Berita Terkini

Teokrasi Ketika Keyakinan Menjadi Arah Kebijakan Publik

Wamena - Di sebuah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual, agama kerap menjadi sumber moral dan pedoman hidup. Dalam konteks inilah teokrasi hadir sebagai bentuk sistem pemerintahan yang menempatkan ajaran agama sebagai dasar utama dalam pengambilan keputusan negara.

Secara sederhana, teokrasi adalah sistem pemerintahan di mana kekuasaan politik dijalankan oleh pemimpin agama atau oleh pemerintah yang mengklaim mendapat legitimasi langsung dari Tuhan. Hukum negara, kebijakan publik, hingga tata kehidupan sosial masyarakat disusun berdasarkan kitab suci dan ajaran keagamaan yang diyakini bersama.

Antara Iman dan Tata Kelola Negara

Bagi pendukungnya, teokrasi diyakini mampu menghadirkan keadilan moral. Aturan yang bersumber dari ajaran agama dianggap lebih bersih dari kepentingan pribadi dan lebih berorientasi pada kebaikan bersama. Masyarakat hidup dengan rasa aman karena nilai benar dan salah telah ditentukan secara jelas.

Namun, dalam praktiknya, sistem ini juga menghadapi tantangan kemanusiaan. Ketika negara dihuni oleh warga dengan latar belakang keyakinan yang beragam, penerapan satu tafsir agama dapat memunculkan rasa keterasingan bagi kelompok minoritas. Di sinilah dialog, kebijaksanaan, dan rasa saling menghormati menjadi kunci penting agar nilai keimanan tidak berubah menjadi alat penindasan.

Baca Juga : Transmigrasi Menyemai Harapan di Tanah Baru

Pelajaran dari Pengalaman Dunia

Beberapa negara di dunia pernah atau masih menerapkan unsur teokrasi dalam sistem pemerintahannya. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan teokrasi sangat bergantung pada cara pemimpinnya memadukan nilai agama dengan prinsip kemanusiaan, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Ketika ajaran agama diterjemahkan dengan kasih sayang dan kebijaksanaan, teokrasi dapat menjadi sumber etika publik. Namun jika diterapkan secara kaku, ia berpotensi menutup ruang kebebasan berpikir dan berpendapat.

Refleksi bagi Kehidupan Berbangsa

Teokrasi mengingatkan bahwa agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat. Meski tidak semua negara cocok menerapkannya, nilai-nilai universal seperti kejujuran, keadilan, dan kepedulian sosial yang terkandung dalam ajaran agama tetap relevan untuk menginspirasi kebijakan publik.(AAZ)

Baca Juga : Pertumbuhan Penduduk Antara Angka, Kehidupan, dan Harapan Masa Depan

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 38 kali