Berita Terkini

KPU Kabupaten Nduga Gelar Rapat Pleno Persiapan Bedah Buku Sesi I

Wamena – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nduga menggelar rapat pleno dalam rangka menetapkan judul sekaligus mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Bedah Buku Sesi I yang direncanakan berlangsung pada September 2026. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) yang menjadi bagian dari rencana kegiatan Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu. Melalui kegiatan bedah buku ini, KPU Kabupaten Nduga berupaya membangun ruang belajar dan diskusi bagi jajaran penyelenggara pemilu untuk memperluas wawasan serta meningkatkan pemahaman terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu dan terbuka juga untuk khalayak umum. Rapat Pleno Bahas Persiapan Bedah Buku Rapat pleno dihadiri oleh Anggota KPU Kabupaten Nduga bersama jajaran sekretariat. Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan Bedah Buku Sesi I dapat dipersiapkan secara terarah, mulai dari penentuan judul buku hingga teknis pelaksanaan kegiatan. Dalam rapat, dibahas mengenai buku yang akan menjadi bahan utama dalam kegiatan bedah buku. Penentuan judul menjadi salah satu agenda penting karena diharapkan buku yang dipilih memiliki keterkaitan dengan subtema yang sudah ditentukan, khususnya dalam mendukung peningkatan kapasitas jajaran penyelenggara pemilu. Selain menentukan judul, rapat juga membahas berbagai kebutuhan yang perlu dipersiapkan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik. Persiapan mencakup konsep kegiatan, moderator, narasumber, panelis serta teknis pelaksanaan dan beberapa hal teknis lainnya juga masuk dalam pembahasan. Tindak Lanjut Arahan KPU RI Pelaksanaan Bedah Buku Sesi I merupakan bagian dari tindak lanjut terhadap arahan KPU RI yang telah masuk dalam rencana kegiatan Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu. Kegiatan ini diharapkan dapat memberi dampak nyata bagi peserta dalam mengembangkan budaya membaca, berdiskusi, dan berbagi pengetahuan. Bedah buku dapat menjadi salah satu sarana untuk melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang. Melalui diskusi yang dilakukan, peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman baru serta menghubungkan gagasan yang terdapat dalam buku. Khususnya bagi jajaran penyelenggara pemilu, peningkatan kapasitas menjadi hal penting seiring dengan berkembangnya tantangan dalam penyelenggaraan pemilu. Karena itu, ruang pembelajaran seperti bedah buku diharapkan dapat mendorong untuk terus meningkatkan pengetahuan dan memperkaya perspektif, mengingat kegiatan ini memberi daya tarik bagi peserta dari pihak umum. Persiapan Dilakukan Secara Matang Rapat pleno juga menjadi momentum untuk memastikan seluruh persiapan kegiatan dilakukan secara matang. Keterlibatan Anggota KPU dan jajaran sekretariat dalam tahap perencanaan diharapkan dapat menciptakan koordinasi yang baik sehingga pelaksanaan Bedah Buku Sesi I nantinya dapat berjalan efektif. Persiapan yang dilakukan sejak awal juga menjadi bagian dari upaya KPU Kabupaten Nduga dalam menjaga kualitas setiap kegiatan yang telah direncanakan. Dengan adanya pembahasan bersama, berbagai kebutuhan dan kemungkinan kendala dapat diidentifikasi lebih awal sehingga dapat dicarikan solusi sebelum kegiatan dilaksanakan. Melalui kegiatan Bedah Buku Sesi I, KPU Kabupaten Nduga berharap dapat memperkuat budaya belajar di lingkungan kerja. Membaca dan mendiskusikan buku tidak hanya menjadi kegiatan untuk menambah pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk membangun pola pikir kritis dan memperluas wawasan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan kegiatan pembelajaran yang berkelanjutan di lingkungan KPU Kabupaten Nduga. Dengan semangat belajar dan berbagi pengetahuan, jajaran KPU diharapkan semakin siap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional. (FPH)

Pejabat Pimpinan Tinggi Madya KPU RI Dilantik, Jajaran KPU Nduga Ikuti Secara Daring

