Berita Terkini

Keindahan Alam Kawah Ijen dan Fenomena Blue Fire

Wamena – Magnet bagi para pencinta alam, wisatawan mancanegara hingga fotografer adalah keindahan kawah ijen di Banyuwangi. Danau kawah berwarna hijau toska yang membentang luas, tempat ini menghadirkan pemandangan yang sulit ditemukan di lokasi lain. Kawasan ini juga dikenal dengan aktivitas tambang belerang tradisional. Para penambang yang bekerja sejak dini hari menambah wajah humanis dari kawah ijen, memperlihatkan sisi lain dari perjuangan masyarakat sekitar gunung. Fenomena Blue Fire Fenomena blue fire ini merupakan satu dari sedikit keajaiban serupa di dunia, tak heran jika banyak wisatawan rela mendaki di tengah malam demi melihatnya secara langsung. Meski jalur pendakian cukup menantang, kelelahan itu akan terbayar lunas saat cahaya biru mulai tampak jelas di kegelapan kawah. Salah Satu Destinasi Wisata Unggulan Jawa Timur adalah Ijen Kawah Ijen semakin dikenal sebagai destinasi unggulan Jawa Timur. Pemerintah daerah bersama komunitas lokal terus berupaya meningkatkan kenyamanan wisatawan tanpa merusak keasrian alamnya. Mulai dari perbaikan jalur pendakian sampai pada pengaturan kunjungan malam. Hal ini dilakukan agar pengalaman berwisata tetap aman dan berkualitas. Pengunjung yang datang biasanya pulang dengan cerita dan kesan mendalam, membuat kawah ijen dan blue fire selalu menjadi tujuan yang ingin kembali dikunjungi. Banyak pengunjung menyebut pengalaman ini sebagai momen yang tidak akan terlupakan. (ANY) Baca juga: Keindahan Alam Taman Nasional Baluran

Sejarah MotoGP, Jejak Panjang Keberanian dan Kemanusiaan di Atas Dua Roda

Wamena-MotoGP, yang kini dikenal sebagai puncak olahraga balap motor dunia, berawal dari sesuatu yang jauh lebih sederhana. Pada tahun 1949, Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) untuk pertama kalinya menggelar Kejuaraan Dunia Balap Motor. Di masa itu, para pembalap bukan hanya bertarung demi podium mereka membawa mimpi besar di atas motor yang masih sangat jauh dari teknologi modern. Dengan perlengkapan seadanya, lintasan yang sering kali tidak aman, dan motor yang belum stabil, para pembalap tetap berani memacu kendaraan mereka demi satu hal, kecintaan terhadap dunia balap. Era Mesin Bising dan Adrenalin Tinggi Memasuki era 1960–1980-an, mesin-mesin makin bertenaga. Balapan menjadi lebih cepat, lebih berbahaya, tetapi juga lebih penuh kisah. Banyak pembalap legendaris lahir pada masa ini mereka yang jatuh, bangkit, bahkan beberapa mengorbankan nyawa demi kecintaan pada lintasan. Teknologi berkembang, tetapi yang paling menonjol adalah semangat manusia di balik setang. Setiap kemenangan, kekalahan, hingga cedera menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk MotoGP seperti yang kita kenal hari ini. Baca juga: MotoGP, Arena Kecepatan yang Penuh Kisah Kemanusiaan Transformasi ke Era Modern Keselamatan dan Inovasi Awal tahun 2000 menandai babak baru, kelas premier berubah menjadi MotoGP, menggantikan kelas 500cc dua tak. Motor empat tak yang lebih modern, lebih cepat, dan lebih aman hadir. Teknologi elektronik, sensor, dan aerodinamika mulai mengubah cara pembalap menaklukkan sirkuit. Namun, meski teknologi berkembang pesat, roh MotoGP tetap sama hubungan mendalam antara manusia dengan mesin. Para insinyur, mekanik, dan pembalap bekerja seperti keluarga besar, saling percaya dan saling menguatkan. Kisah Kemanusiaan di Balik Kejayaan MotoGP tidak pernah hanya soal siapa yang paling cepat. Dalam setiap musim, terdapat kisah manusia yang menyentuh, Pembalap yang kembali setelah cedera berat. Tim kecil yang berjuang menantang pabrikan besar. Fans yang mengubah kehidupan pembalap melalui dukungan tanpa henti. Rivalitas yang keras di lintasan, tetapi saling menghormati di luar paddock. MotoGP terus mengingatkan bahwa dalam dunia yang penuh kecepatan ini, keberanian dan rasa saling peduli tetap menjadi fondasi utama. MotoGP Hari Ini, Ajang Global yang Menghubungkan Banyak Hati Hari ini, MotoGP menjadi olahraga global yang ditonton jutaan orang. Motor supermodern, sirkuit bertaraf internasional, dan pembalap-pembalap muda berbakat hadir memberikan warna baru pada sejarah panjangnya. Namun satu hal tidak pernah berubah, MotoGP selalu menjadi panggung bagi manusia yang bermimpi, bekerja keras, jatuh, dan bangkit kembali. Sebuah perjalanan panjang yang menunjukkan bahwa kemenangan terbesar bukan hanya di podium, tetapi dalam keteguhan hati mereka yang terus melaju.(AAZ)

