Berita Terkini

Mediasi Jembatan Damai di Tengah Persoalan

Wamena - Di tengah kehidupan yang kadang penuh gesekan, mediasi hadir sebagai jalan tengah yang sederhana namun berarti. Ia bukan tentang siapa menang dan siapa kalah, melainkan bagaimana dua pihak yang berselisih bisa kembali saling memahami. Mediasi adalah proses ketika seseorang biasanya disebut mediator membantu dua pihak berdialog dengan kepala dingin, hati terbuka, dan tujuan mencari solusi terbaik bagi semua.

Ketika konflik kecil mengajarkan arti kebersamaan

Di sebuah kampung di pinggiran kota, dua tetangga berselisih soal batas tanah yang hanya selebar gang kecil. Suasana sempat memanas, namun ketua RT mengajak keduanya duduk bersama. Dengan secangkir teh dan suasana yang lebih tenang, mereka mulai saling bercerita. Dari saling curiga, perlahan berubah menjadi saling memahami. Di akhir pertemuan, keduanya sepakat memperbaiki batas tanah bersama tanpa memperpanjang masalah.

“Saya pikir dia sengaja, ternyata hanya salah paham,” ungkap salah satu warga. Inilah esensi mediasi: mempertemukan hati sebelum mempertemukan argumentasi.

Mediasi di Sekolah Belajar Menyelesaikan Masalah Sejak Dini

Di sekolah dasar, guru BK sering menjadi mediator kecil bagi murid-murid yang berebut bangku atau berselisih paham. Dengan bahasa sederhana, mereka mengajak anak-anak saling mendengar dan memahami perasaan teman. “Kadang mereka hanya butuh tempat aman untuk bicara,” kata Bu Dinda, seorang guru.

Lewat mediasi sederhana itu, anak-anak belajar bahwa konflik bukan akhir segalanya, dan menyelesaikan masalah bisa dilakukan tanpa teriak, tanpa marah, apalagi tanpa kekerasan.

Baca juga: Moral di Tengah Hidup yang Serba Cepat

Menghadirkan Ruang Tenang dalam Perselisihan Besar

Mediasi juga bekerja pada situasi yang lebih besar seperti sengketa keluarga, masalah warisan, konflik bisnis, hingga persoalan sosial di masyarakat. Hadirnya mediator membuat percakapan lebih terarah, suasana lebih netral, dan solusi lebih mudah ditemukan. “Kadang orang ingin didengar, bukan dihakimi,” ujar seorang mediator profesional.

Dengan mediasi, keputusan tidak dipaksakan. Semua pihak ikut membangun solusi bersama, sehingga hasilnya lebih diterima dan lebih damai.

Mediasi Mengembalikan Nilai Kemanusiaan

Di balik proses formal dan teknik yang digunakan, mediasi memiliki inti yang sangat humanis keberanian untuk bicara, kerendahan hati untuk mendengar, dan niat baik untuk mencari jalan keluar. Mediasi mengingatkan bahwa manusia bisa saling mendekat ketika konflik justru mendorong untuk saling menjauh.

Di era yang serba cepat ini, ketika perbedaan mudah berubah menjadi pertengkaran, mediasi mengajarkan bahwa damai bukan hanya kata melainkan pilihan yang bisa kita ambil setiap hari.(AAZ)

Baca juga: Luka di Tubuh Bumi Akibat Kerusakan Hutan yang Mulai Terasa di Kehidupan Kita

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 53 kali