Berita Terkini

21 November Hari Otonomi Khusus Papua

Wamena – 21 November Masyarakat Papua kembali memperingati Hari Otonomi Khusus (Otsus), sebuah momen yang setiap tahun mengajak semua orang untuk mengingat perjalanan panjang Papua dalam memperjuangkan hak-haknya. Otsus pertama kali diperingati pada 2017 oleh Pemerintah Provinsi Papua dan ditegaskan bahwa Otsus bukan hadiah dari pemerintah pusat, tetapi buah berkat usaha bersama rakyat Papua dalam mendapatkan ruang guna menentukan nasibnya sendiri dalam bingkai NKRI. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga menetapkan 21 November 2025 sebagai hari libur fakultatif melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.4.1/3141/GUB tanggal 10 November 2025.

Makna Otonomi Khusus Bagi Masyarakat Papua

Otsus bukan hanya berbicara tentang administratif semata melainkan simbol terhadap identitas dan hak Orang asli Papua yang diberikan oleh negara. Masyarakat melalui otsus, memiliki kesempatan untuk terlibat aktif dalam pemerintahan, pengelolaan budaya, pengembangan ekonomi daerah serta politik. Melalui kewenangan yang diberikan memungkinkan pemerintah dalam merancang program pembangunan yang disesuaikan dengan kendala geografis dan sosial masyarakat, sehingga hasil menjadi lebih berkelanjutan dan merata. 

Mempertahankan kebudayaan lokal juga merupakan makna lain dari pelaksanaan otsus. Melalui adat istiadat, bahasa serta penekanan nilai-nilai masyarakat yang mendapat ruang lebih dalam penyelenggaraan pemerintahan. Artinya, identitas budaya Papua juga dikembangkan bukan hanya dari pengembangan infrastruktur semata. .

Catatan di beberapa tahun terakhir, berbagai daerah di Papua menunjukkan kemajuan diantaranya terlihat dari pembangunan fasilitas kesehatan, pelayanan pendidikan serta pembangunan akses informasi. Hasil ini diperoleh dari dukungan alokasi Dana Otsus yang menjawab kebutuhan dan kesenjangan terutama untuk daerah yang sulit diakses. Dalam penerapannya, tantangan yang dihadapi di lapangan tetap tak terindakan. Pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas SDM, serta pemerataan pelayanan publik masih menjadi pekerjaan bersama yang harus menjadi perhatian. Pemerintah pusat dan daerah terus mengevaluasi pelaksanaan Otsus agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Revisi kebijakan menjadi upaya memperkuat mekanisme anggaran, keterlibatan masyarakat adat, dan efektivitas pelaksanaan program pembangunan.

Momentum Peringatan 21 November di Papua

Peringatan Hari Otsus Papua pada 21 November dijadikan ajang refleksi dan evaluasi. Hari Otsus juga menjadi kesempatan untuk mendengarkan aspirasi dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk pemuda, perempuan, tokoh adat, serta para pemimpin lokal melalui dialog yang terbuka dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang memiliki nama besar. 

Berjalannya waktu, masyarakat berharap agar pembangunan benar-benar menyentuh seluruh wilayah, mulai dari pesisir hingga pegunungan terutama untuk DOB yang baru. Harapan itu diantaranya menyangkut, fasilitas pendidikan yang layak, kesehatan yang mudah diakses, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal menjadi fokus utama yang terus diperjuangkan.

Harapan lainnya, diharapkan generasi muda Papua berharap bahwa Otsus mampu menciptakan lebih banyak kesempatan kerja dan ruang kreatif untuk mengembangkan bakat serta inovasi.

Peringatan 21 November sebagai Hari Otsus Papua bukan hanya momentum mengenang sejarah, tetapi juga penegasan komitmen pemerintah dan masyarakat Papua untuk terus memperkuat tata kelola pembangunan. Dengan komitmen berbenah, keterlibatan masyarakat secara aktif serta semangat persatuan, Otsus diharapkan menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan masa depan Papua. Hari peringatan Otsus juga menjadi pengingat bahwa potensi besar Papua wajib untuk dirawat, dijaga serta dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. (FPH)

Baca juga: Semakin Dekat dengan Masyarakat: Parmas KPU Nduga Intensifkan Media Sosial

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 288 kali