Wamena – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) melaksanakan pelantikan empat Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU RI. Pelantikan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola kelembagaan serta optimalisasi dukungan administratif dan teknis terhadap pelaksanaan tugas KPU di seluruh Indonesia. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua KPU RI, M. Affifuddin, dan diikuti oleh jajaran KPU dari berbagai daerah. Dalam kesempatan tersebut, empat pejabat dilantik untuk menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan KPU RI. Daftar pejabat yang dilantik yaitu: Drs. Suryadi, M.Si. sebagai Sekretaris Jenderal KPU RI; Wida Nurfaida, S.T., M.T. sebagai Inspektur Utama KPU RI; Drs. Kusmanto Riwu Djo Naga, M.Si. sebagai Deputi Bidang Administrasi KPU RI; dan Dr. Cahyo Ariawan, A.Pi., M.M. sebagai Deputi Bidang Dukungan Teknis KPU RI. Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi KPU dalam memperkuat struktur organisasi dan memastikan dukungan kesekretariatan berjalan secara efektif, profesional, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kelembagaan. KPU Kabupaten Nduga Ikuti Pelantikan Secara Daring Pegawai KPU Kabupaten Nduga turut mengikuti rangkaian pelantikan tersebut secara daring. Kehadiran KPU Nduga secara virtual merupakan bentuk dukungan sekaligus perhatian terhadap agenda kelembagaan KPU RI. Inframe: Pegawai KPU Nduga Meskipun dilaksanakan secara daring, KPU Kabupaten Nduga mengikuti prosesi pelantikan dengan penuh perhatian dari tempat masing-masing. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi jajaran KPU di daerah untuk menyaksikan secara langsung proses pengisian sejumlah jabatan strategis di tingkat pusat. Partisipasi KPU Kabupaten Nduga dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa koordinasi dan keterhubungan antara KPU RI dengan jajaran KPU di daerah terus dibangun melalui berbagai sarana, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Penguatan Tata Kelola dan Dukungan Kelembagaan Pelantikan pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan KPU RI memiliki arti strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan. Sekretariat Jenderal KPU memiliki peran penting dalam memberikan dukungan administratif dan teknis kepada KPU dalam menjalankan tugas penyelenggaraan pemilu. Dengan adanya pejabat definitif pada posisi strategis tersebut, diharapkan koordinasi, pengelolaan administrasi, pengawasan internal, serta dukungan teknis penyelenggaraan tugas KPU dapat semakin optimal. Keberadaan pejabat pada level pimpinan tinggi madya juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara KPU RI, KPU Provinsi, hingga KPU Kabupaten/Kota. Penguatan koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kebijakan dan program kelembagaan dapat dilaksanakan secara efektif hingga ke tingkat daerah. Menjadi Momentum Memperkuat Komitmen Pengabdian Pelantikan bukan hanya menjadi agenda formal kelembagaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian seluruh jajaran KPU. Setiap pejabat yang diberikan amanah diharapkan mampu menjalankan tugas dengan integritas, profesionalitas, serta menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas. Bagi KPU Kabupaten Nduga, mengikuti kegiatan pelantikan secara daring juga menjadi bagian dari upaya untuk terus mengikuti perkembangan kelembagaan di tingkat nasional. Hal tersebut penting untuk memastikan jajaran KPU di daerah tetap memiliki pemahaman yang selaras terhadap arah kebijakan dan penguatan organisasi KPU. KPU Kabupaten Nduga menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada keempat pejabat yang telah dilantik. Amanah baru yang diberikan diharapkan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi terbaik bagi penguatan kelembagaan KPU. Dengan semangat kebersamaan dan koordinasi yang terus terjaga dari tingkat pusat hingga daerah, KPU diharapkan semakin mampu memberikan dukungan kelembagaan yang profesional dan berkualitas dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya kepada masyarakat dan negara. (FPH)

Sederhana dan Sarat Makna, KPU Kabupaten Nduga Meriahkan Semarak HUT RI Ke-81 Melalui Beragam Lomba

