Berita Terkini

Korupsi, Luka Sunyi yang Menggerogoti Harapan Masyarakat

Wamena-Dimasa Pembangunan yang semakin masif disetiap daerah di Indonesia pembanguna dan dan janji kesejahteraan Masyarakat terus mengintai di banyak lapisan Masyarakat, ini bukan hanya semata persoalan hukum semata, dan kerugian yang negara tetapi menjadi luka yang membekas dan menyakiti harapan Masyarakat akan janji harapan untuk kemajuan yang baik dimasa yang akan datang.

Ketidakadilan yang Dirasakan Warga Kecil

Bagi sebagian orang, korupsi tampak sebagai isu besar yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Namun, bagi warga yang menunggu jalan diperbaiki, orang tua yang berharap anaknya mendapat fasilitas pendidikan layak, atau tenaga kesehatan yang berjuang dengan peralatan terbatas, korupsi terasa begitu dekat. Setiap rupiah yang disalahgunakan berarti kesempatan yang hilang bagi mereka yang membutuhkan.

Kisah Ibu dari Desa Kecil

Di sebuah desa kecil, seorang ibu bercerita bahwa bantuan sosial yang seharusnya diterima keluarganya terlambat bertahun-tahun. Bukan karena negara abai, tetapi karena ada tangan-tangan yang memotong, menahan, bahkan mempermainkan hak masyarakat. “Kami hanya ingin hidup layak,” ujarnya pelan—sebuah kalimat sederhana yang menggambarkan bagaimana korupsi berdampak nyata pada kehidupan orang kecil.

Runtuhnya Kepercayaan Publik

Korupsi yang menyengsarakan dan merampas rasa kepercayaan Ketika Masyarakat bertanya apakah pejabat dalam hal mengambil sebuah kebijakan yang di ambil untuk rakyat menguntungkan rakyat atau hanya untuk kepentingan golongan dan kepentingan pribadi saja, dengan kondisi itu tentu akan merusak hubungan antara rakyat dan negara.

Baca juga: Pemilih Baru, Generasi Penentu Arah Demokrasi Indonesia

Harapan yang Masih Menyala

Meski begitu, harapan belum padam. Banyak daerah kini mulai mendorong transparansi, membuka ruang pengawasan publik, dan menegakkan aturan dengan lebih tegas. Komunitas muda, akademisi, hingga aparat pemerintahan yang berintegritas terus berjuang menghadirkan perubahan.

Gerakan Bersama Melawan Korupsi

Pada akhirnya, melawan korupsi bukan hanya urusan lembaga penegak hukum. Ia adalah gerakan bersama yang lahir dari keberanian individu untuk berkata jujur, menolak gratifikasi, dan tidak menormalisasi penyimpangan. Ketika integritas menjadi budaya, korupsi akan kehilangan ruang untuk tumbuh.

Korupsi mungkin masih menjadi tantangan besar, namun setiap langkah menuju kejujuran adalah cahaya yang perlahan menerangi jalan panjang menuju keadilan dan kesejahteraan yang sesungguhnya.(AAZ)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 83 kali