain itu, ziarah ke makam pahlawan turut dilakukan sebagai simbol penghormatan terhadap jasa para pejuang bangsa. Momen ini menjadi pengingat tentang jasa pahlawan kepada seluruh ASN, termasuk KPU Kabupaten Nduga. Kegiatan sosial yang juga memberikan ruang refleksi bagi para peserta untuk membangun kesadaran bahwa tugas pemerintahan tidak terlepas dari nilai-nilai kemanusiaan. Baca juga: Semarak HUT KORPRI, KPU Papua Pegunungan Hadirkan Berbagai Kegiatan Perlombaan Antar Satker Meriahkan Peringatan HUT KORPRI Setelah rangkaian kegiatan sosial, suasana peringatan HUT KORPRI semakin meriah dengan dimulainya berbagai perlombaan antar-satuan kerja. Berbagai kompetisi seperti e-sport tournament, liga PlayStation, gawang mini, oper tepung, gaplek berpasangan, joget balon, hingga tarik tambang menjadi ajang hiburan sekaligus sarana mempererat hubungan antar pegawai. Para peserta terlihat antusias dan menampilkan semangat sportivitas yang tinggi di setiap pertandingan. Perlombaan ini menjadi ruang bagi ASN untuk menunjukkan kreativitas, kekompakan, dan kemampuan bekerja sama di luar rutinitas kantor. Suasana riang dan penuh tawa selama perlombaan berlangsung menandakan bahwa kegiatan seperti ini mampu menjadi jembatan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis. Kemeriahan inilah yang menjadikan peringatan HUT KORPRI ke-54 semakin hidup dan bermakna. Prestasi KPU Kabupaten Nduga dalam Ajang HUT KORPRI Dalam rangkaian kompetisi tersebut, KPU Kabupaten Nduga berhasil menunjukkan performa yang luar biasa dan membanggakan. Tim KPU Nduga meraih Juara III lomba paduan suara, Juara I tarik tambang, serta Juara II dalam kompetisi PUBG. Prestasi ini menggambarkan bahwa di balik keseriusan dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu, para pegawai KPU Nduga juga memiliki kekompakan dan semangat kompetitif yang sangat kuat. Tidak hanya itu, tim KPU Nduga juga menerima berbagai hadiah hiburan dari cabang perlombaan atas partisipasi aktif yang ditunjukkan. Pencapaian ini menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pegawai untuk terus menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam bekerja. Semangat juang dan kerja sama yang ditunjukkan selama perlombaan menjadi refleksi nilai-nilai KORPRI yang tetap hidup dalam keseharian ASN. Acara Puncak Ditutup dengan Apel dan Kegiatan Kebersamaan Puncak perayaan HUT ke-54 KORPRI berlangsung pada Sabtu, 29 November 2025, dengan dilaksanakannya apel resmi di halaman kantor KPU Kabupaten Jayawijaya. Apel dipimpin langsung oleh Agus Filma, Sekretaris KPU Provinsi Papua Pegunungan dan diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh kedisiplinan dan khidmat. Momen ini menjadi momentum simbolis yang mempertegas komitmen seluruh ASN dalam mendukung pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan melayani masyarakat. Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan jalan santai bersama, pembagian hadiah perlombaan, serta sesi bernyanyi dan berjoget bersama. Seluruh rangkaian acara ini menghadirkan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, memperkuat hubungan antar pegawai lintas satuan kerja. Kegiatan tersebut sekaligus menutup rangkaian HUT KORPRI dengan nuansa positif, penuh semangat, dan optimisme untuk menghadapi tantangan tugas ke depan. Semangat Kebersamaan ASN Menuju Indonesia Maju Peringatan HUT KORPRI ke-54 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat solidaritas ASN. Melalui kegiatan sosial, perlombaan, dan acara puncak yang melibatkan seluruh peserta, perayaan ini menggambarkan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kebersamaan dan kerja sama. Semangat ini sangat penting dalam mendukung pelayanan publik yang unggul dan berkelanjutan. KPU Kabupaten Nduga berharap nilai-nilai positif yang muncul dalam rangkaian kegiatan HUT KORPRI dapat terus terjaga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan kebersamaan yang kuat, profesionalisme, dan semangat melayani, ASN diharapkan mampu memberi kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia maju dan sejahtera. (FPH) Baca juga: Rilis! Video Klip Hymne dan Mars KORPRI oleh KPU Nduga