Wamena – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan KPU Kabupaten Nduga berlangsung dengan penuh semangat, kebersamaan, dan keceriaan. Mengusung konsep yang sederhana, kegiatan yang dilaksanakan di halaman Kantor Perwakilan KPU Kabupaten Nduga pada Jumat (14/8/2026) tersebut mampu menghadirkan suasana yang hangat sekaligus sarat makna. Perayaan kemerdekaan tidak selalu harus diselenggarakan secara meriah dengan berbagai fasilitas yang megah. Di KPU Kabupaten Nduga, semangat nasionalisme justru diwujudkan melalui kegiatan yang sederhana, tetapi mampu mempererat hubungan antar sesama pegawai. Melalui berbagai perlombaan tradisional, pegawai yang hadir dapat merasakan kembali semangat perjuangan, kebersamaan, serta nilai-nilai persatuan yang menjadi fondasi bangsa Indonesia. Peringatan HUT RI merupakan momentum yang selalu dinantikan setiap tahunnya. Selain menjadi ajang untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan, peringatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Di lingkungan instansi pemerintah, perayaan kemerdekaan juga menjadi kesempatan untuk membangun solidaritas, meningkatkan semangat kerja, serta mempererat hubungan kekeluargaan di antara pegawai. Hal tersebut terlihat jelas dalam pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Nduga. Sejak pagi, halaman kantor telah dipenuhi oleh pegawai yang bersiap mengikuti berbagai perlombaan. Suasana yang awalnya tenang berubah menjadi lebih hidup ketika para peserta mulai berkumpul dan saling memberikan dukungan kepada rekan-rekan mereka. Empat Lomba Hadirkan Keseruan dalam Perayaan Kemerdekaan Inframe: Perlombaan Kerupuk Pegawai KPU Kabupaten Nduga Untuk menyemarakkan peringatan HUT RI ke-81, KPU Kabupaten Nduga menyelenggarakan empat jenis perlombaan yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia, yaitu lomba makan kerupuk, memasukkan bolpoin ke dalam botol, lari kelereng, dan joget balon berpasangan. Keempat perlombaan tersebut dipilih karena mampu menghadirkan suasana yang santai, menghibur, dan melibatkan seluruh peserta tanpa memandang usia maupun jabatan. Tidak ada sekat antara atasan dan bawahan. Semua peserta melebur menjadi satu dalam semangat kebersamaan. Lomba pertama yang dilaksanakan adalah lomba makan kerupuk. Perlombaan yang identik dengan perayaan Hari Kemerdekaan itu langsung mengundang gelak tawa para peserta maupun penonton. Dengan tangan yang tidak boleh digunakan, para peserta berusaha menghabiskan kerupuk yang digantung menggunakan tali. Berbagai ekspresi lucu terlihat ketika para peserta berusaha menggigit kerupuk yang terus bergerak mengikuti arah angin. Sorak-sorai dan dukungan dari rekan kerja semakin menambah semangat para peserta. Beberapa peserta bahkan harus berulang kali menyesuaikan posisi mereka untuk dapat menggigit kerupuk dengan lebih mudah. Keseruan semakin terasa ketika perlombaan memasukkan bolpoin ke dalam botol dimulai. Meskipun terlihat sederhana, perlombaan tersebut ternyata membutuhkan konsentrasi dan ketelitian. Para peserta harus berusaha memasukkan bolpoin yang diikat menggunakan tali ke dalam botol tanpa menyentuhnya secara langsung dengan tangan. Tidak sedikit peserta yang mengalami kesulitan karena bolpoin terus bergerak dan sulit diarahkan ke mulut botol. Momen tersebut kembali memancing tawa para pegawai yang menyaksikan jalannya perlombaan. Di balik kesederhanaannya, permainan tersebut mengajarkan pentingnya kesabaran, fokus, dan kemampuan mengendalikan diri. Lari Kelereng Menguji Keseimbangan dan Kekompakan Peserta Setelah dua perlombaan selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan lomba lari kelereng. Permainan tradisional yang menggunakan sendok dan kelereng itu menjadi salah satu perlombaan yang paling menarik perhatian. Setiap peserta harus berjalan sambil membawa kelereng di atas sendok tanpa menjatuhkannya. Meskipun tampak mudah, menjaga keseimbangan ketika berjalan ternyata bukanlah hal yang sederhana. Beberapa peserta harus mengulang perlombaan karena kelereng yang mereka bawa terjatuh sebelum mencapai garis akhir. Namun, hal tersebut justru menjadi bagian yang paling menghibur. Tawa dan candaan terdengar hampir di setiap sudut halaman kantor. Para pegawai saling menyemangati dan menikmati setiap momen yang berlangsung. Lomba lari kelereng tidak hanya menguji keseimbangan, tetapi juga mengajarkan pentingnya ketekunan dan konsistensi dalam mencapai tujuan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat yang harus dimiliki