Berita Terkini

Keindahan Alam Danau Weekuri Sumba

Wamena - Salah satu destinasi yang membuat banyak wisatawan tertarik dan jatuh hati pada pandangan pertama adalah Danau Weekuri di Sumba Barat Daya. Air danau yang jernih, berpadu dengan gradasi biru dan toska, yang memberikan nuansa hangat dan tenang yang sulit ditemukan di tempat lain. Danau Weekuri ini bukan danau air tawar seperti umumnya, melainkan laguna air asin yang terbentuk dari ombak laut yang masuk melalui celah karang. Danau Weekuri seolah menjadi oasis yang dapat memanjakan pengunjung setelah perjalanan panjang melewati desa-desa sunyi dan hamparan bukit Sumba yang gersang. Begitu tiba, suara angin dan permukaan air yang berkilau langsung menyapa, menghadirkan ketenangan yang menyentuh batin.

Gradasi Air yang Menawan

Gradasi Keunikan dari gradasi biru airnya yang berubah-ubah sesuai cahaya matahari merupakan keindahan utama Danau Weekuri. Pada pagi hari, warna air tampak lembut, hangat dan menenangkan. Memasuki siang, semburat toska berkilau jelas dan memantulkan langit cerah. Saat senja, permukaan air berubah menjadi lebih tenang dengan kilau keemasan yang hangat. Hal yang membuat wisatawan betah adalah kedalaman danau yang bervariasi. Di beberapa titik, air hanya setinggi lutut sehingga aman untuk anak-anak jika ingin bermain. Ada pula area yang cukup dalam dan ini cocok bagi wisatawan dewasa untuk berenang atau sekadar mengapung sambil menikmati ketenangan yang jarang ditemukan di pantai terbuka. Sebagian pengunjung memilih melompat dari tebing rendah yang aman, merasakan sensasi segar air asin yang masih sangat alami. Sementara itu, wisatawan lain lebih memilih duduk di dermaga kayu, merendam kaki sambil menikmati hembusan angin lembut.

Keaslian Alam Pemandangan Karang dan Tebing yang Terjaga

Lingkungan sekitar Danau Weekuri ini dipenuhi bebatuan karang besar dan tebing rendah yang terbentuk secara alami. Struktur karang ini menjadi dinding pelindung yang memisahkan danau dari laut lepas. Ketika ombak besar menghantam karang di sisi luar, sensasi getarannya terkadang terasa hingga ke sisi danau—sebuah pengalaman yang jarang ditemukan di destinasi lain. Vegetasi liar yang tumbuh di sekitar tebing menambah kesan alami. Tidak ada bangunan beton berlebihan, tidak ada suara bising, hanya suara angin dan ombak dari kejauhan. Inilah alasan mengapa Weekuri sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana sederhana, bersih, dan jauh dari keramaian. Pencahayaan terbaik bagi para fotographer adalah saat sore hari karena panorama danau yang terlihat memantulkan warna biru keperakan menjadi sangat memukau

Wisata yang Menghidupkan Ekonomi Warga Lokal

Danau Weekuri tetap dikelola sederhana oleh masyarakat setempat meski dikenal luas. Warga membuka kios kecil, menyewakan pelampung, dan menyediakan jasa pemandu untuk membantu wisatawan menemukan spot terbaik. Dampak ekonomi berdampak besar bagi keluarga di sekitar kawasan Weekuri. Mereka tidak hanya menjaga kebersihan dan ketertiban, tetapi juga memastikan pengunjung memahami aturan lokal, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak karang. Kolaborasi antara warga, pemerintah daerah, dan komunitas lokal akan membuat kawasan danau tetap lestari meski jumlah pengunjung terus bertambah.

Akses Menuju Weekuri yang Menantang namun Memuaskan

Waktu tempuh ke Danau Weekuri membutuhkan perjalanan darat sekitar 1,5 hingga 2 jam dari Tambolaka. Jalanan berkelok, melewati perbukitan dan perkampungan tradisional Sumba. Meski sebagian jalan belum sepenuhnya mulus, perjalanan ini menjadi bagian dari pengalaman yang tak terlupakan. Setiba di area parkir, pengunjung berjalan kaki beberapa menit hingga mencapai tepi danau. Dari titik pertama melihat permukaan air yang berkilau, kelelahan perjalanan seolah hilang seketika karena keindahan alam dari Danau Weekuri. (ANY)

Baca juga: Keindahan Alam Pantai Teluk Asmara

 

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 109 kali