Keindahan Alam Pulau Weh Sabang

Wamena - Salah satu destinasi wisata bahari paling menawan di Indonesia adalah Pulau Weh di Sabang, Aceh. Pulau Weh terletak di ujung barat Nusantara, pulau yang juga disebut sebagai “Kilometer Nol Indonesia” ini menawarkan pesona alam yang begitu memikat, pantai berpasir putih, air laut sebening kristal, serta kehidupan bawah laut yang kaya dan berwarna. Dalam beberapa tahun terakhir, Pulau Weh tak hanya dikunjungi oleh wisatawan domestik, tetapi juga traveler mancanegara yang mencari ketenangan dan petualangan tropis. Pulau Weh yang Memanjakan Mata wisatawan akan langsung merasakan atmosfer damai setibanya di Pulau Weh, yang menjadi ciri khas pulau ini. Tidak seperti destinasi bahari lain yang ramai dan padat, Pulau Weh menyuguhkan suasana tenang dengan hamparan laut biru yang jernih. Salah satu ikon Pulau Weh adalah Pantai Iboih, yang terkenal dengan air laut sebening cermin dan karang-karang indah yang terlihat jelas dari permukaan. Tak kalah menarik, Pulau Rubiah, surga snorkeling yang wajib dikunjungi. Di sini, pengunjung bisa menyaksikan ikan-ikan warna-warni, terumbu karang yang terjaga, dan biota laut yang hidup damai di habitatnya. Kejernihan perairannya membuat siapa pun betah berlama-lama, seolah berada di akuarium raksasa. Pulau Weh juga menawarkan pemandangan perbukitan hijau yang menyejukkan mata. Banyak wisatawan memilih menyewa motor dan mengelilingi pulau, menikmati udara segar sekaligus keindahan alam dari berbagai sudut. Setiap tikungan jalan seperti menyajikan kejutan visual baru yang membuat perjalanan menjadi menyenangkan. Spot Wisata Ikonik Titik Nol Kilometer Indonesia adalah salah satu tempat paling terkenal di Pulau Weh, lokasi simbolis yang menandai ujung barat wilayah Indonesia. Area ini menjadi favorit wisatawan untuk berfoto dengan latar lautan luas dan monumen khas yang megah. Saat sore hari, cahaya senja yang menyelimuti monumen menciptakan suasana dramatis yang begitu fotogenik. Ada juga Pantai Sumur Tiga, pantai dengan pasir putih lembut dan ombak yang tenang. Banyak wisatawan memilih pantai ini untuk bersantai, menikmati angin laut, atau sekadar berjalan kaki di sepanjang garis pantai. Pantai ini juga dikenal memiliki beberapa resort dan penginapan yang langsung menghadap ke laut, memberikan pengalaman menginap yang menenangkan. Bagi pecinta petualangan, Tugu Sabang Merauke, benteng-benteng peninggalan Belanda, dan spot diving di sekitar Pulau Klah juga menjadi daya tarik tersendiri. Keberagaman destinasi wisata yang ditawarkan Pulau Weh membuat pulau ini cocok untuk berbagai tipe traveler, baik pencari ketenangan maupun pecinta adrenalin. Kehangatan Warga Lokal Keindahan Pulau Weh tidak hanya terletak pada alamnya, tetapi juga pada keramahan masyarakatnya. Warga Sabang dikenal hangat, sopan, dan sangat menjaga budaya lokal. Banyak wisatawan mengatakan bahwa pengalaman liburan mereka terasa lebih istimewa karena interaksi hangat dengan penduduk. Tradisi lokal yang masih terjaga, kuliner khas Aceh yang lezat, serta suasana kota Sabang yang tenang menambah pesona pulau ini. Beberapa warung seafood di Iboih dan Sumur Tiga bahkan menawarkan makanan laut segar dengan harga terjangkau, membuat perjalanan kuliner menjadi salah satu aktivitas favorit wisatawan. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan. Kesadaran untuk menjaga kebersihan pantai, terumbu karang, dan habitat laut menjadi perhatian utama agar Pulau Weh tetap asri dan indah bagi generasi mendatang. Destinasi Liburan yang Meninggalkan Kesan Mendalam Pulau Weh adalah destinasi yang mampu memberikan pengalaman liburan yang berbeda. Budaya lokal yang hangat, pemandangan yang indah serta ekosistem laut yang masih terjaga, Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga pulang dengan hati yang lebih tenang dan pikiran yang lebih segar. (ANY) Baca juga: Keindahan Alam Sungai Maron Pacitan

Tahu Kupat: Cita Rasa yang Khas, dan Popularitasnya sebagai Kuliner Legendaris Kota Solo Jawa Tengah