setiap ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Joget Balon Menjadi Penutup yang Paling Ditunggu Inframe: Perlombaan Joget Balon Pegawai KPU Kabupaten Nduga Keceriaan semakin memuncak ketika perlombaan terakhir, yaitu joget balon, dimulai. Perlombaan tersebut menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan perayaan HUT RI ke-81 di KPU Kabupaten Nduga. Dalam permainan tersebut, peserta diminta untuk mempertahankan balon sambil mengikuti irama musik. Selain membutuhkan kekompakan, permainan tersebut juga menuntut kerja sama yang baik antarpeserta. Suasana menjadi semakin meriah ketika para peserta mulai menampilkan berbagai gerakan yang mengundang tawa. Tidak sedikit peserta yang kesulitan menjaga balon agar tetap berada pada posisinya. Meskipun sederhana, perlombaan tersebut berhasil menciptakan suasana yang akrab dan penuh kebahagiaan. Seluruh pegawai yang hadir tampak menikmati setiap rangkaian kegiatan hingga acara berakhir. Joget balon juga menjadi simbol bahwa kerja sama merupakan salah satu kunci utama dalam mencapai tujuan bersama. Nilai tersebut menjadi sangat relevan dalam kehidupan organisasi, termasuk di lingkungan KPU Kabupaten Nduga. Kebersamaan Menjadi Nilai Utama dalam Perayaan HUT RI Ke-81 Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antarsesama pegawai. Rutinitas pekerjaan yang padat sering kali membuat interaksi antarsesama pegawai hanya terbatas pada urusan kedinasan. Melalui kegiatan seperti ini, seluruh ASN memiliki kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat dalam suasana yang lebih santai dan menyenangkan. Kebersamaan yang terbangun selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa semangat persatuan dapat diwujudkan melalui hal-hal yang sederhana. Perbedaan usia, latar belakang, maupun jabatan tidak menjadi penghalang bagi seluruh peserta untuk berpartisipasi dan menikmati setiap perlombaan. Semangat gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia juga terlihat selama kegiatan berlangsung. Seluruh peserta saling membantu, saling mendukung, dan bersama-sama menciptakan suasana yang harmonis. Nilai-nilai tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan bersama yang dilakukan oleh para pahlawan dari berbagai daerah di Indonesia. Memaknai Kemerdekaan Melalui Aktivitas Sederhana Perayaan Hari Kemerdekaan tidak hanya identik dengan upacara bendera atau berbagai kegiatan seremonial. Kemerdekaan juga dapat dimaknai melalui aktivitas yang mampu memperkuat persatuan dan kebersamaan. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, berbagai permainan tradisional yang biasa hadir dalam perayaan 17 Agustus tetap memiliki daya tarik tersendiri. Permainan-permainan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai kehidupan yang masih relevan hingga saat ini. Lomba makan kerupuk mengajarkan semangat pantang menyerah. Lomba memasukkan bolpoin ke dalam botol melatih kesabaran dan konsentrasi. Lomba lari kelereng mengajarkan keseimbangan dan ketelitian, sedangkan joget balon menekankan pentingnya kerja sama. Seluruh nilai tersebut memiliki keterkaitan yang erat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur sipil negara. Momentum peringatan HUT RI menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali berbagai nilai perjuangan yang diwariskan oleh para pahlawan. Melalui kegiatan peringatan HUT RI ke-81, KPU Kabupaten Nduga menunjukkan bahwa semangat nasionalisme dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk melalui kegiatan yang sederhana dan melibatkan seluruh pegawai. Perayaan tersebut menjadi bukti bahwa kebahagiaan tidak selalu ditentukan oleh kemewahan sebuah acara, melainkan oleh kebersamaan yang terbangun di dalamnya. Antusiasme para ASN yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan menjadi cerminan bahwa semangat persatuan masih terus terjaga. Ke depan, semangat tersebut diharapkan dapat terus dipelihara, tidak hanya dalam perayaan Hari Kemerdekaan, tetapi juga dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sehari-hari. Di balik setiap perlombaan yang dilaksanakan, terdapat pesan yang sangat sederhana, tetapi memiliki makna yang mendalam, yaitu pentingnya menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta terus menumbuhkan rasa cinta kepada Indonesia. Semangat itulah yang menjadi esensi utama dari peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, sebuah momentum untuk terus melangkah bersama menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (FPH)

