Berita Terkini

Hari Antikorupsi Sedunia: Refleksi ASN untuk Setop Normalisasi Korupsi di Indonesia

Wamena – Momen perayaan Hari Antikorupsi Sedunia setiap tanggal 9 Desember. Sebuah momentum seruan untuk menghentikan normalisasi praktik korupsi di berbagai sektor pelayanan publik. Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah figur yang tepat untuk menjadi contoh baik praktik antikorupsi sederhana dimulai dari meja kerjanya.

Budaya Malu Telat dan Mau Tepat Waktu

ASN diharapkan sadar akan kewajiban sebagai pelayan publik. Biasakan untuk hadir dengan jujur dan disiplin. Kehadiran yang tepat waktu akan mencerminkan bentuk kejujuran dan kedisiplinan etos kerja. Selain itu, tumbuhkan budaya kerja yang pulang kerja sesuai dengan jam kerja setiap lembaga atau instansi masing-masing.

Mental Originalitas

Hargai karya dan usaha dari orang yang menciptakannya. Bila ASN hanya terbiasa menjiplak dan menyadur dengan mengambil jalan pintas tanpa usaha nyata maka terbentuklah mental penjiplak. ASN harus menggunakan ide pemikiran sendiri dalam pekerjaan semisal membuat berita satu hari satu berita, membuat laporan aktualisasi diri bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dan mengerjakan karya ilmiah. Berani tampil dengan menonjolkan kemampuan sendiri akan menciptakan kepercayaan diri dan kejujuran akan hasil yang dikerjakan.

Integritas di Balik Amplop Cokelat

ASN harus memiliki jiwa integritas yang dilatih dari diri sendiri. Setiap layanan publik pastikan dikerjakan sesuai dengan standar layanan publik yang telah ditetapkan. Segala bentuk pemberian amplop cokelat atau hal-hal yang menguntungkan diri sendiri sebagai salah satu tindakan korupsi. Setop di kamu sebagai ASN apabila terjadi serangan amplop cokelat untuk kepentingan pribadi dibandingkan dengan kepentingan publik.

Setop Budaya Yoyo

Yoyo adalah permainan tradisional dengan naik turunkan menggunakan tali. Hal ini dapat disandingkan dengan pekerjaan ASN. Budaya yoyo dalam pekerjaan akan tampak ketika kinerja administratif tidak konsisten, tanggungjawab yang dilemparkan, kepatuhan hanya ada kehadiran pimpinan tinggi, dan integritas yang minim. Hapuskanlah budaya yoyo pada saat kerja dengan menjadi ASN teladan dalam disiplin administratif, transparansi kerja, akurasi laporan, dan komitmen melayani publik. (STE)
Baca juga: Korupsi, Luka Sunyi yang Menggerogoti Harapan Masyarakat

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 75 kali