Berita Terkini

Ancaman di Bidang Ideologi, Ketika Nilai Bangsa Diuji di Tengah Perubahan Zaman

Wamena - Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, bangsa Indonesia menghadapi tantangan besar yang tak selalu tampak secara kasat mata, yakni ancaman di bidang ideologi. Ancaman ini tidak datang dengan senjata, tetapi hadir melalui gagasan, pemikiran, dan nilai-nilai yang perlahan dapat menggerus jati diri bangsa.

Ideologi Pancasila selama ini menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial telah menjadi perekat dalam keberagaman. Namun, perubahan zaman membawa masuk berbagai paham baru yang tidak selalu sejalan dengan nilai luhur tersebut.

Masuknya Paham Asing dan Radikalisme

Salah satu bentuk ancaman ideologi adalah masuknya paham asing yang bertentangan dengan Pancasila, baik yang bersifat ekstrem kanan, ekstrem kiri, maupun radikalisme berbasis kekerasan. Paham-paham ini kerap menyusup melalui media sosial, diskusi tertutup, hingga doktrin yang menyasar generasi muda.

Jika tidak disadari, masyarakat dapat terjebak pada cara berpikir yang menolak perbedaan, menganggap kelompok lain sebagai musuh, dan mengikis rasa persatuan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu konflik sosial dan perpecahan bangsa.

Lunturnya Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Ancaman ideologi juga muncul dari dalam diri bangsa sendiri, ketika nilai-nilai Pancasila mulai ditinggalkan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Sikap individualisme, intoleransi, serta rendahnya kepedulian sosial menjadi tanda bahwa ideologi bangsa sedang diuji.

Ketika gotong royong tergantikan oleh sikap saling acuh, dan musyawarah digantikan oleh ujaran kebencian, maka ideologi bangsa kehilangan makna nyatanya di tengah masyarakat.

Baca juga: HAM, Hak Dasar yang Menjaga Martabat Kemanusiaan

Peran Masyarakat dalam Menjaga Ideologi Bangsa

Menjaga ideologi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh warga negara. Keluarga, sekolah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini.

Pendekatan yang humanis, dialog terbuka, dan pendidikan karakter menjadi kunci untuk menghadapi ancaman ideologi. Bukan dengan kekerasan, tetapi dengan pemahaman, keteladanan, dan rasa saling menghargai.

Merawat Ideologi sebagai Warisan Bersama

Ideologi bangsa bukan sekadar hafalan, melainkan nilai hidup yang harus dirawat bersama. Di tengah perbedaan suku, agama, dan pandangan politik, Pancasila hadir sebagai titik temu yang mempersatukan.

Ancaman di bidang ideologi sejatinya menjadi pengingat bahwa persatuan dan kemanusiaan harus terus dijaga. Dengan kesadaran kolektif dan sikap saling menghormati, Indonesia dapat tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang berdaulat, berkeadilan, dan berkepribadian.(AAZ)

Baca juga: Negara Hukum Ketika Aturan Menjadi Pelindung Setiap Warga

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 157 kali