MotoGP, Arena Kecepatan yang Penuh Kisah Kemanusiaan

Wamena-Di balik suara mesin yang memekakkan telinga dan kecepatan yang membuat jantung berdegup lebih kencang, MotoGP selalu menghadirkan kisah-kisah humanis yang kerap tersembunyi. Bukan hanya soal siapa yang paling cepat, tetapi tentang manusia-manusia dengan keberanian, ketekunan, dan mimpi yang mereka bawa di lintasan. Perjuangan Para Pebalap dari Berbagai Latar Belakang Setiap pebalap datang dengan kisah yang berbeda. Ada yang tumbuh dari keluarga sederhana, ada yang hanya bermimpi melihat sirkuit sejak kecil, dan ada pula yang pernah terjatuh begitu keras hingga hampir kehilangan segalanya. Namun, mereka kembali bangkit — bukan karena dipaksa, tetapi karena hasrat yang tak pernah padam. Kehangatan di Balik Persaingan Paddock Di paddock, persaingan yang sengit justru berpadu dengan rasa kebersamaan. Mekanik bekerja tanpa henti, tim berdiri di belakang pebalap dengan keyakinan penuh, dan para fans menyumbang semangat dari tribun. Mereka bukan sekadar penonton atau pendukung—mereka adalah keluarga besar yang membentuk atmosfer luar biasa di setiap balapan. Baca juga: Korupsi, Luka Sunyi yang Menggerogoti Harapan Masyarakat MotoGP sebagai Pelajaran Ketangguhan Manusia MotoGP tidak hanya mengajarkan tentang kecepatan atau teknologi. Ia mengajarkan bahwa ketangguhan manusia terlihat ketika mereka berada di ambang batas. Keberanian bukan berarti tanpa rasa takut, tetapi melaju meski rasa takut itu ada. Setiap garis finis bukanlah akhir, melainkan langkah baru menuju mimpi berikutnya. Inti dari Segala Gemuruh Itu Kemanusiaan Di tengah hiruk-pikuk balapan, ada satu hal yang tetap menjadi inti, kemanusiaan. MotoGP adalah panggung bagi mereka yang berani bermimpi besar, jatuh berkali-kali, dan bangkit dengan keyakinan yang lebih kuat. Di sanalah esensi nyata dari ajang ini menemukan maknanya.(AAZ)

