Berita Terkini

Luka di Tubuh Bumi Akibat Kerusakan Hutan yang Mulai Terasa di Kehidupan Kita

Wamena — Di banyak sudut negeri, pepohonan yang dulu berdiri gagah kini hanya tinggal kenangan. Kerusakan hutan bukan sekadar hilangnya deretan batang pohon, tetapi hilangnya pelindung alam yang selama ini menjaga manusia diam-diam. Dampaknya kini mulai hadir dalam kehidupan sehari-hari lebih dekat dari yang kita kira.

Banjir yang Datang Tanpa Ampun

Ketika hutan ditebang, tanah kehilangan kemampuan menyerap air. Hujan yang dulu ditahan akar pohon kini mengalir liar, merendam rumah-rumah dan kebun warga. Di beberapa daerah, banjir tak lagi menunggu musim. Ia datang mendadak, membawa lumpur dan merenggut banyak harapan.

Longsor yang Mengancam Pemukiman

Akar-akarlah yang menjaga bukit tetap kokoh. Saat pepohonan hilang, tanah menjadi rapuh. Longsor pun menjadi ancaman. Di desa-desa lereng bukit, warga hidup dalam kecemasan saat hujan turun deras sebuah ketakutan yang dulu tak pernah sebesar sekarang.

Udara yang Kian Berat Dihirup

Hutan adalah paru-paru yang memurnikan udara. Ketika hutan rusak, kualitas udara memburuk. Asap pembakaran hutan menciptakan kabut tebal hingga menutup sekolah, mengganggu perjalanan udara, dan membuat anak-anak serta lansia mengalami sesak napas. Bumi seakan kehilangan ritme bernapasnya.

Hilangnya Rumah Satwa

Kerusakan hutan memaksa satwa-satwa keluar dari habitatnya. Macan, monyet, hingga burung-burung langka mulai muncul di pemukiman warga, bingung mencari makan. Banyak yang akhirnya mati, tertabrak, atau diburu. Ekosistem yang selama ratusan tahun seimbang kini terganggu hanya dalam hitungan tahun.

Baca juga: Hutan Nafas Bumi yang Menjaga Kehidupan

Air Bersih yang Makin Sulit Didapat

Sumber mata air yang dulu mengalir deras kini berubah menjadi aliran kecil atau bahkan mengering. Kerusakan hutan membuat siklus air kacau. Masyarakat yang dulu tak pernah kekurangan air kini harus berjalan jauh atau membeli air galon hanya untuk kebutuhan harian.

Perekonomian Warga Ikut Terseret

Kerusakan hutan juga merusak sumber penghidupan. Petani kehilangan kualitas tanah terbaiknya, pengumpul madu tak lagi menemukan sarang, dan pelaku wisata kehilangan panorama yang dulu menarik turis. Banyak keluarga merasakan pendapatan yang turun drastis.

Hilangnya Ruang Tenang bagi Manusia

Di balik semua dampak fisik, ada dampak batin yang tak kalah besar. Hutan yang dulu menjadi tempat warga mencari ketenangan kini berubah menjadi lahan gersang. Anak-anak tak lagi mendengar kicau burung di pagi hari, dan udara segar terasa semakin jarang.

Kerusakan hutan bukan hanya urusan lingkungan tapi urusan kemanusiaan. Bumi sebenarnya sedang memberi pesan: bahwa ia membutuhkan manusia untuk menjaga, bukan menghabisi. Karena ketika hutan rusak, yang terluka bukan hanya alam, tapi juga manusia yang hidup di dalamnya.(AAZ)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 131 kali