Wamena – KPU Kabupaten Nduga memberikan rhema ayat-ayat Alkitab menjelang hari raya Natal. Rhema ayat Alkitab kali ini tertulis dalam Matius 21:42 telah menjadi salah satu nubuatan yang digenapi dalam kehidupan Yesus Kristus. Sebuah renungan untuk kita memaknai makna kelahiran Yesus Kristus di dunia. Baca juga: Siap Mudik 2025: Inilah Gebyar Diskon Transportasi Umum untuk Natal dan Tahun Baru Landasan Alkitab Apa renungan dari ayat Matius 21:42. Firman Tuhan mengatakan bahwa “…Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan suatu perbuatan Ajaib di mata kita.” Ayat Alkitab yang berasal dari kutipan Mazmur 118:22-23. Dalam Kitab Suci perjanjian baru oleh Petrus dan Paulus sebagai penggenapan nubuatan tentang batu penjuru dunia, yaitu Yesus Kristus. Mengapa Yesus Disebut Batu yang Dibuang? Melalui Kisah Para Rasul 4:11 “Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan yaitu kamu sendiri - -, namun ia telah menjadi batu penjuru.” Makna yang terkandung dalam ayat diatas adalah: Ia dianggap mengganggu tradisi agama Yahudi Ia ditolak sebagai Mesias Ia difitnah dan dijatuhi hukuman mati di kayu salib Kemenangan yang Ajaib: Yesus Menjadi Batu Penjuru Dunia Pertama kali kita harus memahami batu penjuru terlebih dahulu. Batu penjuru atau Akrogoniaios (dalam bahasa Yunani) adalah batu dasar utama, batu penjuru, atau batu fondasi sudut dalam sebuah bangunan. Pada zaman dahulu batu penjuru diletakkan di sudut bagian pondasi. Batu yang berfungsi sebagai titik pengikat dan penopang seluruh bangunan berdiri dengan kokoh. Tanpa batu penjuru bangunan akan mudah goyah dan runtuh. Paulus menegaskan dalam 1 Korintus 3:11 “Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.” Selain itu, Petruss menuliskan dalam 1 Petrus 2:6 “Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci:”Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.” Ayat yang menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah dasar dari segala sesuatu dan siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan pernah dipermalukan dan tidak perlu hidup dalam kekhawatiran. Sebuah pesan yang memiliki makna penting bagi kehidupan kita yaitu keselamatan mula-mula yang ditolak Bangsa Israel namun Tuhan telah mewahyukan bahwa Yesus menjadi batu penjuru yang menopang hidup orang percaya di seluruh dunia. (STE)