Wamena – Tahu Kupat Solo merupakan salah satu bagian dari kuliner tradisional yang sangat melekat di dalam identitas yang terletak di Kota Solo Jawa Tengah. Hidangan yang disajikan dengan menggabungkan tahu goreng, kupat (ketupat), kol, mie dan juga siraman kuah kecap ini menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan. Dengan cita rasa manis, gurih, dan juga segar, Tahu Kupat tidak hanya sekedar makanan, tetapi juga merupakan salah satu bagian dari budaya kuliner solo yang bertahan lintas generasi.   Komposisi dan Cita Rasa Tahu Kupat Solo Perpaduan antara bahan sederhana tetapi memikat di lidah, bahan dari pembuatan Tahu Kupat Solo biasanya terdiri dari: ·   Kupat (Ketupat) yang di potong-potong ·   Tahu Goreng panas ·   Mie kuning basah ·   Kol atau kubis mentah tipis ·   Toge segar ·   Bawang goreng dan kacang goreng ·   Bakwan Goreng ·   Jangan lupa kecap yang akan digunakan sebagai kuahnya Kesederhanaan bahan – bahan itulah yang menjadi cita rasa yang unik dan tentunya sedap untuk dinikmati   Baca Juga: Pos Ketan Legenda 1967: Menu Andalan, serta Daya Tarik Kuliner Legendaris yang tidak pernah Sepi   Cara Penyajian Tahu Kupat Solo 1. Disiapkan langsung di depan pembeli Keunikan dari pengalaman membeli Tahu Kupat Solo adalah dari cara proses penyajiannya yang unik yaitu dilakukan langsung di hadapan pembeli. Ketupat, tahu, mie, sayuran hingga bumbu lainnya yang disajikan secara bertahap dalam piring sebelum disiram kuah yang dicampur kecap. 2. Harga yang Terjangkau Tahu Kupat terkenal dengan porsinya yang mengenyangkan, sangat cocok untuk makan siang maupun malam. Harganya pun sangat ramah di kantong, menjadi alasan kuliner ini dicintai semua kalangan.   Mengapa Tahu Kupat Solo begitu Populer? 1.   Mudah dicari dan hadir di setiap sudut kota Hampir di setiap Kawasan di Kota Solo memiliki penjual tahu kupat, mulai dari di jalan Gajah Mada, Manahan, Kleco, Kadipiro, hingga pasar kliwon. Popularitasnya merata di seluruh lapisan Masyarakat. 2.   Cita Rasa yang Sesuai dengan Lidah Banyak Orang Rasa manis dan juga gurih yang ringan membuat Tahu Kupat ini sangat cocok dinikmati di kalangan semua usia, mulai dari anak – anak hingga orang tua. 3.   Identitas Kuliner Solo yang tak lekang oleh waktu Seperti Serabi Notosuman dan Timlo, Tahu Kupat juga merupakan kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Kota Solo. (REZ)  

Fanatisme Penggemar Manchester United Tsunami Trofi: Pelajaran Untuk ASN Mengelola Ekspektasi

Wamena – Manchester United memiliki era kejayaan bersama kepemimpinan pelatih Sir Alex Ferguson. Beragam piala baik liga Inggris maupun kompetisi Eropa diraihnya dengan kemenganan dan keyakinan. Kondisi ini membentuk budaya penggemar Manchester United fanatisme yang kuat dan penuh ekspektasi. Era Sir Alex Ferguson berakhir sehingga performa Manchester United tidak sama seperti yang dahulu. Fenomena ini secara tidak langsung memiliki relevansi dengan bagaimana mengelola ekspektasi untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Harapan Tidak Selalu Sejalan Dengan Realita Para penggemar Manchester United menyadari bahwa kejayaan tidak dapat dicapai hanya dengan nostalgia atau tuntutan emosional. Proses yang panjang membutuhkan perencanaan, strategi, dan kesabaran bagi penggemar Manchester United dalam meraih kejayaan masa lalu. ASN harus memiliki cara berpikir adaptif atau menyesuaikan diri terhadap tuntutan kinerja yang tidak selalu sebanding dengan harapan. Bila ekspektasi yang dimiliki ASN terlalu tinggi maka akan muncul tekanan kerja, burnout, bahkan pelayanan publik yang berjalan tidak efektif. Mengelola Ekspektasi Bukan Berarti Menyerah Proses transformasi yang sedang berlangsung dalam Manchester United untuk bangkit Kembali. Proses yang tidak singkat bagi pendukung Manchester United dalam mengelola ekspektasi terhadap realita bahwa tim yang didukungnya sedang fase naik turun. Pelajaran berharga untuk bagaimana mengelola ekspektasi sebagai bagian ASN dalam fokus terhadap proses dan kemajuan setiap perkembangan dirinya. Dalam konteks ASN belajar mengelola ekspektasi melalui; Adaptasi ASN harus mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan kebijakan, tuntutan perkembang digitalisasi, dan standar pelayanan publik yang modern. Konsistensi ASN memiliki keinginan untuk menjaga kualitas kinerja dibandingkan apa yang diharapkan dari pekerjaannya. Kondisi ini akan mencapai kepuasaan kerja hingga peningkatan kinerja. Transformasi ASN dituntut untuk berkontribusi pada inovasi dan Solusi. Perjalanan penggemar Manchester United yang mengharapkan tim kesayangannya meraih kejayaan seperti masa lalu maka ASN harus terus memiliki sikap adaptif, meningkatkan kompetensi, dan menjaga profesionalisme. (STE) Baca juga: Era Pasca Sir Alex Ferguson : Mengapa Manchester United Gagal Bangkit dan Relevansinya bagi ASN