SAGI 127 Hadir Saluran Pengaduan MBG

Wamena – Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan kanal pengaduan baru Bernama SAGI 127 (Sentra Aduan Gizi Indonesia) sebagai bagian dari upaya memperkuat trasnparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peluncuran layanan SAGI menandai komitmen pemerintah dalam menjamin hak anak Indonesia mendapatkan asupan bergizi, aman, dan layak. Mengapa SAGI 127 Dibuat? Program MBG dirancang untuk menjangkau penerima manfaat namun muncul berbagai tantangan seperti keluhan mengenai menu, distribusi bahan pangan, kebersihan dapur penyedia, hingga dugaan keracunan makanan di beberapa daerah. BGN membuka akses layanan SAGI 127 yang inklusif untuk siswa, orang tua, sekolah, penyedia katering, maupun masyarakat umum dapat melaporkan serta memperoleh edukasi terkait MBG. Fitur Utama Layanan Pelayanan 24 jam: SAGI 127 beroperasi 24 jam sehingga memungkinkan pengaduan kapan saja. Nomor toll-free atau hotline: Masyarakat cukup menghubungi 127 atau saluran yang ditetapkan BGN untuk menyampaikan keluhan atau pertanyaan. Verifikasi dan tindak lanjut: Setiap aduan akan diverifikasi oleh operator BGN, kemudian dilanjutkan ke unit terkait sesuai mekanisme internal. Apa Saja yang Bisa Dilaporkan? Layanan SAGI 127 tidak hanya untuk laporan keracunan makanan namun masyarakat dapat mengadukan berbagai hal, antara lain: Menu MBG yang dirasa tidak seimbang atau tidak sesuai standar gizi. Distribusi bahan pangan terlambat atau tidak sesuai spesifikasi. Kebersihan dapur katering, bahan penyedia, dan faktor keamanan makanan. Pelayanan sekolah, ibu hamil, balita atau kelompok rentan lain dalam program MBG. Masukan dan saran untuk kualitas MBG semakin baik. Bagaimana Cara Menggunakan SAGI 127? Siapkan data laporan: identitas (opsional), lokasi sekolah atau dapur penyedia, uraian masalah, dan jika memungkinkan lampiran (foto/ video). Hubungi nomor 127 (atau nomor yang ditetapkan BGN) melalui telepon atau digital. Sampaikan laporan dengan jelas: misalnya “menu MBG hari ini di SD XYZ kurang buah”, atau “dapur katering di Kabupaten A kurang higienis”. Operator akan melakukan verifikasi dan meneruskan ke unit terkait. Tunggu tindak lanjut dari BGN maupun instansi lokal. Bisa jadi akan ada inspeksi atau perubahan nyata. Baca juga: Hari Anak Sedunia: Momentum Memperkuat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Indonesia Dampak dan Harapan ke Depan Dengan kehadiran SAGI 127, diharapkan terjadi peningkatan pengawasan publik terhadap program MBG. Transparansi menjadi semakin terbuka, sehingga kualitas layanan dan menu MBG bisa naik. Kepala BGN menyebut bahwa hingga saat ini telah terbentuk lebih dari 15.267 unit SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang melayani lebih dari 44 juta penerima manfaat. Semakin banyak aduan yang masuk dan ditindaklanjuti, maka kemungkinan besar perbaikan akan cepat terjadi — misalnya perbaikan menu, perubahan sistem distribusi, dan pendampingan penjamah makanan. Orang tua dan sekolah juga diharapkan aktif ikut laporan agar program MBG benar-benar menyasar hak gizi anak secara merata. (STE)

Struktur Biro KPU RI: Apa Saja Tugas dan Fungsinya?