Mengenal Manajemen Talenta ASN: Penilaian Kinerja dan Potensi untuk Pengembangan Karier

Wamena - Manajemen Talenta ASN menjadi bagian penting dalam pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang bertujuan memastikan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat dikembangkan dan ditempatkan sesuai dengan kinerja, kompetensi, serta potensinya. Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi talenta terbaik sekaligus mendukung pengembangan karier ASN secara lebih objektif dan terarah. Apa Itu Manajemen Talenta ASN? Manajemen Talenta ASN adalah sistem pengelolaan karier ASN secara terintegrasi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan menempatkan talenta terbaik sesuai dengan potensi dan kinerja. Konsep ini tidak hanya melihat apa yang telah dicapai seorang ASN saat ini, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan dan kemungkinan ASN tersebut untuk berkembang serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi organisasi di masa depan. Dengan demikian, manajemen talenta dapat menjadi instrumen strategis dalam menciptakan ASN yang profesional, kompeten, berkinerja tinggi, dan memiliki kesempatan pengembangan karier berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Penilaian Talenta Berdasarkan Kinerja dan Potensi Dalam Manajemen Talenta ASN, penilaian dilakukan berdasarkan dua sumbu utama, yaitu Sumbu Y – Kinerja dan Sumbu X – Potensi. Sumbu Y menggambarkan kinerja ASN dalam menjalankan tugas dan perannya berdasarkan hasil serta perilaku kerja. Sementara itu, Sumbu X menggambarkan potensi ASN, yaitu kemampuan dan kemungkinan untuk berkembang serta memberikan kontribusi yang lebih besar di masa mendatang. Nilai talenta diperoleh dari kombinasi kedua aspek tersebut dengan komposisi 50 persen nilai kinerja dan 50 persen nilai potensial. Komponen Penilaian Kinerja dan Potensi ASN Pada aspek kinerja, terdapat dua komponen utama. Kinerja utama memiliki bobot 60 persen, sedangkan kinerja penguat memiliki bobot 40 persen. Kinerja utama didasarkan pada penilaian kinerja. Sementara kinerja penguat mencakup penghargaan, penugasan dalam tim kerja, dan umpan balik kinerja 360 derajat. Pada aspek potensi, penilaian terdiri atas beberapa komponen, yaitu kompetensi sebesar 40 persen, potensi sebesar 25 persen, kualifikasi sebesar 20 persen, serta integritas dan moralitas sebesar 15 persen. Kompetensi dapat dilihat dari penilaian kompetensi, pengembangan kompetensi, dan pengalaman jabatan. Kualifikasi mencakup tingkat pendidikan formal serta kesesuaian bidang ilmu. Sementara integritas dan moralitas antara lain berkaitan dengan rekam jejak disiplin. Mengenal 9 Kotak Manajemen Talenta Hasil penilaian kinerja dan potensi kemudian digunakan sebagai dasar pemetaan ASN ke dalam 9 (sembilan) Kotak Manajemen Talenta. Pemetaan tersebut mempertemukan tingkat kinerja dengan tingkat potensi. Kategorinya meliputi ASN dengan kinerja di bawah ekspektasi, sesuai ekspektasi, hingga di atas ekspektasi, yang kemudian dikombinasikan dengan potensi rendah, menengah, dan tinggi. Melalui pemetaan ini, organisasi dapat memperoleh gambaran mengenai posisi setiap ASN sekaligus menentukan strategi pengembangan yang sesuai. Proses penilaian Manajemen Talenta ASN dilakukan melalui Sistem Manajemen Talenta (SIMATA) yang terintegrasi dengan aplikasi kepegawaian MyASN BKN. Karena itu, pemutakhiran data menjadi hal yang sangat penting. Data yang perlu diperhatikan antara lain riwayat pendidikan, pelatihan, sertifikasi, pengalaman jabatan, penghargaan, serta data kinerja atau SKP. ASN perlu memastikan data yang diinput valid, lengkap, dan terbaru. Pemutakhiran secara berkala dapat membantu memastikan informasi kepegawaian yang menjadi bagian dari proses penilaian tetap akurat. Manajemen Talenta sebagai Dasar Pengembangan ASN Pada akhirnya, Manajemen Talenta ASN bukan sekadar sistem penilaian, tetapi merupakan bagian dari strategi pengelolaan dan pengembangan karier ASN. Dengan mempertimbangkan kinerja dan potensi secara bersamaan, organisasi dapat lebih mudah mengidentifikasi talenta yang memiliki kemampuan untuk dikembangkan serta memberikan kontribusi yang lebih besar. Penerapan manajemen talenta diharapkan dapat mendukung terwujudnya pengelolaan ASN yang lebih objektif, transparan, berbasis kompetensi, serta berorientasi pada kinerja dan kebutuhan organisasi. (FPH)