Pos Ketan Legenda 1967: Menu Andalan, serta Daya Tarik Kuliner Legendaris yang tidak pernah Sepi

Wamena – Di tengah semakin berkembangnya kuliner modern, keberadaan warung kuliner legendaris yang mampu bertahan lebih dari setengah abad menjadi bukti kuat tentang kualitas rasa, konsistensi serta loyalitas pelanggan. Salah satunya adalah Pos Ketan Legenda 1967, sebuah kuliner khas yang berbasis ketan dan juga telah menjadi destinasi wajib wisatawan di Malang dan Batu Jawa Timur. Sejak berdiri pada tahun 1967, Pos Ketan Legenda berhasil mempertahankan cita rasa tradisional sambil menghadirkan variasi menu kekinian yang sesuai dengan selera generasi baru.   Apa yang Membuat Pos Ketan Legenda Istimewa? 1.   Resep Tradisional yang Konsisten Cita rasa ketan lembut dan ditambah dengan toping manis dan juga gurih mempertahankan resep asli sejak tahun 1967 2.   Menggabungkan Tradisi dan juga Inovasi Menu yang disajikan di Pos Ketan Legenda ini disajikan relevan mengikuti berkembangnya tren kuliner modern 3.   Lokasi Strategis Terletak dekat dengan pusat keramaian kota Batu, tepatnya di Alun – Alun Kota Batu menjadikannya tujuan utama wisata malam 4.   Harga Terjangkau Dengan harga yang ramah di dompet, makanan ini bisa dinikmati oleh semua kalangan 5.   Suasana Legendaris Makan di Pos Ketan Legenda memberikan pengalaman nostalgia yang tidak ditemukan di tempat lain.   Baca Juga: Keindahan Alam Gunung Semeru   Menu Andalan Pos Ketan Legenda 1967 Berikut beberapa menu paling popular yang selalu diburu pelanggan: 1.   Ketan Durian Menu yang paling hits, dengan Paduan ketas pulen dan daging durian segar yang harum 2.   Ketan Susu Keju Perpaduan rasa gurih dan juga rasa manis, cocok untuk pecinta kuliner dengan menu modern 3.   Ketan Gula Merah Menu Klasik yang mempertahankan cita rasa asli warisan 1967 4.   Ketan Kacang Ketan dengan taburan kacang sangrai yang memberikan aroma khas dan tekstur renyah 5.   Ketan Kinca Dibuat dari santan manis yang legit yang menciptakan rasa otentik kuliner yang lezat. Selain ketan, di Pos Ketan Legenda 1967 ini juga menyediakan menu tambahan seperti teh panas, susu jahe, kopi, dan juga minuman hangat lainnya yang turut melengkapi pengalaman makan malam.   Daya Tarik Pos Ketan Legenda 1967 1. Selalu ramai setiap malam Warung yang sudah dikenal luas sebagai salah satu tempat makan paling ramai di Batu, terutama saat akhir pekan. 2. Cocok untuk semua kalangan Mulai dari anak muda, keluarga, wisatawan domestic hingga mancanegara 3. Tempat Nongkrong Favorit Suasana malam yang sejuk di kota Batu membuat Pos Ketan semakin unik 4. Cita rasa stabil Meski mempunyai pesaing, namun dengan rasa yang khas ini tetap konsisten tanpa berubah   Tips Mengunjungi Pos Ketan Legenda 1967 1. Datang lebih awal untuk menghindari antri yang Panjang 2. Coba menu klasik untuk mendapatkan pengalaman autentik 3. Siapkan waktu ekstra, terutama pada malam minggu 4. Nikmati suasana malam yang khas dan nyaman. (REZ)