Sejarah Batik KORPRI
Wamena - Baju Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) merupakan seragam yang dikenakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia. Baju ini dikenakan setiap upacara atau kegiatan formal yang diselenggarakan pemerintah, dan setiap tanggal 17 yang merupakan simbol profesionalisme serta kedisiplinan pegawai negeri.
Korpri sendiri merupakan organisasi yang terdiri dari pegawai pemerintah yang bekerja di berbagai instansi pemerintah di Indonesia, mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah. 1971 adalah kali pertama baju korpri nasional diperkenalkan sebagai bagian dari usaha untuk membentuk identitas bagi pegawai negeri di Indonesia. Baju didesain dengan sederhana, formal namun tetap memiliki filosofi mendalam.
Desain dan Warna Baju Korpri
Desain batik Korpri terbaru memiliki filosofi yang unik bernama Bhumi, Nusa, Segara. Di balik coraknya, tersimpan filosofi yang merefleksikan jati diri bangsa Indonesia.
Bhumi (warna emas)
Warna emas melambangkan bumi nusantara sekaligus tekad untuk membangun bangsa dengan tetap berasaskan kelestarian lingkungan.
Nusa (biru muda)
Biru muda menggambarkan gugusan pulau-pulau Indonesia yang dikelilingi udara bersih nan luas, mencerminkan keindahan sekaligus kekayaan alam negeri ini.
Segara
Motif segara merepresentasikan identitas Indonesia sebagai negara maritim, yang kehidupannya sangat erat dengan laut dan samudra.
Desain baju korpri juga sudah beberapa kali mengalami perubahan, terutama pada warna. Dahulu bernuansa kehijauan, kini identik dengan warna biru.
Awalannya corak lung-lungan dan buket yang menghiasi batik korpri, seiring berjalan waktu diberi sentuhan versi lebih kaya dengan tambahan motif tumpal di bagian bawah, dengan tetap mempertahankan elemen utama yakni lambang Korpri berupa pohon, rumah berbentuk balairung, dan sepasang sayap sebagai simbol pengabdian.
Perlu diketahui bahwa pembuatan batik Korpri juga diatur secara ketat melalui spesifikasi teknis dari konstruksi lungsing dan benang pakan, kekuatan tarikan dan sobekan kain, sehingga standar pewarnaan dan ukuran serta berat bahan.
Dari model batik Korpri juga punya aturan sendiri. Untuk wanita, batik berbentuk blus berkerah rebah dengan lengan panjang, empat kancing di depan dan 2 saku di sisi kanan dan kiri bawah. Sedangkan untuk pria, desain berupa kemeja lengan panjang berkerah tegak, lima kancing tertutup, serta saku di sisi kiri atas.
Berdasarkan motif, detil dan model pakaian, batik Korpri berbicara bukan hanya sebagai busana formal, tetapi juga penanda jati diri serta pengingat pengabdian kepada bangsa. Maka, ketika seragam ini dikenakan, cirinya tidak hanya memperlihatkan tentang keseragaman tetapi juga tentang dedikasi untuk Indonesia dan semangat persatuan.
Aturan detail mulai dari motif hingga model pakaian, batik Korpri hadir bukan hanya sebagai busana formal, melainkan juga penanda jati diri dan pengingat akan pengabdian pada bangsa. Maka, setiap kali seragam ini dikenakan, ia tidak hanya memperlihatkan keseragaman, tetapi juga semangat persatuan dan dedikasi untuk Indonesia. (FPH)
Baca juga: Tema HUT KORPRI 2025