Berita Terkini

Belajar Mengelola Emosi : Ketika Konflik Antara Sir Alex Ferguson dan David Beckham Menjadi Pelajaran Berharga ASN

Wamena – Sepakbola melahirkan beragam drama yang disajikan untuk penggemarnya di seluruh dunia. Drama yang akan dikenang oleh penggemar Manchester United terjadi pada tahun 2003. Kejadian yang berujung pada konflik antara Sir Alex Ferguson dengan David Beckham. Insiden tersebut muncul ketika Sir Alex Ferguson secara tidak sengaja menendang sepatu ke arah David Beckham setelah pertandingan di ruang ganti pemain. Bagaimana seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) belajar mengelola emosi dari kejadian tersebut? Simak ulasannya dibawah ini.

Emosi Tidak Dapat Dihindari, Namun Dapat Dikelola

Belajar dari kepemimpinan Sir Alex Ferguson yang dikenal dengan ketegasan dan kedisiplinannya maka seorang ASN harus sadar dalam menempatkan diri dengan berbagai kondisi. ASN memerlukan pemahaman bahwa manusia memiliki kesalahan masing-masing namun yang membedakannya adalah bagaimana dirinya memperbaiki kesalahan tersebut.

Setiap pekerjaan akan menemukan permasalahan yang berbeda-beda oleh ASN. Terkadang permasalahan tersebut akan memunculkan emosi yang beragam. ASN membutuhkan untuk berpikir terlebih dahulu sebelum menentukan tindakan yang tepat. Bila ASN mampu mengelola emosi dengan baik maka setiap permasalahan akan diselesaikannya.

Hilangkan Ego Bentuk Tim yang Kuat

Seorang ASN harus mampu menghilangkan egonya untuk membentuk tim dengan optimal. Hal ini dapat dipelajari dari bagaimana sikap Sir Alex Ferguson yang memilih untuk meminta maaf kepada David Beckham setelah insiden ruang ganti Manchester United.

Pelajaran yang mengarahkan dalam diri ASN untuk menempatkan kepentingan instansinya di atas emosi dirinya sendiri. Kecerdasan emosional yang baik adalah bagaimana seorang ASN mampu memimpin dirinya sendiri untuk meninggalkan egoisme dalam kepentingan bersama.

Komunikasi Sebagai Peredam Konflik

Dalam buku biografi Sir Alex Ferguson menuliskan bahwa bila emosi tidak dikelola dengan baik maka akan merusak tim. Ia membangun budaya komunikasi lebih baik setelah insiden besar yang telah terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa konflik bukanlah sesuatu hal yang dihindari, tetapi pintu untuk koreksi diri.

Seorang ASN akan berhadapan dengan tantang dunia kerja yang memunculkan emosi akibat dari tekanan, target, atau perbedaan pendapat. Pelajaran yang didapat dari Sir Alex Ferguson oleh ASN adalah bagaimana mengendalikan emosi sebelum mengambil keputusan, pisahkan masalah pribadi dengan tanggung jawab secara professional, dan gunakan evaluasi sebagai bahan evaluasi pribadi. (STE)
Baca juga: Pentingnya Pemimpin Memiliki Emotional Quotient

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 151 kali