Wamena – Ketika berkunjung ke kantor – kantor Instansi Pemerintah tidak jarang kita sering melihat berupa banner tulisan ataupun spanduk yang bertuliskan “Anda Memasuki Kawasan Zona Integritas” kemudian biasanya diiringi dengan sebuah slogan penyemangat dengan istilah yaitu Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Untuk mewujudkan sebuah cita – cita Pemerintahan yang bersih, transparan serta melayani, Zona Integritas (ZI) merupakan salah satu bagian yang terpenting untuk bisa mempercepat Reformasi Birokrasi di Indonesia. Konsep ini bukan hanya sekedar slogan saja, namun merupakan salah satu standar operasional yang sangat wajib dipenuhi oleh suatu lembaga pemerintah untuk dapat mencegah korupsi, serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada Masyarakat, dan juga untuk memperkuat kepercayaan dari masyarakat. Artikel ini akan membahas terkait pengertian dari Zona Integritas, dasar, hukum, tujuan dan juga penerapannya di berbagai instansi pemerintah. Apa Itu Zona Integritas? Zona Integritas (ZI) adalah sebuah predikan yang tentunya akan diberikan kepada masing – masing satuan kerja yang pimpinan dan juga jajarannya memiliki komitmen yang sungguh-sungguh untuk bisa mewujudkan WBK dan WBBM dengan melalui reformasi Birokrasi, terkhusus untuk dapat mencegah adanya korupsi dan juga untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Konsep ini berakar dari PermenPAN-RB No. 10 Tahun 2019 yang menyatakan dan menegaskan bahwa ZI adalah bagian penting dari sebuah percepatan dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi Nasional. Secara sederhananya, ZI merupakan sebuah budaya kerja anti korupsi serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang dibangun secara sistematis melalui pembenahan di dalam internal dan juga pengawasan serta inovasi untuk meningkatkan pelayanan publik. Mengapa Zona Integritas penting dalam Reformasi Birokrasi? Zona Integritas merupakan salah satu komponen penting dalam reformasi birokrasi karena: 1. Untuk memperkuat serta untuk pencegahan korupsi di semua level 2. Untuk meningkatkan kepercayaan Masyarakat terhadap Pemerintah 3. Zona Integritas berperan penting dalam percepatan transformasi digital layanan public Komponen Utama dalam Pembangunan Zona Integritas Selain berperan penting, Zona Integritas mempunyai komponen utama untuk perubahan diantaranya: 1. Manajemen Perubahan 2. Penata tata laksana 3. Penataan dalam manajemen sistem SDM 4. Mempunyai komponen dalam penguatan Akuntabilitas 5. Memiliki komponen penting terhadap penguatan pengawasan 6. Untuk meningkatkan kualitas terhadap pelayanan untuk masyarakat Baca juga: Supremasi Hukum adalah Pilar Utama Demokrasi: Pengertian dan Penerapannya di Indonesia Penerapan Zona Integritas di Instansi Pemerintah 1. Kementerian dan juga Lembaga Negara Banyak Kementerian atau Lembaga yang sudah memperoleh predikat WBK/WBBM dengan inovasi layanan yang diciptakan untuk memberikan layanan kepada masyarakat, seperti: · Pelayanan terhadap perizinan online · Pelayanan terhadap layanan yang terpadu hanya melalui satu pintu · Aplikasi digital untuk menunjang pelayanan 2. Pemerintah Daerah Pemda juga menjadi komponen penting dalam implementasi ZI, karena: · Akan terciptanya Mall Pelayanan Publik · Pelayanan dukcapil yang berbasis aplikasi · Dan juga untuk mengawasi anggaran daerah 3. Dunia Peradilan dan juga Penegak Hukum Pengadilan dan tentunya Lembaga Penegak Hukum akan menjadi prioritas penting dalam mewujudkan pembangunan ZI karena mempunyai risiko korupsi. Transparansi jadwal sidang, layanan e-court hingga adanya command center merupakan standar yang baru. 4. Lembaga Pendidikan dan Kesehatan Di dalam dunia Pendidikan yaitu sekolah, perguruan tinggi negeri. Lalu di bidang Kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit daerah turut ikut dalam pembangunan ZI untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, kemudian efisiensi administrasi dan pengawasan obat/anggaran. (REZ)