Memaknai Lirik Ada Titik Titik di Ujung Doa Oleh Sal Priadi: Renungan Mendalam ASN Tentang Maaf, Lelah, dan Ketulusan
Wamena – Penggalan lirik lagu Sal Priadi yang berbunyi “Ada titik-titik di ujung doa-doa, keselamatan penutup malam, kuisi dengan namamu. Kucoba memaafkanmu selalu. Kalau di situ ada salahku, maafkanku juga” memiliki makna mendalam tentang saling memaafkan. Lirik yang memiliki hubungan emosional dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui luapan hati dalam menyeimbangkan tuntutan kerja, konflik relasi, dan emosi.
Ruang Hening untuk Mengampuni dan Diampuni
“Ada titik-titik di ujung doa-doa,” menggambarkan bahwa kita sebagai ASN perlu memberikan jeda untuk hening dalam setiap untaian doa yang terucapkan. Titik-titik menyiratkan bahwa sebuah harapan yang ada, luka yang sembuh dengan doa, atau perasaan bersalah untuk diberikan pengampunan. ASN mampu memahami bagaimana keadaan dirinya dan relasi rekan kerja setelah selesai bekerja melalui doa.
Lirik “kucoba memaafkanmu selalu,” memberikan pesan kuat bagi ASN tentang kedewasaan secara emosional. Setiap pekerjaan tentunya muncul sebuah gesekan antarrekan kerja, masyarakat, ataupun pimpinan. Sal Priadi mengajak kita sebagai ASN bahwa memaafkan sebagai upaya diri untuk tetap sehat secara mental dan batin.
Sal Priadi mempertegas arti maaf melalui lirik “kalau di situ ada salahku, maafkanku juga.” Makna yang menggambarkan kerendahan hati untuk ASN dapat menerima dirinya juga memiliki kesalahan. Memaafkan diri sendiri merupakan salah satu tindakan untuk menjaga kesehatan mental, mewujudkan integritas, dan kedewasaan dalam mengelola emosi.
Kesehatan Mental Melalui Lirik Lagu
Lirik-lirik lagu Sal Priadi memiliki makna mendalam dan menyiratkan tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan mental melalui hal-hal yang sederhana. ASN memiliki beban dalam kerjaan, tuntutan keluarga, antarrekan kerja, dan harapan masyarakat.
Beberapa makna mendalam untuk menjaga kesehatan mental ASN antara lain:
- Doa Sebagai Tempat Kembali Refleksi
ASN memiliki dinamika pekerjaan yang naik turun seiring dengan tuntutan pekerjaannya. Doa sebagai tempat untuk meletakkan segala keresahan, penat, emosi, dan berkeluh kesah. Kesusahan sehari cukuplah sehari yang tertuang dalam lirik “keselamatan penutup malam.” Luapkanlah dan ceritakanlah apa hal-hal yang masih mengganjal melalui doa sebelum kamu tidur malam.
- Memaafkan, Bukan Sekedar Kata, Kedewasaan Emosional
ASN memiliki hubungan yang tidak selalu mulus dan baik-baik saja. Muncul beragam konflik di dunia kerja yang tidak dapat dihindarkan. Lirik yang mengajarkan bahwa kamu harus memahami tentang bagaimana menjaga harmoni pekerjaan lebih penting daripada memberikan makan egomu yang mungkin mengganggap diirimu selalu benar. Tidak semua berjalan sesuai dengan harapan dan ekspektasimu, relakanlah dengan memaafkan.
- Mengampuni untuk Diampuni
Karya Sal Priadi mengingatkan bahwa kita membutuhkan ketenangan batin meskipun di balik seragam dinas. Lirik yang menggambarkan dan memberikan ruang bagi kita refleksi tanpa menghakimi. Penanda bahwa kita memaafkan sebagai bagian dari kedewasaan dan professional. ASN sebaiknya memiliki jiwa mengampuni sebelum diampuni akan kesalahan yang diperbuatnya. Faktanya ASN membutuhkan kehangatan emosional melalui doa. (STE)
Baca juga: Memaknai Lagu Besok Kita Pergi Makan dari Sal Priadi untuk ASN