Memahami Makna Lagu Kita Usahakan Rumah Itu oleh Sal Priadi: Pesan Hangat untuk ASN tentang Keluarga, Kesibukan, dan Tempat Kembali
Wamena – Sal Priadi melalui karya lagu “Kita Usahakan Rumah Itu,” memberikan sebuag pesan yang relevan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Beberapa alasan yang menjadikan lagu Sal Priadi begitu dekat dengan kehidupan ASN karena selaras dengan kehidupan sebagai pelayan publik, mengingatkan pentingnya keseimbangan (work life balance), dan menyentuh sisi emosional tentang keluarga.
Rumah Sederhana: Pengingat ASN tentang Pondasi Kehidupan dari Keluarga
Lirik “Kita usahakan rumah itu, dari depan akan tampak sederhana, tapi dibuat kuat, dirancang muat, lega” yang menggambarkan bahwa sebuah rumah sederhana merupakan pondasi ASN dimulai dari keluarga. Rumah yang tampak sederhana mencerminkan tentang komitmen dalam menjaga keluarga, tempat kembali pulang yang aman, dan ruang untuk pulih secara mental.
Perabotan, Wangi-Wangian: Pembagian Tugas yang Kolaboratif
Lirik “Urusan perabotan dan wangi-wangian, kuserahkan pada seleramu yang lebih maju. Tapi tata ruang, aku ikut pertimbangkan” yang menunjukkan bagaimana arti saling berbagi tanpa saling mendominasi.
Hal ini mengajarkan ASN tentang pentingnya komunikasi dua arah, pembagian peran yang setara, kesedian untuk turut terlibat, dan perasaan saling menghargai pasangan. Pembagian tugas ruamh tangga menjadi fondasi ASN untuk menciptakan keluarga yang harmonis.
Ruang Makan dan Meja Panjang: Simbol Kebersamaan
Lirik “Kar’na kalau nanti kita punya kesibukan, malam tetap kumpul di meja panjang, ruang makan kita, berbincang tentang hari yang panjang” menjadi pengingat yang menyentuh bagi ASN. Seakan-akan lirik mengajak ASN merenungkan bahwa makan malam bersama menjadi ritual penting meskipun jadwal kerja yang padat. Meja makan menjadi simbol bahwa kita diterima dengan baik oleh keluarga melalui makan malam bersama.
Keliling Dunia: Kembali Pulang ke Rumah Tempat Damai
Lirik “Boleh kamu keliling dunia …. Sementara kamu boleh namai itu rumah, selama ada mereka yang kamu cinta di dalamnya” menegaskan bahwa rumah bukan berbicara lokasi, melainkan tentang orang-orang yang ada di dalamnya. Penggalan lirik yang relevan bagi ASN yang memiliki pekerjaan lembur, berpindah tugas, perjalanan dinas, hingga mutasi. Bagaimanapun juga perjalanan ASN maka rumah adal tetap sebagai tempat di mana hati, perasaan, dan harapan berlabuh. Rumah adalah tempat ASN untuk menerima kehangatan, penerimaan diri, dan tempat cinta bertumbuh. (STE)
Baca juga: Memaknai Lirik Ada Titik Titik di Ujung Doa Oleh Sal Priadi: Renungan Mendalam ASN Tentang Maaf, Lelah, dan Ketulusan