Wamena - Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) adalah lembaga penyelenggara pemilu yang didalamnya memiliki manajemen organisasi terstruktur dan kompleks secara nasional. Sekretariat Jenderal (Setjen) KPU RI menjalankan fungsi administratif, tata kelola organisasi, teknis pendukung melalui beberapa biro, bagian dan sub bagian.  Berikut tugas dan fungsinya, berdasarkan Peraturan KPU No. 6 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum,Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota sebagaimana telah diubah menjadi Peraturan KPU No. 22 Tahun 2008. Sekretariat Jenderal KPU RI Sekretaris Jenderal merupakan pemimpin tertinggi di Setjen KPU RI  yang bertugas: Mendukung teknis dan administratif kepada KPU RI. Mengkoordinasikan perencanaan, keuangan, kepegawaian, hukum, logistik, dan pengelolaan data. Mengatur organisasi Sekretariat KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota. Memastikan kelancaran pelaksanaan seluruh program KPU. Melalui Setjen inilah seluruh biro menjalankan mandatnya, sebagai berikut:  1. Biro Perencanaan dan Data Tugas: Menyusun rencana, program, anggaran, kerjasama antar-lembaga, penelitian dan pengembangan, pengolahan data dan informasi, serta monitoring dan evaluasi.   Fungsi:  menyusun program, rencana dan anggaran; menjalankan kerjasama antar lembaga, penelitian dan pengembangan organisasi dan sistem Pemilu;  melaksanakan pengolahan data dan informasi;   melaksanakan monitoring dan evaluasi; dan  melaksanakan urusan tata usaha biro. 2. Biro Keuangan Tugas: Mengelola keuangan, verifikasi pelaksanaan anggaran, akuntansi dan pelaporan keuangan, dan perbendaharaan.   Fungsi: pengelolaan keuangan;  verifikasi pelaksanaan anggaran;  Pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan, dan perbendaharaan. 3. Biro Hukum Tugas: Menyiapkan penyusunan rancangan peraturan KPU, advokasi, penyelesaian sengketa, dan penyuluhan peraturan perundang undangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu, pengkajian, administrasi hukum peserta Pemilu, dokumentasi dan informasi hukum serta ketatausahaan biro.  Fungsi:  penyiapan penyusunan rancangan peraturan KPU;  pengkajian peraturan perundang-undangan;  pemberian advokasi dan penyelesaian sengketa hukum;   pelaksanaan administrasi hukum peserta Pemilu;  penyusunan dokumen dan informasi hukum; dan  pelaksanaan urusan tata usaha biro. 4. Biro Umum Tugas: Melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha, kearsipan, persidangan,  protokol, rumah tangga, dan keamanan di lingkungan KPU.   Fungsi:  pengelolaan urusan tata usaha dan kearsipan;  pengelolaan urusan persidangan dan protokol; pengelolaan urusan keamanan; dan  pengelolaan urusan rumah tangga. 5. Biro Sumber Daya Manusia Tugas: Melaksanakan perencanaan kebutuhan pegawai dan pengadaan sumber daya manusia, mutasi, disiplin, pendidikan dan pelatihan serta tata laksana SDM berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU, Sekretariat KPU Provinsi dan Sekretariat KPU Kabupaten/Kota. Fungsi:  perencanaan kebutuhan dan pengadaan sumber daya manusia;  pelaksanaan urusan mutasi dan disiplin pegawai;  pelaksanaan pendidikan dan pelatihan;  pelaksanaan urusan pendataan dan pembinaan sumber daya manusia;  penyusunan tata laksana sumber daya manusia; dan  pelaksanaan urusan ketatausahaan biro dan kesejahteraan pegawai. 6. Biro Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat  Tugas: Menyiapkan pedoman dan petunjuk teknis, serta bimbingan teknis, dan supervisi dalam penyelenggaraan Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD, Presiden dan Wakil Presiden, Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, pergantian antar waktu anggota DPR, DPD, dan DPRD dan pengisian anggota DPRD Pasca Pemilu di Daerah pemekaran; publikasi dan sosialisasi informasi Pemilu serta partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pemilu.   Fungsi:  penyiapan pedoman dan petunjuk teknis, serta bimbingan teknis, dan supervisi dalam penyelenggaraan Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD, serta Presiden dan Wakil Presiden, Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.  penyiapan pedoman dan petunjuk teknis, serta bimbingan teknis, supervisi, verifikasi dan administrasi penggantian antar waktu dan pengisian DPRD pasca Pemilu di Daerah pemekaran. penyiapan publikasi dan sosialisasi informasi Pemilu.  peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pemilu. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.   7. Biro Logistik Tugas: Melaksanakan penyusunan, pengelolaan data dan dokumentasi kebutuhan Pemilu, pengadaan, pendistribusian, pemeliharaan serta inventarisasi sarana dan prasarana Pemilu.    Fungsi:  penyusunan pengelolaan data dan dokumentasi kebutuhan sarana Pemilu;  penyusunan alokasi barang;  pelaksanaan pengadaan barang kebutuhan Pemilu;  penyimpanan dan pemeliharaan barang kebutuhan Pemilu;  penyaluran dan pendistribusian barang kebutuhan Pemilu;  pemeliharaan dan inventarisasi sarana dan prasarana Pemilu; dan  pelaksanaan urusan Tata Usaha Biro.    Berdasarkan penjabaran mengenai struktur biro yang komprehensif, KPU RI diharapkan mampu untuk menjalankan peran dan tugas kepemiluan secara tertata, sistematis, transparan dan berstandar nasional. Peran dari setiap biro sangat penting karena memegang mandat khusus untuk saling menopang, sehingga setiap tahapan pemilu yang dimulai dari awal hingga akhir dapat berjalan tanpa kendala. (FPH) Baca juga: 21 November Hari Otonomi Khusus Papua

