Berita Terkini

Memahami Xenofobia, Ketakutan pada Yang Berbeda dalam Perspektif Humanis

Wamena - Xenofobia merujuk pada sikap takut, curiga, atau membenci orang asing mereka yang dianggap bukan bagian dari kelompok sendiri. Fenomena ini bukan sekadar istilah, melainkan kondisi sosial yang nyata dan berdampak pada kehidupan banyak manusia.

Xenofobia harus dihindari dengan cara memberikan pemahaman kepada seseorang atau sekelompok orang agar hal itu tidak menjadi masalah untuk semua orang baik seseorang maupun keberadaan orang luar sehingga tercipta rasa saling menghargai dan memberikan keamanan dalam lingkungan masyarakat itu sendiri

Akar dari Rasa Takut

Xenofobia sering tumbuh dari ketidaktahuan dan kecemasan terhadap perubahan. Ketika identitas atau keamanan dianggap terancam oleh kehadiran orang luar, prasangka mudah muncul. Di balik itu semua, baik pihak yang merasa cemas maupun yang menjadi korban, sama-sama manusia yang ingin diterima dan dihargai.

Baca juga: Fanatisme Kebangsaan, Ketika Kebanggaan Berlebihan Mengaburkan Nilai Kebersamaan

Wujud Xenofobia dalam Kehidupan

Fenomena ini bisa muncul dalam bentuk yang halus seperti komentar, stereotip, hingga bentuk yang lebih tegas seperti diskriminasi. Namun banyak komunitas mulai menyadari bahwa keberagaman bukan ancaman, melainkan peluang untuk bertumbuh bersama.

Menuju Masyarakat yang Lebih Inklusif

Xenofobia adalah cermin cara kita memperlakukan sesama manusia. Setiap langkah kecil menuju pemahaman—mulai dari membuka percakapan hingga menerima perbedaan dapat menjadi awal bagi masyarakat yang lebih inklusif, manusiawi, dan penuh empati. (AAZ)

 

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 470 kali