Evaluasi Indeks Tata Kelola Pengadaan Semester I 2026, KPU Perkuat Pengadaan Barang dan Jasa yang Transparan dan Akuntabel

Wamena – Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus berkomitmen memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa melalui penyelenggaraan Rapat Evaluasi Pemenuhan Nilai Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) Semester I Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 30 Juli 2026, ini menjadi bagian dari upaya KPU dalam menilai capaian kinerja sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu ditingkatkan dalam penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa di seluruh satuan kerja. Evaluasi ITKP Libatkan Seluruh Satuan Kerja KPU Rapat evaluasi diikuti oleh perwakilan Sekretariat KPU Provinsi/KIP Aceh serta KPU/KIP Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Peserta terdiri atas perwakilan Satuan Pelaksana Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (Satpel UKPBJ) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta diwajibkan berpartisipasi aktif dalam pembahasan serta mengikuti ketentuan teknis pelaksanaan yang telah ditetapkan oleh Sekretariat Jenderal KPU. Evaluasi Menjadi Instrumen Penguatan Tata Kelola Pengadaan Pelaksanaan Evaluasi Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) Semester I Tahun 2026 merupakan langkah strategis KPU untuk mengukur tingkat pemenuhan indikator tata kelola pengadaan pada setiap satuan kerja. Melalui evaluasi ini, KPU menilai berbagai capaian yang telah dilaksanakan selama Semester I Tahun 2026 sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih memerlukan perbaikan. Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar penyusunan langkah perbaikan yang lebih terarah sehingga kualitas pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dapat terus meningkat. Selain sebagai alat ukur kinerja, ITKP juga menjadi indikator penting dalam mendorong penerapan prinsip-prinsip pengadaan pemerintah yang sesuai dengan regulasi dan praktik terbaik. Dorong Pengadaan yang Efektif, Efisien, Transparan, dan Akuntabel Melalui kegiatan evaluasi ini, KPU menegaskan komitmennya untuk mewujudkan tata kelola pengadaan yang efektif, efisien, transparan, kompetitif, dan akuntabel. Penguatan tata kelola pengadaan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan nilai indeks, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan organisasi melalui proses pengadaan yang tepat sasaran, tepat waktu, serta memberikan manfaat optimal bagi pelaksanaan tugas dan fungsi KPU. Dengan adanya evaluasi secara berkala, setiap satuan kerja diharapkan mampu melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap proses pengadaan barang dan jasa sehingga pelaksanaannya semakin profesional, sesuai prinsip good governance, serta mampu mendukung penyelenggaraan pemilu yang berintegritas. Komitmen KPU Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Pengadaan Penyelenggaraan Evaluasi Indeks Tata Kelola Pengadaan Semester I Tahun 2026 menjadi wujud komitmen KPU dalam membangun sistem pengadaan barang dan jasa yang modern dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara Sekretariat Jenderal KPU dengan seluruh KPU Provinsi serta KPU Kabupaten/Kota, hasil evaluasi ini diharapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pengadaan pada semester berikutnya. Dengan tata kelola pengadaan yang semakin baik, KPU optimistis mampu mendukung pelaksanaan program dan kegiatan organisasi secara lebih efektif, efisien, transparan, serta memberikan akuntabilitas yang tinggi dalam penggunaan anggaran negara. (FPH)