Polarisasi Politik adalah Tantangan Demokrasi: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya

Wamena – Ketika memasuki masa – masa pemilihan, polarisasi politik akan semakin terlihat dan terjadi di lingkungan masyarakat. Polarisasi ini dapat menyebabkan masyarakat menjadi terbelah kepada pihak politik yang ada. Polarisasi Politik merupakan isu yang semakin hari semakin menonjol disaat perkembangan menuju demokrasi modern, termasuk halnya di Indonesia. Isu ini biasanya tidak hanya berdampak terhadap hubungan antar masyarakat, namun bisa berpotensi menyebabkan gangguan stabilitas politik, perilaku elite, serta arah kebijakan negara. Di dalam Konteksnya yang kontemporer, polarisasi bukan lagi terbatas hanya pada perbedaan dalam pilihan politik, namun telah merambah ke dalam identitas sosial, agama, bahkan bisa juga merambah ke dalam hubungan sosial yang dilakukan sehari – hari.   Apa Itu Polarisasi Politik? Polarisasi politik merupakan sebuah kondisi yang terjadi Ketika masyarakat terpecah menjadi dua atau lebih karena adanya perbedaan dalam pandangan politik yang tajam. Bukan hanya sekedar berbeda pendapat, tetapi masyarakat juga terfragmentasi hingga bisa saja saling memusuhi dan tidak mau menerima informasi, kemudian menerima gagasan maupun kompromi dari kelompok lain. Baca Juga: Arti Bhinneka Tunggal Ika   Penyebab Polarisasi Politik 1.     Polarisasi Politik biasanya disebabkan karena adanya pengaruh di dalam penggunaan atau pemanfaatan media sosial serta algoritma digital 2.    Adanya strategi seorang politisi dan juga elite untuk mengkapitalisasi Sentimen Publik. 3.    Polarisasi politik juga biasanya terjadi karena adanya penyebaran berita Hoaks dan juga disinformasi 4.    Kesenjangan Ekonomi dan Keadilan Sosial 5.    Adanya sebuah krisis kepercayaan terhadap Institusi Negara   Dampak yang Ditimbulkan dari Polarisasi Politik terhadap Demokrasi 1.    Polarisasi Politik mempunyai dampak yaitu dapat melemahkan diskursus publik yang sehat 2.     Polarisasi Politik bisa menyebabkan adanya menurunnya kepercayaan Masyarakat terhadap Pemerintah 3.    Dapat membuat terjadinya konflik sosial dan retaknya hubungan antarwarga 4.    Polarisasi Politik bisa menyebabkan kebuntuan politik 5.    Dan bisa menyebabkan terbukanya ruang bagi politik identitas yang ekstrem   Bagaimana Mengatasi Polarisasi Politik? 1.    Polarisasi Politik bisa diatasi dengan membangun literasi digital dan media 2.    Mendorong suatu media yang netral dan berimbang untuk mengatasi adanya polarisasi politik 3.    Mempromosikan diskusi serta dialog antar kelompok 4.    Transparansi dan juga kinerja pemerintah 5.    Reformasi regulasi platform digital Polarisasi Politik merupakan sebuah tantangan yang serius bagi keberlangsungan demokrasi yang modern. Walaupun tidak sepenuhnya bisa dihindari, tetapi suatu polarisasi Politik bisa dicegah dengan Pendidikan politik yang sehat, literasi digital dan juga adanya kebijakan yang berfokus kepada persatuan. (REZ)