KPU Perkuat Sistem Merit, Sekretariat KPU Kabupaten/Kota Ikuti Sosialisasi Pemutakhiran Data ASN pada Aplikasi Manajemen Talenta

Wamena – Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus memperkuat tata kelola sumber daya manusia melalui penerapan sistem merit yang profesional dan berbasis kompetensi. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Sekretariat Jenderal KPU menyelenggarakan Rapat Sosialisasi Pemutakhiran Data Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Aplikasi Sistem Manajemen Talenta di Lingkungan Sekretariat Jenderal KPU Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring dan luring pada 29–30 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh Sekretariat KPU Provinsi/KIP Aceh serta Sekretariat KPU/KIP Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Sosialisasi Dilaksanakan Selama Dua Hari Secara Daring dan Luring Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai Rabu hingga Kamis, 29–30 Juli 2026, dengan agenda utama memberikan pemahaman mengenai pemutakhiran data ASN melalui Aplikasi Sistem Manajemen Talenta. Untuk peserta dari KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten/Kota, kegiatan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Sekretariat Jenderal KPU. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari undangan Sekretariat Jenderal KPU yang meminta setiap satuan kerja menugaskan pejabat manajerial serta pejabat fungsional jenjang Madya dan Muda untuk mengikuti sosialisasi tersebut sebagai bagian dari penguatan tata kelola kepegawaian di lingkungan KPU. Hadirkan Narasumber dari BKN Bahas Implementasi Manajemen Talenta Dalam pelaksanaannya, KPU menghadirkan narasumber dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menyampaikan materi mengenai kebijakan nasional, konsep dasar, implementasi, hingga strategi penerapan Manajemen Talenta di lingkungan Sekretariat KPU. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya pengelolaan sumber daya manusia berbasis kompetensi, potensi, kinerja, serta penerapan sistem merit dalam setiap tahapan pengembangan karier ASN. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemutakhiran data ASN pada aplikasi Manajemen Talenta sebagai fondasi dalam penyusunan kebijakan pengembangan pegawai secara lebih akurat, objektif, dan terintegrasi. Manajemen Talenta Dukung ASN KPU yang Profesional dan Berintegritas Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran sekretariat KPU, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, semakin memahami pentingnya pengelolaan talenta sebagai dasar dalam pengembangan karier Aparatur Sipil Negara. Penerapan Manajemen Talenta menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan ASN yang profesional, objektif, transparan, dan berbasis sistem merit. Dengan tersedianya data ASN yang mutakhir dan akurat, proses perencanaan kebutuhan pegawai, pengembangan kompetensi, promosi, rotasi, hingga suksesi jabatan dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan akuntabel. Komitmen KPU Meningkatkan Kualitas SDM Berkelanjutan Penyelenggaraan sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen KPU dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Melalui sinergi antara Sekretariat Jenderal KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, dan Badan Kepegawaian Negara, diharapkan implementasi Manajemen Talenta dapat berjalan optimal sehingga mampu mendukung terwujudnya birokrasi KPU yang adaptif, profesional, serta siap menghadapi tantangan penyelenggaraan pemilu di masa mendatang. (FPH) 

🔊 Putar Suara